14 Desember 2014


Bosen dengan film mainstream? Ingin mencoba menonton film indie dari negara lain? Penasaran dengan film-film pendek hasil karya sineas muda Indonesia? Atau, ingin tahu sudut pandang yang berbeda dari bangsa lain terhadap suatu peristiwa? Semua itu bisa didapatkan dengan menonton film-film di berbagai kegiatan festival film di Jakarta ataupun beberapa kegiatan pemutaran film di pusat-pusat kebudayaan asing.

Masalahnya, masing-masing panitia pemutaran film memiliki jadwal yang berbeda-beda. Pertanyaannya adalah, bagaimana sih caranya untuk tahu kapan dan di mana ada pemutaran film? Nah ... memang tidak ada hasil tanpa usaha. Karena masing-masing panitia memiliki agenda sendiri-sendiri, mau tidak mau pecinta film harus mencari tahu sendiri kapan kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan.

Penulis sendiri juga sering mengalami masalah terkait dengan agenda pemutaran film ini. Tapi, bukan pecinta film namanya kalau tidak berusaha. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk “menemukan” jadwal kegiatan pemutaran film (dan kegiatan seni lainnya) di Jakarta.

Mengunjungi Pemutaran Film Rutin di Pusat Kebudayaan Asing


Untuk yang doyan nonton film gratisan, program pemutaran film rutin di pusat-pusat kebudayaan asing bisa menjadi tujuan awal. Tempat-tempat yang memiliki jadwal pemutaran yang cukup rutin biasanya mengiklankan film-filmnya secara teratur melalui internet

  • Mau menonton film Belanda di Erasmus Huis? Boleh rajin-rajin cek facebook page-nya Erasmus Huis atau facebook page-nya Pusat Kebudayaan Belanda  untuk informasi kegiatan di sini. Di antara informasi konser gratis dan kursus bahasa, biasanya terselip informasi pemutaran film gratis bulanan di sini.
  • Penasaran untuk menonton film Korea di Korean Cultural Center? Bisa dilihat di facebook page-nya KCCIndonesia (Korean Cultural Center Indonesia). Seluruh kegiatan terkini pusat kebudayaan Korea diumumkan di sini. Festival Film Korea tahunan juga selalu diinformasikan di sini, atau di websitenya di http://id.korean-culture.org/
  • Mau tahu film-film Italia? Instituto Italiano di Cultura Jakarta punya acara nonton gratis secara rutin. Boleh intip websitenya http://www.iicjakarta.esteri.it/IIC_Jakarta/ di bagian “Cinema” atau “Breaking News”.
  • Tertarik menonton film Perancis? IFI Jakarta punya pemutaran film secara rutin. Cek saja di websitenya di http://www.ifi-id.com/ di bagian “Budaya” – “Agenda Acara”. Saat tulisan ini dibuat, gedung IFI baru masih direnovasi sehingga belum ada jadwal pemutaran film rutin. Selain pemutaran film rutin, setiap tahunnya juga selalu ada Festival Film Perancis, yang informasinya juga bisa ditemui di website ini.
  • Suka film Jepang? Japan Foundation sering mengadakan pemutaran film gratis. Informasinya bisa dilihat di http://www.jpf.or.id/id di bagian “Budaya  & Seni”. Pemutaran film di Japan Foundation biasanya di jam kerja, jadi sepertinya memang ditargetkan untuk pelajar dan mahasiswa. Untuk festival film Jepang yang sifatnya tahunan, kadang kala diputar di waktu yang “manusiawi” untuk para pegawai kantoran.
  • Kalau minatnya menonton film Jerman? Goethe Institut tempatnya. Cek saja websitenya di http://www.goethe.de/ins/id/id/jak.html dan cari bagian “Daftar Acara”.
  • Bukan berarti film dari Amerika terpinggirkan di luar jalur distribusi film mainstream, loh yah. @america, pusat kebudayaan Amerika, punya jadwal pemutaran film secara rutin. Kunjungi saja http://www.atamerica.or.id/ atau follow twitternya di @atamerica.
  • Suka film India? Pusat kebudayaan India Jawaharlal Nehru punya jadwal pemutaran film rutin di hari Sabtu. Peminatnya cukup banyak, dan kebanyakan yang datang adalah warga India yang tinggal di Jakarta. Masalahnya, yang satu ini tidak pernah mengiklankan kegiatannya di website. Kalau memang berminat, datangi saja gedungnya di Menteng (dekat Pasar Rumput) dan tanya-tanya langsung. Siapa tahu mau sekalian daftar kelas yoga dengan guru asli dari India.

Nah ... kalau datang ke pusat-pusat kebudayaan ini, jangan lupa melihat poster-poster dan iklan di papan pengumuman mereka. Biasanya, pusat-pusat kebudayaan ini sudah bekerja sama untuk saling membantu mempromosikan kegiatan mereka. Jadi, saya kadang-kadang tahu jadwal pemutaran film di Erasmus Huis saat berkunjung ke IFI. Atau, di papan pengumuman di Erasmus Huis, terpasang informasi pemutaran film di Goethe Institut.

Kegiatan pemutaran film dan festival film yang tidak rutin, kadang-kadang juga diiklankan di papan pengumuman di pusat-pusat kebudayaan ini. Jadi, bisa saja pas sedang di Goethe Institut, melihat poster promosi festival film Brazil. Atau, saat berkunjung ke Erasmus Huis, ada poster promosi festival film Portugis. Festival film lain seperti JiFFest atau beberapa festival film pendek nasional juga sering diiklankan di pusat-pusat kebudayaan asing.

Festival-Festival Film di Jakarta


Ada banyak festival film di Jakarta, dan masing-masing punya jadwalnya masing-masing. Biasanya mereka sudah punya komunitas masing-masing yang membantu mempromosikan kegiatan-kegiatannya. Kalau memang penasaran, boleh coba cek beberapa yang cukup rutin muncul:

  • Jakarta International Film Festival (JiFFest) sudah diputar setiap tahunnya sejak tahun 1999. Jadwal pemutaran filmnya berubah dari tahun ke tahun, bisa di tengah tahun atau di akhir tahun. Untuk informasi terkini, boleh follow twitternya di @jiffest
  • Festival Film Pendek XXI. Kegiatan ini sudah diselengarakan beberapa tahun. Boleh cek kegiatannya di http://www.21shortfilm.com/
  • Festival Film Eropa. Festival film-film Eropa ini diselenggarakan setiap tahun. Kalau sekalian mau cari tahu tentang Uni Eropa, boleh sering-sering cek website ini: http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/index_id.htm. Tapi kalau kurang berminat bongkar-bongkar tumpukan informasi di sini, boleh sabar menunggu posternya muncul di pusat-pusat kebudayaan asing.
  • Kineforum juga sering mengadakan pemutaran film tematis. Lihat saja websitenya http://kineforum.org/web/ dan perhatikan jadwal pemutaran film-filmnya. Kineforum punya tempat pemutaran film sendiri di areal Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng.

Kursus Bahasa di Salah Satu Pusat Kebudayaan Asing 


Atau, berteman dengan orang-orang yang kursus bahasa di sana. Tidak semua pusat kebudayaan punya anggaran promosi yang besar. Beberapa di antaranya mengandalkan media kasak-kusuk (pertemanan) untuk mengundang penonton. Contohnya adalah Pusat Kebudayaan Rusia, yang mana pemutaran film gratisnya hanya diiklankan di papan pengumuman gedung; jadi yang tahu kegiatannya hanya para siswa kursus saja. Contoh lainnya adalah informasi pemutaran film dan pertunjukan kebudayaan Spanyol, yang mana informasinya lebih umum hanya berputar di kalangan siswa kursus Instituto Cervantes (Pusat Kebudayaan Spanyol).

Berlangganan Majalah Remaja atau Mendengarkan Radio Remaja 


Yang ini tidak pernah saya lakukan. Tapi ada teman yang sering menemukan informasi-informasi pemutaran film dari sini. Festival film di Jakarta ada banyak, dan kadang-kadang tidak rutin diadakan setiap tahun. Pernah ada ScreamFest, Festival Film Lingkungan, QFilm, dan masih banyak lagi. Kegiatan yang tidak rutin ini, biasanya menggunakan media majalah dan radio sebagai sarana promosi.



Jadi, untuk yang berencana untuk pindah ke Jakarta di tahun 2015, jangan berpikir hiburan di Jakarta hanya di mall dan bioskop saja yah. Ada banyak kegiatan seni dan budaya, termasuk pemutaran film, dan banyak juga yang gratis. Mari kita menonton!

0 Komentar:

Posting Komentar