27 April 2014


Akhirnya, saya berkesempatan juga mencoba bus wisata Jakarta gratis ini. Lumayan juga. Busnya bersih. Maklum, masih baru. Ada tour guide yang menjelaskan tentang gedung-gedung yang dilewati. Selain tour guide, ada petugas yang bertugas mengatur jumlah penumpang agar semua bisa duduk. Walau penataan kegiatannya, dan juga penjelasannya tour guide, belum serapi bus wisata di luar negeri, bolehlah usaha ini diacungi jempol.
Bus Wisata Bertingkat di Jakarta
Saya tiba di halte city tour (bus wisata) di area Pasar Baru tepat jam 12:00. Posisinya di Jl. Gedung Kesenian, di seberang Gedung Kesenian Jakarta, satu deret dengan kios-kios pelukis. Di situ sudah ada bus bertingkat yang berhenti di halte. Sayangnya sudah penuh! Seluruh bangku sudah terisi. Bus wisata tidak menerima penumpang berdiri. Jadi, kalau semua bangku sudah terisi, ya harus menunggu putaran berikutnya. Karena perkiraan saya bus baru akan datang 1 jam lagi (yang mana perkiraan ini hampir benar!), maka saya menyempatkan diri untuk lari ke Pasar Baru untuk makan siang sebelum kembali mengantre di halte city tour ini.
Sekitar jam dua kurang lima belas menit, saya kembali ke halte city tour dan menemukan beberapa keluarga yang sudah menunggu bus. Mereka mengeluh karena sudah ada tiga bus wisata yang lewat, namun tidak ada satupun yang berhenti. Menurut tukang pisang goreng di dekat situ, cuma bus nomer 2 saja yang berhenti di halte city tour Pasar Baru, yang lainnya tidak. Jadi kami harus menunggu sampai bus yang dimaksud datang.
Bus yang dinanti akhirnya tiba juga!
Tepat sebelum jam 13:00, ada dua bus wisata yang datang hampir bersamaan, tapi hanya satu yang berhenti. Inilah bus nomer 2 yang ditunggu-tunggu itu! Petugas mempersilahkan penumpang yang hendak turun untuk turun terlebih dahulu sebelum mengundang kami-kami yang sudah menunggu untuk masuk ke dalam bus. Ada lima orang petugas di dalam bus, yaitu: sopir, dua tour guide (kerjanya bergantian), seorang polisi pariwisata, dan petugas dinas pariwisata (kondektur). Mereka menghitung penumpang dan memastikan semua yang masuk mendapatkan tempat duduk.
Setelah penuh, bus mulai berjalan sementara tour guide menjelaskan tentang gedung-gedung dan area yang dilewati bus. Bus bergerak melewati kathedral, masjid istiqlal, istana negara, monas, bunderan HI, lalu kembali ke arah Pasar Baru.
Tour Guide sedang menjelaskan tentang Istana Merdeka di perjalanan.
Sekitar jam 13:30, kami tiba di depan Museum Nasional (Museum Gajah). Tiba-tiba ada pengumuman bahwa bus akan istirahat selama setengah jam, karena sopir dan krunya akan makan siang. Penumpang boleh menunggu di dalam bus atau jalan-jalan dahulu di luar. Berhubung saya memang tidak berminat untuk kembali ke Pasar Baru, maka saya memutuskan untuk mengakhiri uji coba naik bus wisata ini dan berjalan menuju halte transjakarta (busway) Monumen Nasional. Eh ... pas naik bus transjakarta, terlihat ada satu bus wisata yang juga sedang istirahat di halte city tour Monas 2. Berarti, memang jam 13:30 – 14:00 adalah jam istirahat sopir dan kru bus wisata bertingkat. Singkat cerita, jangan mencoba naik bus wisata di jam-jam segitu.

Info Singkat tentang Bus Wisata Bertingkat Jakarta

Informasi yang saya dapat saat menaiki bus wisata di hari Sabtu yang lalu yah:

Ada 9 halte city tour (sesuai pengamatan penulis sepintas lalu saat naik bus):

  • Halte Pasar Baru (Jl. Gedung Kesenian, tepat di seberang Gedung Kesenian Jakarta)
  • Halte Masjid Istiqlal (Tidak jauh dari gerbang utara, di seberangnya stasiun Juanda)
  • Halte Monas 1 (Di dekat pintu Monas barat, silang Monas barat laut)
  • Halte Monas 2 (Jl. Medan Merdeka Selatan, gerbang selatan Monas)
  • Halte Balaikota (Jl. Medan Merdeka Selatan, di halte bus depan Balai Kota)
  • Halte Sarinah (Jl. M.H. Thamrin, di depan mall Sarinah)
  • Halte Bunderan H.I. (di halte bus depan Plaza Indonesia)
  • Halte Museum Nasional (di halte bus depan Museum Nasional a.k.a Museum Gajah)
  • Halte Pecenongan (Jl. Ir. H. Juanda, dekat Bank Panin-ANZ)
Penanda halte bus city tour, tempat pemberhentian bus wisata.

Armada bus wisata terdiri dari 5 bus bertingkat

Masing-masing bus hanya berhenti di halte tertentu saja. Contohnya, bus nomer 2 hanya berhenti di halte Pasar Baru, halte Sarinah, halte Bunderan H.I. dan halte Monumen Nasional. Bus yang lain punya tempat pemberhentian yang berbeda. Jadi, jangan heran kalau ada bus wisata yang tidak berhenti saat melewati halte city tour tertentu.

Waktu tempuh kurang dari 1 jam

Menurut petugas, sekali putaran dari dan ke tempat asal (melewati seluruh halte) menempuh waktu kurang dari satu jam. Kalau dari pengamatan saya, sekali putaran memang menghabiskan waktu sekitar 50 menit.

Biaya: gratis (sampai dengan saat artikel ini ditulis)

Walau gratis, pelayanan yang diberikan tidak murahan. Kru setiap bus terdiri dari sopir, tour guide, kondektur, dan polisi pariwisata. Semua sopir bus wisata perempuan.

Jam operasional dan rute perjalanan

Jam operasionalnya mulai jam 9:00 sampai jam 19:00. Waktu istirahat jam 13:30 – 14:00.
Rute bus wisata: Jl. Gedung Kesenian – Jl. Kathedral – Jl. Veteran – Jl. Veteran III – Jl. Medan Merdeka Utara – Jl. Medan Merdeka Barat – Jl. Medan Merdeka Selatan – U Turn ke arah Jl. M.H. Thamrin -  Jl. M.H. Thamrin – Bunderan HI – Jl. M.H. Thamrin ke arah utara – Jl. Medan Merdeka Barat – Jl. Ir. H. Juanda – kembali ke Jl. Gedung Kesenian. Titik keberangkatan untuk tiap-tiap bus berbeda-beda.
Gedung/area yang menjadi titik utama penjelasan Tour Guide adalah: Masjid Istiqlal, Istana Merdeka, Monumen Nasional (Monas), Segitiga Emas (penjelasan singkat), Bunderan HI, Museum Nasional.
Nampak depan. Ini bus nomer 2, karena plat nomernya berakhir dengan angka 2.

Website

Petugas di bus memakai kaos yang bertuliskan “http://www.jakarta-tourism.go.id”, tapi sayangnya website ini tidak memberikan keterangan tentang Bus Wisata bertingkat ini. Sayang sekali, yah?

0 Komentar:

Posting Komentar