18 Maret 2017

Pemandangan di Pantai Senggigi sore hari.
Sebulan yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan di Lombok. Aslinya sih, tugas kantor ke Mataram. Tapi kan, orang tidak mungkin kerja terus-terusan. Di hari kosong, apa salahnya, langsung cabut mengunjungi pantai-pantai di sekitaran kota Mataram.
Pulau Lombok adalah salah satu pulau utama provinsi Nusa Tenggara Barat, yang juga merupakan pulau di mana Kota Mataram, ibu kota provinsi, berada. Sudah lama Pulau Lombok dikenal dengan keindahan wisata alamnya, termasuk pantai-pantainya. Ngomong-ngomong soal pantai di dekat Kota Mataram, ada dua pantai yang saya kunjungi yang jaraknya lumayan dekat dengan kota Mataram.

Pantai Ampenan

Pantai Ampenan letaknya persis di tepi Kota Mataram. Sama seperti Ancol untuk orang Jakarta, banyak masyarakat di sekitar Mataram menghabiskan waktu santai mereka di Pantai Ampenan. Pantai Ampenan sendiri sebenarnya bukan pantai yang memamerkan keindahan alam, melainkan mengedepankan warung-warung makan yang menjadi salah satu sentra wisata kuliner penduduk lokal. Waktu saya datang di Jumat sore, banyak orang duduk-duduk sambil makan sate atau makanan lain yang dijual di situ.
Kuliner di Pantai Ampenan.
Pantai Ampenan dulunya adalah pelabuhan. Akan tetapi sisa-sisa pelabuhannya sudah tidak ada lagi, kecuali beberapa tonggak penyangga yang semakin keropos dimakan waktu. Oh ya, di sini orang tidak berjalan-jalan di atas pasir. Untuk mencegah abrasi, beberapa bagian bibir pantai diperkuat dengan beton dan ditinggikan. Jadi, orang-orang cenderung berjalan-jalan banyak sampai dengan batas tembok tersebut. Jarang orang turun ke pinggiran pantai yang sebenarnya dan menyentuh air laut. Kebanyakan orang memang hanya duduk di atas tembok pencegah abrasi.
Selain tempat makan, di pantai ini juga terdapat daerah yang cukup luas yang dipakai untuk anak-anak bermain skateboard atau sepatu roda. Ada juga yang memasang tempat mainan untuk anak-anak kecil. Sepertinya, pantai ini memang dibangun untuk menjadi pusat wisata lokal. Oh ya, di sepanjang jalan menuju pantai ini, ada rumah-rumah jalan dahulu yang dicat warna-warni sehingga terlihat menarik. Boleh juga idenya.
Mau sate bulayak?
Di pantai ini, saya mencoba salah satu makanan khas Lombok, yaitu sate bulayak. Sate bulayak adalah sate dengan bumbu khas Mataram dan disajikan dengan lontong. Berhubung saya maruk, saya makan sate bulayak dengan sayur sambal pelecing. Rasanya enak juga! Oh ya, karena saya jelas-jelas turis, si ibu penjual dengan manisnya langsung memasukkan juga sate seafood ke dalam piring saya. Tentunya dengan harga tambahan. Ya sudah, jadi saya bisa merasakan sate sapi dan juga sate seafood, dengan bumbu khas Mataram yang rasanya pedas.
Kalau teman saya, dia membeli jagung bakar. Jagung bakar di sini khas banget. Jagung yang sudah dibakar, dilepas dari bonggolnya, lalu diberi bumbu kacang pedas manis. Rasanya, enak banget!  
Kalau suatu saat kemari lagi, saya ingin mencoba makanan seafood-nya. Katanya seafood di sekitaran Mataram rasanya luar biasa!

Pantai Senggigi

Pantai Senggigi sudah terkenal hingga ke mancanegara. Menurut saya, kehebatan pantai ini adalah sebagian besar sudah menjadi bagian dari hotel mewah dan menjadi private beach. Jadi untuk turis berduit, memang asyik menikmati pantai dari pelataran hotel sambil melihat langit berubah warna di sore hari. Tapi buat kaum kebanyakan, sebenarnya pantai Senggigi biasa saja. Tujuan utama orang ke sini biasanya adalah Pelabuhan Senggigi yang menjadi lokasi singgah kapal-kapal yang akan mengantar penumpang ke Gili Trawangan, salah satu tempat wisata pantai yang terkenal di kalangan backpacker.
Pelabuhan Senggigi.
Saya cuma menghabiskan waktu sebentar di sini. Lebih tepatnya, saya hanya jalan-jalan di sekitaran pelabuhan Senggigi. Karena sudah sore, saya sudah tidak melihat kapal-kapal reguler mengantar dan menjemput penumpang ke Gili Trawangan. (Atau mungkin bukan jamnya? Entahlah.)
Karena pelabuhan ini juga merupakan pelabuhan nelayan, maka saya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran pelabuhan. Di antara kapal-kapal nelayan, dengan jemuran baju dan sisa-sisa sampah, saya berjalan merasakan pasir di telapak kaki saya. Pasir di sekitaran Senggigi agak tajam dan warnanya agak abu-abu. Dari tekstur pasir, tidak ada yang istimewa.
Pemandangan di sekitaran Pelabuhan Senggigi juga bisa dikatakan biasa saja. Mungkin karena di sini sudah banyak bangunan dan tempat tinggal. Mungkin kalau private beach di hotel-hotel besar, pemandangannya lebih okeh. Pantai Senggigi adalah pantai sunset, jadi sebenarnya cocok untuk menjadi tujuan wisata. Kalau kita sedang bersantai di tepi kolam renang infinity view, mungkin keren banget ya?
Pantai Senggigi, dengan kapal-kapal nelayannya.


Selain kedua pantai ini, saya juga mengunjungi dua pantai lain di Pulau Lombok yang letaknya agak jauh dari Kota Mataram. Kalau dua pantai yang sudah di sebutkan sebenarnya biasa saja, nah ... dua pantai yang akan saya ceritakan ini memang menakjubkan! Untuk tahu lebih jelasnya, tunggu artikel berikutnya.
(bersambung)

0 Komentar:

Posting Komentar