23 Januari 2018

Kompleks Istana Versailles dari depan.
Sebetulnya, sehari sebelumnya, waktu masih di atas kereta menuju Paris, saya sudah membaca email dari pihak Customer Service Kompleks Istana Versailles tentang pemberitahuan demo buruh di hari ini. (Saya sempat menuliskannya di sini.) Di email itu, diinformasikan bahwa jam 10:30 pagi baru akan ada kabar apakah Versailles dibuka untuk umum atau tidak. Untuk yang ingin membatalkan kunjungannya atas ketidaknyamanan ini, dipersilahkan untuk mengajukan refund. Tentunya butuh waktu ya, untuk minta ganti rugi kalau membatalkan tiket masuk Versailles. Karena kami bertiga hanya tinggal punya beberapa hari di Perancis, kami memutuskan untuk tidak membatalkan tiket. Kalau ternyata hari ini Versailles benar-benar tutup, ya sudah, apa boleh buat.
Karena jam buka kompleks Versailles, atau Versailles Estate, pasti terlambat, kami semua sengaja berangkat agak siang. Jam 9:30 pagi baru keluar hotel. Tentunya waktu itu belum ada pengumuman dibuka tidaknya kompleks Versailles. Nggak apa-apa. Kalau tidak bisa masuk ke dalam kompleks Istana, rencananya kami akan jalan-jalan di kotanya saja. Kami naik kereta ke stasiun yang terdekat dengan Versailles, yaitu Gare de Versailles Chateau Rive Gauche. Jam setengah duabelas kami tiba di Versailles.
Salah satu hiasan pagar Istana Versailles.
Langsung saya cek email ... tapi belum ada informasi. Ya sudah, kami langsung menuju ke pusat informasi. Saat kami tiba di depan kompleks Istana Versailles, kagetlah kami ketika melihat ada banyak orang antre. Tengok kiri kanan dan bertanya ke petugas, barulah ketahuan bahwa kompleks Istana Versailles baru dibuka. Petugas yang kami tanya menginformasikan bahwa yang terlihat antre adalah antre untuk masuk ke dalam istana utama Versailles. Karena kami datangnya sudah cukup siang, disarankan untuk jalan-jalan dulu di kebun dan mengunjungi dua bangunan lain di kompleks itu, yaitu Le Grand Trianon dan Le Petit Trianon. Setelah sore, baru kami kembali untuk masuk ke dalam istana utama. Berhubung sudah lapar dan males antre di bawah sinar matahari yang lumayan panas, kami mengikuti saran mas-mas petugas yang ganteng itu.
Sedikit tentang kompleks Istana Versailles. Tempat yang dalam bahasa aslinya disebut sebagai Le Ch√Ęteau de Versailles ini adalah kompleks istana yang sudah dibangun sejak abad ke-17. Dari awalnya berfungsi sebagai tempat peristirahatan saat berburu, sampai menjadi tempat tinggal raja, dan akhirnya menjadi museum. Istana Versailles menjadi salah satu tempat bersejarah di Perancis yang wajib dikunjungi oleh turis yang datang ke Perancis. Istana ini terkenal terutama karena Ratu Marie Antoinette, istri dari Raja Louis XVI yang gemar berpesta, tinggal di tempat ini.
Karena aslinya Versailles adalah tempat peristirahatan raja, maka kompleks istana ini dilengkapi dengan taman untuk bersantai. Total luas taman dan kompleks istana Versailles adalah sekitar 800 hektar. Kalau dari gerbang utama kita berjalan melewatkan istana utama, kita akan tiba di kompleks taman yang sangat luas. Sangat ... luas. Taman inilah yang menjadi salah satu kebanggaan Versailles. Di taman ini, terdapat banyak pancuran, yang mana di hari-hari tertentu ada pertunjukan musik di sini, yaitu musical fountains. Selain itu, ada danau buatan dan hutan yang sangat rapi. Pohon-pohon di sini ditata rapi dan sangat terawat. Pokoknya bersih banget! Konon, jalan-jalan keliling tamannya saja membutuhkan waktu lebih dari sehari. Jadi kami cukup melewati taman yang menjadi jalan menuju ke kompleks Trianon. Bagian lainnya dinikmati dari jauh saja.
Salah satu sudut taman di Istana Versailles.
Sampai ujung pandangan mata, yang terlihat hanyalah pepohonan bagian dari taman istana!
Bahkan, di dalam taman ada danau buatannya, lho!
Waktu kami jalan ke kompleks Trianon Estate, kami melihat ada orang-orang yang gelar tikar dan makan bareng-bareng. Rupanya, di kompleks Versailles, kita juga bisa piknik sambil gelar tikar, tapi cuma di tempat-tempat tertentu. Tempat dimana saya melihat ada orang buka bekal sambil gelar tikar, apalagi dengan anak-anak lari-lari mengejar bola, cuma di sekitar padang rumput dekat Trianon Estate. Kalau cuma mau makan bekal sambil duduk-duduk sih, sepertinya bisa di bangku-bangku yang tersebar di beberapa tempat. Tapi catatan buat pembaca nih ya, apapun yang kita lakukan di tempat wisata, tidak boleh buang sampah sembarangan.
Oh ya, buat yang mau beli makan di tempat, bisa beli sandwich di penjual snack di salah satu sudut area pancuran. Tiga sandwich dan tiga botol air minum harganya EUR 22,50. Kami beli yang isi daging dan keju. Kalau mau hemat, disarankan bawa makanan sendiri saja.
Di kompleks Trianon terdapat dua istana, yaitu Le Grand Trianon dan Le Petit Trianon. Inilah yang menjadi tujuan pertama kami. Kompleks ini memang jadwal bukanya baru setelah jam 12 siang. Bangunan di sini lebih terasa sebagai rumah, dibandingkan sebagai istana. Tapi walaupun rumah, tetap rumah kerajaan ya.
Anak-anak sekolah belajar sejarah di Le Petit Trianon.
Kamar tidur Marie Antionette di Le Petit Trianon.
Tempat tinggal pribadi ratu Marie Antoinette adalah sebuah istana kecil yang dikenal dengan nama Le Petit Trianon. Rumah yang cukup mewah ini terdiri dari dua tingkat. Dapur dan tempat penyimpanan barang ada di bawah. Ruang berkumpul bersama teman dan kamar pribadi ratu terletak di lantai atas. Konon di saat pertama kali dibangun, di rumah ini ada tangga rahasia dimana raja bisa langsung masuk ke dalam kamar tidur istri tanpa bisa diketahui orang, termasuk sang istri itu sendiri. Namun waktu Marie Antoinette tinggal di sini, tangga itu dihancurkan dan raja Louis XVI harus melewati tangga biasa kalau mau masuk ke kamarnya.
Di dekat Le Petit Trianon, ada kebun yang dikenal dengan nama The English Garden. Di sini terdapat bangunan yang disebut sebagai The Love Monument, yang di dalamnya terdapat patung seorang Cupid atau malaikat cinta. Penataan kebun ini dibuat mendekati aslinya seperti di jaman Ratu Marie Antoinette masih tinggal di Le Petit Trianon.
Jalan sedikit dari Le Petit Trianon, pengunjung akan menemui istana berukuran sedang yang disebut sebagai Le Grand Trianon. Le Grand Trianon dibangun di tahun 1687 sebagai tempat tinggal Raja Louis XIV. Kemudian gedung ini sempat berganti penghuni, sebelum kemudian menjadi tempat penginapan untuk tamu negara di tahun 1963 dan saat ini menjadi monumen nasional dan museum. Hal yang istimewa dari gedung ini adalah, temboknya banyak dilapisi marmer yang berwarna merah muda.
Le Grand Trianon.
Koridor penghubung di Le Grand Trianon. Marmernya cantik banget.
Karena tempat ini dulunya merupakan tempat tinggal, di sini juga dipamerkan ruang tidur dan ruang sosial yang biasa digunakan oleh keluarga kerajaan jaman dulu. Ruang tidur yang dipamerkan adalah ruang tidur Ratu Marie-Louise, istri dari Napoleon Bonaparte, dan juga ruang tidur Napoleon Bonaparte. Selain ruang tidur, terdapat juga kapel tempat berdoa dan ruang sosial, seperti Mirror Room, yang merupakan ruang berkumpul dengan teman, dan ruang-ruang keluarga. Le Grand Trianon sebenarnya terdiri dari dua bagian bangunan yang dihubungkan oleh sebuah koridor megah yang tiang-tiangnya dilapisi marmer berwarna pink. Kalau lihat aslinya ya, warna pink-nya bagus banget!
Area Le Grand Trianon juga memiliki kebun sendiri yang cantik dan rapi. Konon kabarnya, di masa raja-raja itu berkuasa, tatanan bunga di sini selalu berubah dari waktu ke waktu sehingga tidak akan membosankan.
Bagian ujung dari bangunan ini, sekarang sering dipakai untuk pameran kontemporer. Waktu saya datang berkunjung ke Versailles, di sini sedang diadakan pameran tentang Peter the Great, salah satu Kaisar Rusia yang sangat terkenal. Yang dipamerkan di sini adalah barang-barang milik Peter the Great sekaligus kisah-kisah yang terkait dengan kunjungannya ke Perancis di tahun 1717. Lumayan juga, jalan-jalan ke Perancis, dapat bonus pengetahuan tentang salah satu Kaisar penting dalam sejarah Rusia.
Nah, setelah puas jalan-jalan di kompleks Trianon, kami naik kereta keliling (bayar EUR 12 untuk 3 orang). Selain mengurangi rasa pegal di kaki karena jalan terus, kami juga menghemat waktu karena harus buru-buru ke istana utama di depan sebelum tutup.
Istana utama Versailles.
Istana utama di depan adalah Istana Versailles, atau disebut juga The Palace of Versailles, yang merupakan bangunan utama di sini. Saat kami kesini, ada beberapa bagian dari istana yang sedang direnovasi. Jadi tidak semua tempat bisa dikunjungi. Tapi bagian-bagian utamanya masih tetap bisa dilihat. Buat yang belum tahu, Istana Versailles adalah pusat pemerintahan di Perancis sejak tahun 1682 sampai dengan jaman Revolusi Perancis. Istana ini sudah 30 tahun lebih terdaftar sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.
Istana yang besar banget ini memiliki berbagai ruangan yang cantik-cantik, yang dihiasi dengan panel-panel yang nampak mewah dan perabot yang cantik. Tapi sayangnya, karena waktu Revolusi Perancis tempat ini ikut diserbu massa, di beberapa tempat ornamen-ornamen cantiknya terasa tidak lengkap. Berbeda dengan Museum Louvre yang tidak ikut dijarah di jaman revolusi, dimana keindahan dinding, panel, atap, dan kolomnya terasa sempurna. Saat ini, Istana Versailles memiliki total 2.300 ruangan dengan total luas bangunan 63.154 m2.
Salah satu bagian dari Istana Versailles.
Agak susah juga menjelaskan tentang keindahan ruangan-ruangan yang dipamerkan di dalam istana ini. Mungkin cukup disebutkan bahwa warna-warna emas mendominasi seluruh ruangan dan lukisan mewah (seharusnya) memenuhi dinding. Karena waktu kami datang ke mari, waktu berkunjung hanya tinggal 1 jam, jujur saja saya agak terburu-buru melewati seluruh ruangan di sini. Di banyak bagian, detil-detil yang indah hanya saya lihat sekilas karena khawatir tidak bisa menyelesaikan keseluruhan tempat ini.
Tempat yang paling keren di antara seluruh ruangan yang saya kunjungi di Istana Versailles adalah The Hall of Mirrors, dimana seluruh atap dan dindingnya diliputi oleh lukisan. Tepi langit-langit, kusen jendela dan pintu dihiasi dengan ukiran yang rumit yang berwarna emas. Bagian ini memang dibangun dengan tujuan untuk menunjukkan kesuksesan Perancis dari masa ke masa. Bagian ini sebenarnya merupakan representasi terhadap keberhasilan politik, ekonomi, dan seni yang mana perjuangan untuk mencapainya terekam di ruangan sebelahnya, yaitu Gallery of Battles. Gallery of Battles adalah tempat pameran lukisan yang menggambarkan beberapa peperangan penting yang terjadi sepanjang sejarah Perancis.
The Hall of Mirrors.
Tepat kami selesai melewati Gallery of Battles, Istana Versailles ditutup untuk pengunjung. Nah, karena matahari masih bersinar, dan rasanya sayang kalau sudah ke Versailles tidak jalan-jalan dulu di kota di sekitaran kompleks istana, maka kami bertiga memutuskan untuk berjalan-jalan dulu. Karena jalan-jalan ini tidak direncanakan, jadi saya tidak benar-benar mempelajari nama dan sejarah gedung-gedung yang kami kunjungi atau lewati.
Satu hal yang saya sempat ingat adalah, saat kami mau iseng masuk ke sebuah taman yang disebut sebagai Park Balbi, kami melihat ada beberapa mas-mas yang mukanya agak seram dan bawa botol bir berjalan memasuki taman. Terus, ada adegan seorang cewek teriak-teriak sementara tangannya dipegang erat-erat oleh dua remaja laki-laki. Begitu si perempuan ini berhasil melepaskan diri, dia langsung lari dan masuk ke rumah yang ada di dekat situ.
Salah satu sudut Kota Versailles.
Hadeuh ... langsung deh, kami balik arah dan bergerak menuju ke stasiun untuk pulang ke Paris. Padahal itu masih jam 7 sore dan matahari masih belum dekat dengan cakrawala. Padahal, yang namanya orang minum bir di taman, nggak aneh juga di negara seperti Perancis. Kalau cuma minum bir sebotol, ya nggak akan mabuk. Padahal juga, pada saat itu ada seorang nenek-nenek berjalan keluar taman. Dan padahal juga, kita juga tidak tahu apakah adegan cewek itu cuma main-main remaja atau serius. Yang jelas, minat kami untuk menjelajahi Versailles langsung hilang. Jadinya, kami malam itu tidur cepat, mengumpulkan energi untuk jalan-jalan keliling Paris keesokan harinya.

(Bersambung.)

6 Komentar:

  1. 800 hektar? Lah bener-bener capek kalau mueterin semua kompleksnya dong mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget ... jalan di tamannya, kayak nggak ada habis-habisnya.

      Hapus
  2. karena keasyikan jalan jalan dulu makanya waktu yang dipakai untuk mengunjungi Istana Versailleas cumma sekejap, tapi bagian the hall of mirrors keren banget kak, kelesuruhan dinding hingga sampai langit langit terlukis tentang cerita di masa keemasan prancis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul! The Hall of Mirrors emang keren banget.

      Hapus
  3. Keren dan terawat banget ya museum megah ini .....
    Very beautiful place.

    BalasHapus