15 Maret 2020

Laut Mati dilihat dari balkon kamar hotel.
Waktu berwisata ke Yordania, kami menginap di Ramada Resort di tepi Laut Mati. Lokasi hotel resort ini cukup dekat dengan pantai Laut Mati sehingga kami bisa jalan kaki ke tepinya untuk mencoba mengapung di danau yang terkenal ini.
Laut Mati adalah danau yang berada di perbatasan Palestina, Israel dan Yordania. Disebut laut, mungkin karena memang luas sehingga berdiri di tepinya terasa seperti di tepi laut. (Kemungkinan lain, orang jaman dahulu tidak memiliki kosa kata terpisah untuk konsep “laut” dan “danau”.) Air danau ini dulunya memang benar-benar air laut, yang mengalir dari lautan Mediterania kuno sekitar dua juta tahun yang lalu. Karena ada pergerakan geologis, laut mati tidak lagi terhubung dengan laut Mediterania.
Air di Laut Mati memiliki salinitas atau kadar garam yang sangat tinggi. Menurut Wikipedia, berdasarkan pengukuran di tahun 2011, tingkat salinitas Laut Mati adalah 34,2%. Dengan kadar garam setinggi itu, tidak ada mahkluk hidup, termasuk mikroba, yang dapat hidup di sini. Wajarlah dinamai Laut Mati. Air laut mati dan endapannya mengandung berbagai macam mineral yang dicari oleh banyak orang sejak jaman dahulu kala. Orang jaman dahulu mengambil endapan danau ini untuk mendapatkan aspal untuk pembuatan mumi di Mesir atau potassium untuk pembuatan pupuk.
Jalan kaki ke pantai Laut Mati.
Namun hal yang paling dicari orang dari endapan lumpur dan garam Laut Mati adalah campuran mineral yang dipercaya menjaga kesehatan dan merawat kecantikan. Mandi lumpur Laut Mati atau mandi air garamnya dipercaya dapat membantu mengurangi simptom dari beberapa penyakit kulit atau membuat kulit lebih terlihat awet muda. Bahkan, banyak hotel dan resort mewah didirikan di tepi Laut Mati karena ada banyak orang yang berwisata kesehatan di sini. Wisata kesehatan adalah wisata dimana orang berlibur sekaligus mencari perawatan (umumnya terkait dengan kecantikan).
Nah, orang yang berkunjung ke Laut Mati tidak akan melewatkan kesempatan untuk mencoba mengambang di airnya. Benar sekali, karena kadar garam di air Laut Mati sangat tinggi, orang pasti mengapung di atasnya, meskipun tidak bisa berenang. Karena hotel kami cukup dekat dengan salah satu bagian tepian danau, kami pergi ke pantai privat hotel dengan jalan kaki.
Kata orang yang sudah pernah ke bagian pantai lainnya, pantai Laut Mati landai dan pasirnya halus. Tapi, di pantai yang kami kunjungi, di tepi danau terdapat deposit batu-batu dan kerikil yang tajam. Saya tidak membawa kamera saat masuk ke dalam Laut Mati, jadi tidak bisa memotret batu-batuan yang ada. Yang jelas, warna batu-batunya bervariasi, ada yang putih, cokelat muda, agak gelap, dan lain-lain. Kerikil ini tajam sekali dan bisa menusuk, jadi pengunjung di sini diminta memakai sandal saat masuk ke dalam danau. Hanya saja, kalau kita berjalan sekitar lima meter ke arah dalam danau, kaki kembali bisa menjejak di pasir halus. Itu kalau bisa menjejak ya, karena ...
Orang yang masuk ke Laut Mati bisa dipastikan akan mengambang di permukaan air. Waktu saya masuk ke dalam danau, begitu tinggi airnya mendekati pinggang, otomatis saya tertarik ke atas dan mulai mengapung. Untuk bisa kembali ke posisi berdiri cukup susah, apalagi ada arus air di bawah, sama seperti laut beneran. Jadinya saya memilih pasrah, mengapung di permukaan saja.
Kolam lumpur tempat wisatawan mencoba lumpur Laut Mati.
Air Laut Mati kadar garamnya tinggi banget. Rasanya? Pahit banget! Saat airnya menyentuh bibir, saya berusaha untuk tidak membuka mulut, tapi tetap saja ada rasa pahit yang masuk ke dalam mulut. Rasa pahit itu tidak hilang sampai saya selesai berenang. Air Laut Mati berbahaya untuk bagian dalam badan, jadi tidak boleh diminum dan tidak boleh terminum. Menurut tour guide, kalau ada turis yang tidak sengaja meminum air danau saat berenang, harus dibawa ke dokter karena airnya harus dipompa keluar. Tapi percayalah, orang tidak akan berminat meminum airnya karena rasanya pahit banget dan membuat lidah terasa kesat.
Air danau juga berbahaya untuk mata, makanya kami para wisatawan diminta untuk menggunakan kaca mata renang saat masuk ke air. Untuk jaga-jaga saja sih, kalau-kalau saat berenang ada cipratan air ke arah mata. Mata kalau terkena air Laut Mati akan terasa perih. Kalau terus-terusan, bisa rusak matanya.
Di tepi danau terdapat tempat khusus yang disiapkan untuk wisatawan untuk mencoba mandi lumpur yang diambil dari tengah danau. Kolam lumpur ini cukup banyak peminatnya. Lumpur Laut Mati sudah dikenal sejak jaman dahulu untuk membantu merawat kecantikan kulit. Umumnya orang-orang mencoba melumuri badannya dengan lumpur, lalu berjalan ke tengah danau dan membersihkan lumpurnya dengan air garam.
Laut Mati adalah titik terendah di area terelevasi di Bumi. Maksudnya, Laut Mati adalah titik terendah di atas tanah di benua yang ada di Bumi. (Titik terendah di Bumi tetap dasar dari Palung Mariana yang berada di bawah laut.) Posisi dasar Laut Mati adalah 432 meter dibawah permukaan laut, sedang tepi danau bisa 398 meter di bawah permukaan laut.
Titik terendah di Bumi.
Konon, berada di area yang rendah seperti ini bisa membantu pasien dari beberapa jenis penyakit yang terkait dengan pernafasan. Saya tidak tahu pastinya. Tapi yang jelas, saat saya naik bus dari daerah yang di atas permukaan laut dan masuk ke daerah yang berada di bawah permukaan laut, botol plastik air mineral semuanya mengkerut. Tekanan udara di bawah permukaan laut memang lebih besar dibandingkan tekanan udara di atasnya.
Udara di sekitar Laut Mati sangat kering. Jadi jangan heran kalau kami para turis jadi banyak minum air. Selain udaranya kering, matahari juga bersinar panas jadi sunscreen dan lotion pelembab adalah barang yang wajib dipakai di sini. Buat yang mau wisata ke tepi Laut Mati, bisa memilih berbagai resort yang ada di tepi danau. Jangan lupa membeli oleh-oleh khas sekitar sini, yaitu sabun yang sudah mengandung lumpur atau garam Laut Mati. Lumayan kan, sekali-sekali oleh-olehnya sabun kecantikan, bukan banyak gantungan kunci atau dompet kain.

19 Komentar:

  1. Unik juga yaa wisata laut mati yordania. Dan seolah-olah Laut itu mengandung kadar garam hitam yang lebih banyak. Sehingga menutupi hampir seluruh pantai. Seolah jadi tanah terapung.😊😊

    Apakah bisa ada perubahan, Atau memang murni lautan mati.😲😲

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang katanya airnya semakin menyusut karena penguapan lebih banyak dari pada air yang mengalir kemari. Pemanasan global, mungkin.

      Hapus
  2. wah mba, udah sampai sini aja... tempat firaun tenggelam jga ya mba ini hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh... iya, ya? Malah tak tahu saya.

      Hapus
    2. menurut sejarah sih begitu mba :D

      Hapus
  3. Wow, air lautnya saking asinnya malah jadi pahit ya mbak Dyah, serem juga ya apalagi kalo sampai tertelan banyak, bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Kenapa lupa bawa kamera pas di laut mati mbak, apa ada larangan foto foto gitu di laut mati ya??

    Enak juga berenang di laut mati, tak akan tenggelam biarpun ngga pandai berenang ya.😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ada larangan foto-foto. Cuma kadar garam di air dan udara sekitar memang bisa merusak kamera dan handphone.

      Hapus
  4. Waa kok aku malah membayangkan mandi lumpur garam di laut mati ya. Biar awet muda dan nambah cantik, wqwq
    Sayang bgt ga bawa kamera pas ke laut mati ya mbak. Penasaran bgt aku huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, iya. Banyak yang maskeran lumpur laut mati karena ingin awet muda. Saya nyobain juga sih, tapi nggak kelihatan tambah muda. Hahaha...

      Hapus
  5. Menakjubkan ya!.
    Aku pernah lihat foto-foto sahabatku orang Amrik di ig tentang liburannya ke Laut Mati ..., dia ngapung - ngapung asik 🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... nggak bisa berenang pun tetap mengapung.

      Hapus
    2. Unik 🤩
      Ngga mahir renang pun bisa ngapung di Laut Mati.

      Sayang ya, kak ..., bagian laut private hotel malah banyak bebatuan runcing didasarnya.

      Hapus
    3. Mungkin karena nggak banyak orang ke sini ya, jadi batu-batunya nggak diambili orang atau bergeser oleh kaki-kaki.

      Hapus
  6. Dulunya saya heran kok bisa laut mati jadi tempat terendah karena saya pikir terhubung dengan laut lepas. Ternyata sebuah danau :)

    Yang unik orang bisa ngambang yah karena faktor salinitas yang tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Pada dasarnya itu danau yang airnya nggak lari ke mana-mana kecuali menguap ke udara.

      Hapus
  7. Keren banget, selain ada laut mati, air dengan kadar garam sangat tinggi dan berada di titik terendah bumi.

    BalasHapus
  8. Wah hebat bisa jalan2 kesana... sukses selalu kak

    BalasHapus