16 November 2014


Di bagian ini, saya hanya akan membahas sedikit tentang hari terakhir kami di Vietnam, sekaligus beberapa tips untuk pergi ke Vietnam.

Sepintas Ho Chi Minh City


Hari terakhir di Vietnam kami habiskan di Ho Chi Minh City, ibu kota Vietnam. Karena waktunya tidak banyak, maka kami tidak banyak berkeliling di sini. Hanya ada beberapa tempat saja yang kami kunjungi:

1.       Ben Thanh Market


Patung Jendral Tran Nguyen Han dengan latar belakang Ben Thanh Market.
Ben Thanh Market adalah salah satu pusat perbelanjaan tradisional di Ho Chi Minh City yang sangat dikenal oleh wisatawan asal Indonesia. Di sini saya bertemu banyak orang Indonesia dan orang Malaysia. Para pedagang di sini mengerti sedikit-sedikit bahasa Melayu ataupun bahasa Indonesia. (Terutama sekali kata-kata yang terkait dengan perdagangan, seperti angka-angka, “mahal”, “murah”, “menawar”, “jelek”, “bagus”, dan lain-lain.) Jadi, kalau mau kasak-kusuk soal harga atau kualitas barang, sangat disarankan untuk menggunakan bahasa daerah masing-masing. Hahaha!

Banyak orang yang bilang harga barang-barang di Ben Thanh murah, tapi itu, menurut saya, dikarenakan mereka belum pernah pergi ke kota yang lebih kecil (seperti Hue). Dibandingkan dengan pasar di Hue dan pasar di Hoi An, harga barang di Ben Thanh sebenarnya sedikit lebih mahal. Hanya saja, kabarnya sih, harga di sini tetap lebih murah dibandingkan harga di Hanoi.

2.       Independence (Reunification) Palace


Bangunan ini dulunya adalah tempat tinggal Gubernur Jendral di jaman penjajahan Perancis. Setelah beberapa kali berganti kekuasaan, gedung ini kemudian dipakai oleh pemerintah negara Vietnam Selatan sampai dengan berakhirnya perang saudara di Vietnam. Di tempat ini juga konvensi persatuan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan digelar di tahun 1975. Bangunan ini hingga saat ini masih dipakai sehingga tidak semua tempat bisa dimasuki.

Di sini ada ruang pertemuan yang bisa disewa oleh khalayak umum untuk penyelengaraan kegiatan. Menurut saya, gedung ini jadi mirip dengan Gedung Arsip di Jakarta. Saat saya datang ke Independence Palace ini, ruang pertemuannya sedang dipakai untuk pembukaan tahun ajaran sebuah sekolah internasional. Jadinya, waktu itu, daerah jelajah turis menjadi semakin sempit.

3.       Central Post Office


Bagian dalam Central Post Office Ho Chi Minh City.
Kantor pos pusat di Ho Chi Minh. Saya sarankan, kalau berkesempatan berkunjung kemari, jangan lupa mengirimkan kartu pos. Harga perangko untuk mengirim kartu pos dari Vietnam ke Indonesia adalah 10.500 Dong. Kira-kira separuhnya harga perangko untuk mengirim kartu pos dari Indonesia ke Vietnam.

4.       Saigon Notre-Dame Basilica


Nama asli dari Saigon Notre-Dame Basilica adalah Basilica of Our Lady of The Immaculate Conception. Letaknya persis di seberang kantor pos. Gereja ini dibangun oleh Perancis di akhir abad ke-19. Karena kami datang ke situ bukan di hari Minggu, gereja tidak dibuka. Jadi kami tidak dapat melihat-lihat bagian dalamnya. Di depan gereja ini, ada taman kecil yang mana di situ terdapat patung bunda Maria.

5.       Trung Nguyen Cafe


Menyeduh kopi khas Vietnam di Trung Nguyen Cafe.
Trung Nguyen adalah merk kopi yang sangat terkenal di Vietnam. Selain memproduksi kopi, perusahaan ini juga memiliki jaringan cafe yang menyuguhkan kopi dengan berbagai kualitas. Berbeda dengan Starbuck yang mengandalkan keanekaragaman minuman olahan kopi, Trung Nguyen Cafe mengandalkan penjualan kopi dengan kualitas premium. Di sini orang bisa memilih untuk membeli kopi “biasa” yang harganya hanya 40.000 Dong per gelas atau yang seharga 194.000 Dong per gelas. Semua jenis kopi itu diseduh secara tradisional khas Vietnam. Wow!

Trung Nguyen Cafe punya banyak outlet. Kalau penasaran, cukup cari websitenya atau cari di googlemaps. Pasti ketemu.

Oh ya, untuk yang mencari makanan halal di Ho Chi Minh, jangan pernah takut kesulitan mencari makan. Di District 1 ada beberapa restoran halal. Bahkan, di pasarpun Anda juga bisa melihat tempat makan halal. Ho Chi Minh City adalah surga belanja orang Malaysia, jadi sudah pasti banyak orang yang membuka usaha rumah makan halal di sini.

Penutup – Tips Berkunjung ke Vietnam


1.         Menarik Uang di ATM Bank di Vietnam


Ada beberapa orang yang memilih untuk membeli USD (dollar Amerika) di Indonesia lalu menukarnya di di Vietnam, ada juga yang memilih untuk menarik uang dari ATM. Dalam keadaan normal, tidak ada perbedaan kurs yang berarti diantara kedua cara ini. Hampir semua bank besar di Vietnam memiliki jaringan ATM dimana orang Indonesia bisa menarik uang Dong dengan mudah. Karena sesaat sebelum berangkat ke Vietnam ada permasalahan kecil diantara kami, akibatnya saya menggantungkan diri pada kartu ATM saya untuk menarik uang Dong. Saya menggunakan kartu ATM dengan jaringan Visa. Ini catatan saya tentang pengalaman menarik uang di ATM beberapa bank:

a.       Agribank. Biaya menarik uang di ATM Agribank adalah 20.000 Dong. Saya senang dengan bank ini karena di slip penarikannya saya bisa melihat jumlah uang saya di rekening dalam mata uang Dong. Paling nggak, saya tahu sisa uang saya di rekening berapa setelah penarikan.

b.      Vietcombank. Bank milik pemerintah ini memiliki jaringan ATM di mana-mana. Bank yang dipercaya oleh banyak blogger ini juga mengenakan biaya 20.000 Dong untuk penarikan uang melalui ATM. Di slip penarikannya juga ada tulisan “available balance”, tapi angkanya aneh, dan tidak cocok dengan catatan di laporan rekening saya. Jadi saya agak meragukan fungsi bagian itu di slip penarikan ATM Vietcombank.

c.       VietinBank. Bank ini mengenakan biaya 55.000 Dong untuk penarikan melalui ATM. VietinBank juga memiliki jaringan ATM yang banyak di daerah-daerah wisata, jadi banyak wisatawan yang menarik uang di ATM ini. Kalau saya sih, nggak pengin lagi menarik uang di ATM Bank ini. Mahal!

2.         Bahasa


Petunjuk trilingual di Khai Dinh Tomb.
Banyak orang Vietnam yang bisa berbahasa Inggris, walaupun terbatas dan logatnya agak susah dimengerti. Jadi, jangan khawatir kalau nyasar, pasti akan ada yang bisa membantu. Di beberapa daerah, orang lokal juga bisa bahasa Perancis, jadi kalau bisa bahasa yang satu ini juga akan membantu kalau backpacking ke Vietnam.

Khusus kalau datang ke Ho Chi Minh City, mengobrol dalam bahasa Indonesia di pinggir pasar bisa membuat preman lokal datang dan memaksa untuk mengantar kita ke rumah makan halal atau toko baju muslim (tentu saja dengan tips untuk mereka).

3.         Transportasi


Banyak orang yang bercerita tentang kasus penipuan saat naik taksi atau ojek. Itulah sebabnya kami selama jalan-jalan di Vietnam sangat mengandalkan sewa mobil melalui hotel. Yang ini saja bisa sakit hati waktu sopirnya memaksa harus makan di rumah makan yang mahal atau tidak mau berhenti di suatu tempat di pinggir jalan. Tukang ojek juga akan mengantar kita ke tempat dimana kita dipaksa untuk membeli makanan atau barang lain yang harganya lumayan. Yang penting, sebagai turis, selalu waspada dan dibawa enjoy saja.

4.         Makanan


Pedagang kaki lima. Mereka ternyata juga dikejar-kejar tramtib loh.
Kalau mau backpacking di kota-kota kecil di Vietnam, harap diingat bahwa jarang sekali ada makanan halal, kecuali makanan vegetarian dan seafood. Tapi kalau di Ho Chi Minh City, jangan khawatir ... ada banyak makanan halal. Yang penting sudah browsing dulu di internet sebelum berangkat.

5.         Bandara Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City


Bandar Udara Tan Son Nhat memiliki dua terminal yang berbeda untuk penerbangan internasional dan penerbangan domestik. Walaupun posisi gedungnya bersebelahan, tetap saja perlu waktu untuk berpindah dari bagian satu ke bagian lainnya. Jalan kaki dari bagian internasional ke bagian domestik hanya sekitar 5 menit. Tapi saat masuk ke bagian yang lain, kita harus mengulangi semua dari awal: pemeriksaan bagasi, check in dan mengurus bagasi, belum lagi mencari-cari gate tempat pemberangkatan pesawat. Itu semua butuh waktu.

Belum lagi, penerbangan domestik bisa terlambat, atau bisa saja tiba-tiba ada pengumuman agar penumpang masuk melalui gate yang berbeda. Waktu saya hendak menuju ke Hue, pesawat sempat terlambat hampir satu jam. Dan, kami harus masuk di gate yang berbeda dengan gate yang ditentukan sebelumnya. Apa boleh buat, kami duduk-duduk bengong hampir satu jam di terminal domestik.

6.         Have fun!


Foto-foto di pantai pasir putih.
Vietnam adalah negara yang memiliki berbagai keunikan. Makanannya khas, lagu-lagunya juga unik, alamnya indah, dan arsitekturnya juga menarik untuk dilihat. Harga-harga di sana juga relatif murah. Selama kita berhati-hati, semoga tidak ada hambatan yang berarti untuk menikmati seluruh keindahan alam dan budaya Vietnam. Jangan lupa bersenang-senang!

(Selesai.)

2 Komentar:

  1. Salam..
    Good info^^
    Nak recommend local tourist guide..Boleh hubungi Abdolloh, seorang tourist guide muslim berbangsa Melayu Champa dan fasih berbahasa Melayu utk sebarang pertanyaan mengenai pakej secara ground atau sbrg lawatan di Ho Chi Minh (Mekong, Chu Chi Tunnels, tmpt2 shopping, kilang kain, tmpt2 menarik di hcm dll). Dijamin berpuas hati..

    No Hp / Whatsapp: +841269930648
    Fb: Loh Aeda
    Email: abdollohvet@gmail.com
    Blog: lohabdolloh.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Salam haidar,

    Yg encik abdolloh ni ok x?

    BalasHapus