10 Januari 2021

Hari gini, apa sih yang nggak bisa dilakukan dari rumah? Bahkan, bisa dikatakan hampir semua aktivitas dipaksakan untuk dapat dilakukan di rumah. Ya, memang dengan adanya wabah covid-19 ini, semua orang dipaksa untuk melek teknologi dan memanfaatkannya untuk kepentingan sehari-hari.

Masyarakat secara umum mendadak mengembangkan kemampuannya dalam menggunakan gawai agar tetap bisa memenuhi kebutuhannya. Saya salah satunya. Yang tadinya lebih suka jalan kaki ke mana-mana, sekarang cuma berjemur di rumah dan jalan-jalannya pakai jari lewat hape saja.

Nah, apa saja yang bisa dilakukan di rumah selama pemerintah membatasi kegiatan di luar rumah akibat pandemi covid-19 ini?

Bekerja di rumah. Pakai kaos onblong saja cukup.

Bekerja

Dulu orang memandang sebelah mata para pekerja yang bekerja di rumah. Freelance ataupun pegawai tetap yang memang posisinya bisa dirumah, misalnya asisten pribadi online, penerjemah, perancang (apapun), content writer, atau social media manager, cenderung dianggap pekerjaan yang kurang bermakna. Sekarang, hampir semua pekerjaan bisa dikerjakan di rumah, dan tidak ada yang memandang rendah para pekerja yang bekerja di rumah saja. Bahkan, kita menaruh rasa kasihan pada pekerja yang tidak mungkin hanya bekerja di rumah, misalnya dokter, perawat, petugas kebersihan, petugas keamanan, pengelola BTS/menara pemancar dan jaringan PLN, anggota tim SAR, pengantar barang/kurir, dan lain-lain.

Saya juga jadi biasa kerja di rumah, lho. Kalau dulu buka komputer karena mau ngeblog, sekarang buka komputer terus buka email kantor. Bikin flowchart kegiatan sampai struktur organisasi yang diminta bisa dilakukan sambil mendengarkan musik dan ngemil. (Di kantor agak susah mendengarkan musik karena banyak orang yang mampir ke meja dalam rangka kerjaan. Kalau di rumah, semua menghubungi via WhatsApp, jadi kupingnya bisa dipakai untuk mendengarkan lagu.)


Belanja

Ternyata jalan-jalan di mall adalah salah satu dari hobi saya di tahun-tahun sebelumnya. Jalan-jalan di mall ini kebanyakan dalam rangka belanja atau membeli makanan, ya. Tapi di masa pandemi, dimana pemerintah membatasi kegiatan di luar rumah, hampir semua kegiatan belanja saya lakukan dari rumah. Dari beli susu, minyak ikan, wajan, camilan, es krim, sampai kompor, semua bisa dilakukan di lapak online. Yang masih saya beli langsung di toserba atau supermarket adalah telur, daging segar, dan sayuran. Bukan apa-apa, sampai sekarang masih belum percaya barang-barang itu bisa sampai di rumah dengan selamat kalau nggak dibawa sendiri.


Belajar

Sekarang belajar online ternyata lagi ngetrend, lho. Saya nggak bicara tentang sekolah-sekolah yang tutup karena pandemi, namun soal belajar online yang dilakukan oleh pegawai dan masyarakat luas. Bahkan, menurut berita yang saya baca di aplikasi BBC, ada kenaikan peserta kursus bahasa online.

Saya sendiri pernah mencoba ikutan kelas gratis online yang diselenggarakan oleh sebuah universitas luar negeri. Lumayan juga. Cuma, karena gratisan, jadi tidak semua modul bisa dibuka. Selain itu saya juga pernah ikut seminar gratisan dan juga pelatihan berbayar yang ada kaitannya dengan pekerjaan. Mungkin harusnya tahun 2021 ini saya ambil training online yang lebih serius, ya. Cuma belum yakin mau kursus apa. Nggak pergi ke mana-mana bukan berarti nggak cari ilmu, kan.


Nonton film

Setelah dipikir-pikir, saya ternyata juga penggemar nonton film di bioskop. Sekarang, nonton di bioskop adalah kenangan masa lalu yang belum tentu bisa dilakukan lagi di waktu dekat. Tapi para penggemar film tidak perlu khawatir, karena banyak film yang dapat ditonton secara online. Dengan biaya yang lebih murah karena dengan langganan bulanan atau tahunan, kita bisa menonton banyak pilihan film. Bahkan, banyak film yang tidak bakalan masuk bioskop Indonesia yang bisa dinikmati secara online.


Reunian

Terakhir reunian teman-teman SMA adalah habis lebaran tahun 2018. Sedangkan kumpul-kumpul keluarga besar terakhir adalah awal tahun 2020. Sekarang, reunian teman-teman dilakukan secara online, pakai Zoom atau Google Meet. Enaknya reunian online adalah: nggak perlu mandi (oops) yang penting pakai baju yang representatif, terus bisa kenalan dengan seluruh keluarga (terutama anak, karena biasanya anak-anak suka ikutan nempel ke orang tuanya pas reunian online begini). Kelebihan lainnya: yang biasanya nggak bisa ikutan karena masalah jarak kini bisa ikutan karena kan jarak tidak menghalangi kebersamaan secara online.


Mengelola keuangan

Sekarang semakin banyak orang yang memanfaatkan fasilitas mobile banking dan online banking untuk menjalankan transaksi keuangannya. Dulu kegiatan ini terbatas pada transfer atau beli surat berharga. Sekarang orang sudah bisa buka tabungan secara online. Cuma, memang tetap ada beberapa hal yang masih perlu dilakukan di kantor cabang, misalnya menaikkan preferensi resiko (kalau mau jual beli reksadana) atau mengganti nomer PIN ATM. Tapi secara umum, untuk transaksi sehari-hari sih, kita nggak perlu keluar rumah. Ini bukan iklan, ya. Jadi saya nggak akan menyebutkan merk tertentu.


Konsultasi ke dokter

Khusus yang satu ini, saya belum pernah melakukannya. Tapi ternyata beberapa teman kantor saya sudah pernah konsultasi dengan dokter secara online. Mereka bilang, cukup efektif untuk bebeapa jenis penyakit yang bisa ditangani oleh dokter umum. Kebetulan, aplikasi yang menyediakan jasa konsultasi dokter online juga menyediakan layanan pembelian obat secara online. Jadi cukup membantu. Paling tidak, kita tidak perlu ke rumah sakit atau klinik untuk penyakit yang masih bisa ditangani di rumah. Bukan hanya praktis, namun juga mengurangi kemungkinan kita justru ketularan penyakit di rumah sakit. Serem kan, kalau penyakit ringan malah membuat kita terpapar penyakit yang lebih berat.


Nonton konser

Adik saya suka banget ama satu grup boyband Jepang ini dan dia suka nonton konser mereka. Di tahun 2020, dimana dia nggak bisa pergi-pergi untuk nonton konser, ternyata perusahaan manajemen artis grup ini membuka konser online untuk fans dari seluruh penjuru dunia. Jadinya, dia beli tiket online dan nontonnya online juga lewat komputer. Nah, saya yang bukan anggota fans club jadi bisa ikutan nonton karena kan tinggal duduk di sebelah dia selama konser. Hahaha! Tentunya konser online tidak ada rasa seperjuangan dengan sesama penonton seperti nyanyi bareng atau jejeritan bareng pas mas-mas idol dadah-dadah ke kita. (Jadi kangen datang ke konser dan nyanyi bareng-bareng ama seluruh penonton.) Tapi lumayan sih, karena bisa menghibur para penggemar (dan orang lain) yang haus hiburan.

 

Nah, itu semua kegiatan yang sebelumnya lebih banyak dilakukan di luar rumah, namun sekarang semakin banyak dilakukan di dalam rumah. Mungkin pembaca punya kegiatan lain yang sekarang dilakukan di rumah karena tidak bisa sembarangan keluar rumah?

16 Komentar:

  1. Yaa benar sekali era teknologi seperti sekarang ini memang semua serba bisa dikerjakan dirumah.😊😊

    Namun ada kalanya terkadang kita sebagai manusia yaa punya rasa jenuh juga, Meski apa yang dikerjakan dirumah atau Fasilitas dirumah serba ada, Tetapi terkadang kita perlu juga yang namanya Reflesing keluar dari yang namanya rumah.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, sih. Kalau di rumah terus-terusan juga bosan. Tapi kalau pas jalan-jalan, harus hati-hati dan jaga protokol kesehatan.

      Hapus
  2. semakin hari dunia ini membuat manusia semakin dimudahkan, semakin pula manusianya semakin malas. seperti pisau bermata dua yang mungkin bisa melukai penggunanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadinya harus bijak dalam menggunakan perkembangan teknologi, ya.

      Hapus
  3. Aku lumayan jd terbiasa juga skr. Ngerjain apapun dr rumah:). Malah kantor suami LG nyusun planning utk membuat team suami bisa seterusnya Wfh Krn terbukti produktifitas mereka meningkat, dan kantor jd hemat juga :D. Aku sih seneng kalo pak suami Wfh. Setidaknya ongkos bensin jd berkurang hahaha.

    Ada bgsnya memang pandemi ini mba. Aku jg jd terbiasa banget pake masker kemanapun. Malah skr ini, jd ga biasa kalo kluar rumah tanpa masker. Hrs pake kemanapun. Rasanya memang jd kayak underwear, yg bakal risih kalo ga pake :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelum pandemi saya sudah biasa pakai masker karena naik ojek online di jalanan di Jakarta. Masker kan mengurangi dampak polusi pada pernafasan dan muka. Tapi di masa pandemi memang masker jadi wajib dan kayaknya aneh kalau keluar rumah tanpa masker. Btw, adik saya juga kerja WFH terus dan kayaknya bakalan terus di rumah bahkan sampai setelah pandemi selesai. Dia cuma ke kantor kalau meeting proyek besar dan ketemu klien. Itu juga paling sebulan sekali. Sayangnya kantor saya nggak mungkin begitu.

      Hapus
  4. Kayaknya yang aku lakukan paling hanya belanja online dan nonton film dari rumah saja.

    Kalo nonton film sudah lama ku lakukan, senang download film.😂

    Tapi beda rasanya memang nonton langsung di bioskop dengan lewat hape, tapi mau bagaimana lagi, bioskop juga masih banyak yang tutup, terus jarang film bagus yang tayang, rata rata menunda jadwal rilisnya, seperti film The Eternal yang rencananya rilis November 2020 ditunda jadi Februari 2021, eh sekarang katanya ditunda lagi jadi November 2021. Semoga saja ngga ditunda jadi 2022.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton film di hape, kalau film action, rasanya kurang gahar ya. Soalnya gambarnya kecil. Tapi apa daya, harus bersabar dulu sekarang.

      Hapus
  5. Haloo mbak, udah lama nih ga main ke sini hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga ... Iya nih, lagi kena penyakit males ngeblog. Jadi kurang aktif.

      Hapus
  6. Semoga semua ini cepat berlalu 😭🙏

    BalasHapus
  7. Aku sudah dari maret dirumah terus, kerjaan cancel semua. sedih yaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ada rejeki baru di tahun ini ...

      Hapus
  8. Kurang lebih sama, Mba. Saya pun sekarang lebih banyak ngambil kerjaan ngeblog dan review makanan, untuk ngajar bisa dibilang vakum setahunan ini. Belanja pun lebih banyak di Shopee dan Lazada. Ke pasar tradisional dan minimarket sih tetap. Ah moga pandemi segera berlalu deh, biar kembali pada kegiatan semula. Semudah apapun kehidupan dunia digital, dunia luar pun tetap dibutuhkan, untuk membantu penghasilan para crew mall, resto, dll...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, Mbak. Makanya sekarang tetap hati-hati keluar rumah untuk membantu mengurangi penyebaran covid. Biar segera kembali normal.

      Hapus