13 Februari 2019

Dogo Park dan Sisa-Sisa Yuzuki Castle
Sebelumnya saya sudah bercerita tentang pengalaman berendam di Dogo Onsen. Nah, sekarang saya mau menceritakan tempat bersejarah yang cukup dekat dari situ. Tidak sampai 10 menit jalan kaki dari area Dogo Onsen, saya tiba di di Dogo Park. Sekitar jam 11 siang saya tiba di situ. Berhubung hampir semua petunjuk dan penjelasan dalam bahasa Jepang, saya cuma muter-muter berdasarkan keterangan di internet saja. Di areal Dogo Park, dulunya pernah berdiri kastil yang disebut sebagai Yuzuki Castle atau Yuzuki-Jo.
Alkisah, penguasa daerah ini di abad ke-14 hingga ke-16 memerintah dari Yuzuki-Jo. Tapi di akhir abad ke-16, seluruh bangunannya dihancurkan saat perang melawan Toyotomi Hideyoshi, seorang jenderal penting dalam sejarah Jepang. Saat ini, tidak ada satupun terlihat sisa-sisa bangunannya. Hanya tinggal satu buah bukit yang diatasnya ditata menjadi sebuah taman.
Tebing batu dan kolam buatan yang sudah ada sejak jaman dahulu.
Konon bangsawan kuno suka duduk-duduk sambil menikmati pemandangan ini.
Konon dulunya tempat ini indah karena merupakan tempat kediaman penguasa. Bahkan, sampai sekarang, masih ada sebuah tebing batu dan kolam buatan yang tertata rapi dan indah. Berdasarkan studi arkeologi, taman di sekitar tebing ini adalah tempat pesta dan duduk-duduk para bangsawan jaman dahulu. Oh ya, di dekat tebing ini, dibangun pondokan untuk makan minum. Lumayan, jajanan dari Lawson bisa dimakan di sini. Disediakan tempat sampah juga, jadi sampah bisa langsung dibuang di tempat.
Oleh pemerintah setempat, di Dogo Park dibangun museum mini yang ditata seperti rumah samurai pada jaman dulu. Tadinya saya sempat khawatir masuk kedalam cuma bisa lihat-lihat tanpa baca apa-apa. Bener juga sih, semua penjelasan dalam bahasa Jepang. Tapi untunglah, di sini saya malah menemukan brosur dalam bahasa Inggris. Jadinya pengetahuan tentang Yuzuki-Jo malah bertambah banyak.
Oh ya, di Dogo Park ini terdapat yugama tertua di Jepang, yang disebut sebagai Yekizo Yugama. Yugama adalah tempayan batu raksasa tempat menampung air panas di sumber air panas Dogo. Sebelum bangunan Dogo Onsen Honkan dibangun, air yang keluar dari sumber air dialirkan ke tempayan ini sebelum masuk ke dalam kolam tempat berendam. Saat ini tempayan ini hanya menjadi barang bersejarah yang dihormati penduduk setempat. Yugama ini dibuat di sekitar abad ke-8.
Yugama, tempat penampungan air panas dari sumbernya, dari abad ke-8.
Dogo Park terdiri dari banyak taman, dan semuanya cantik-cantik. Ada yang kurang bagus di musim dingin sih, soalnya itu tempat sakura ditanam. Kalau musim semi, pasti taman ini cantik banget. Dari Dogo Park, saya langsung naik trem ke tempat wisata selanjutnya.
Matsuyama Castle
Tempat wisata yang juga populer di kota Matsuyama adalah Matsuyama Castle atau Matsuyama-Jo. Matsuyama-Jo didirikan di tahun 1603. Pendirinya adalah Katoh Yoshiaki, yang mana merupakan salah satu anggota pasukan dari Toyotomi Hideyoshi. Kastil ini berganti klan pemilik beberapa kali, dan terakhir dikuasai oleh keluarga Matsudaira yang masih bersaudara dengan Shogun. Waktu Shogun menyerahkan kekuasaan pada Kaisar di awal era Meiji, keluarga Matsudaira juga menyerah kepada Kaisar. Karena pemiliknya menyerah, kastil ini tidak jadi dihancurkan oleh tentara Kaisar, dan itulah sebabnya bangunan cantik ini tetap berdiri sampai sekarang.
Matsuyama-Jo terletak di atas bukit. Kalau mau ke Matsuyama-Jo, disarankan untuk naik trem Iyotetsu dan turun di stasiun Okaido. Dari sini, kita bisa jalan kaki sekitar lima menit ke stasiun ropeway, tempat mengambil cable car atau chair lift. Bisa juga jalan kaki ke atas, sekitar 15-20 menit, tapi menanjak ya. Berhubung saya sampai stasiun Okaido jam setengah satu siang, dan malamnya saya sudah naik bus malam ke Osaka, saya nggak mau capek dan memilih untuk bayar 510 yen untuk menggunakan ropeway. Naik ke atas bukitnya pakai chair lift, tapi turunnya pakai cable car.
Matsuyama Castle.
Kompleks Matsuyama-Jo lumayan luas juga. Seperti umumnya kastil di Jepang, di sekitar kastil selalu terdapat taman yang luas. Kastilnya sendiri tidak terlalu luas. Namun bangunan-bangunan pendukungnya masih utuh dan terjaga. Kastil ini ditata sebagai museum yang mengisahkan sejarah daerah Matsuyama berikut penjelasan tentang tokoh-tokoh sejarah yang terkait. Di sini dipamerkan juga baju zirah yang kabarnya pernah digunakan oleh para tokoh-tokoh sejarah itu. Penjelasannya bilingual, jadi saya masih bisa membaca bahasa Inggrisnya. Di bagian atas kastil, kita bisa melihat pemandangan kota Matsuyama.
Kalau ada yang penasaran dengan seberapa berat samurai asli dan bagaimana rasanya membidikkan senapan kuno melalui lubang tembok kastil, di sini kita bisa mencobanya. Di lantai dasar juga ada tempat dimana kita bisa mencoba memakai baju zirah khas Jepang yang lumayan berat itu. Tapi saya tidak mencobanya karena antreannya lumayan menghabiskan waktu.
Dari situ, saya menyempatkan untuk mencicipi es krim rasa jeruk khas daerah Ehime. Walau musim dingin dan angin berhembus lumayan kencang, tapi kapan lagi saya bisa makan soft ice cream rasa jeruk iyo? Untung belum turun salju, jadi masih bisa menikmati es krimnya.
Pemandangan dari atas Matsuyama Castle.
Sekitar jam setengah tiga, saya kembali ke stasiun Dogo Onsen untuk mencoba Botchan Train, kereta wisata di kota Matsuyama. Sayangnya waktu itu jadwal kereta terakhir yang dari Dogo Onsen sudah lewat, jadi saya harus mengejarnya ke Matsuyama City Station.

(Bersambung.)

14 Komentar:

  1. btw itu di jepang ya kak. ditunggu cerita selanjutnya.

    BalasHapus
  2. Dogo Park nya walaupun cuma tebing-tebing gitu, tapi cakep bener yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah kenapa orang Jepang suka bikin taman. Tebing juga dibikin taman. Tapi memang bagus sih.

      Hapus
  3. dogo park kalau musim gugur juga cantik kayaknya ya, mbak...
    daunnya jadi warna warni. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... di musim semi juga bagus. Tapi saya kemarin datang di musim nanggung sih. Musim gugur sudah lewat tapi musim dingin belum masuk.

      Hapus
  4. Pernah nonton nih di waku waku Matsuyama castlenya luas banget halamannya trus pemandangan ke bawahnya keren banget ya mba, ih seneng banget ya bisa ngerasain naik gondola, chairlift sama cablecarnya waa envy sayaah :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, pernah masuk ke Waku-Waku? Saya malahan gak tahu, tuh.

      Hapus
  5. Saya selalu suka lihat dan baca kisah kastil-kastil di Jepang. Megah yang misterius..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi kalau yang umurnya tua ya ...

      Hapus
  6. jadi ingat acara Takeshi Kastil mba... Wajah asli Jepang yah di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... soalnya dibangunnya di jaman Shogun, dahulu kala kan.

      Hapus