21 Januari 2017

Selamat datang di Bandar Udara Adi Sumarmo!
Karena saya ada keperluan keluarga, maka baru-baru saja ini saya sempat melakukan perjalanan ke Solo (Surakarta). Karena lumayan lama menunggu jemputannya, jadi kali ini saya berkesempatan untuk mengeksplorasi Bandara yang masih berhias ini. Pada saat saya datang, ada beberapa tempat yang sedang dibangun. Tapi secara umum, layanan terhadap penumpang tidak banyak terganggu.
Bandara Adi Sumarmo punya dua Arrival Gate, satunya untuk penerbangan internasional dan satunya untuk penerbangan nasional. Agak aneh juga, karena penerbangan internasional di sini nggak terlalu padat. Mungkin dibangun demikian karena di International Arrival ada meja tempat cek paspor dan visa. Tapi jadinya, penumpang beberapa penerbangan domestik juga diarahkan untuk keluar dari International Arrival Gate. Termasuk saya yang naik Citilink. Mungkin karena yang National Arrival sudah lumayan padat.
Hall di luar bandara.
Di Bandar Udara Adi Sumarmo, ada tempat makan seperti Bakso Lapangan Tembak dan Dunkin Donuts, juga kios makan lain. Ini yang sudah di luar bandara ya. Kalau yang di dalam sih adanya cuma beberapa kios makan biasa dan galeri Batik Keris. Seperti bandara lainnya, di sini juga ada money changer, locker (harus datang ke bagian informasi kalau mau pakai), dan tempat refleksi. Oh ya, ada juga Indomaret dan satu komputer gratisan di Hall tengah yang berfungsi sebagai internet corner.
Transportasi keluar bandara tidak sesusah yang dibayangkan, karena di sini juga ada counter untuk taksi bandara dan juga bus Damri menuju pusat kota Solo. Hanya saja, tempat tunggu bus dekat tempat merokok, jadi agak mengganggu (untuk saya – kalau untuk bapak-bapak yang mau nunggu bus sambil merokok sih malah senang.)
Pas saya datang, ada dua replika kereta tradisional yang dipajang di depan bandara. Replika Kereta Kyai Garuda Chandra dan Kereta Condro Kirono. Sepertinya ada papan informasinya sih, tapi saya nggak baca.

Oh ya, Bandar Udara Adi Sumarmo sangat dekat dengan Waduk Cengklik. Kalau waktu mendarat kita masih sempat melihat ke luar jendela, kemungkinan besar akan sempat melihat waduk ini. Buat yang datang ke Solo untuk wisata santai dan ingin tahu tempat tujuan lokal, bisa juga mampir ke sini dari bandara. Naik mobil dari bandara paling cuma 10 menit. Tapi jangan harap hiburan kerena ala ibukota yah. Pengunjung biasanya hanya jalan-jalan mengelilingi waduk atau mampir ke warung untuk makan. Lumayan, hiburan untuk warga Solo dan Boyolali, siapa tahu hiburan untuk pengunjung dari tempat lain juga.
Menunggu pesawat. Sampai jumpa Bandara Adi Sumarmo!

2 Komentar:

  1. Duh mbak.. Saya jadi malu.. Saya asli solo, bahkan rumah ortu saya deket dari bandara adi somarmo.. Tapi belom pernah eksplore bandara.. Terakhir ke bandara selain nganter pak misua terbang, sekalian eksplore hunting pokemon di bandara.. 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya ... saya waktu di bandara Adi Sumarmo juga nyari pokemon. Lumayan, ada pokestop di ruang tunggu.

      Hapus