3 Januari 2015

Selamat tahun baru! Semoga di tahun baru ini, ada banyak rejeki yang bisa membawa kita pergi berjalan-jalan dengan nyaman, murah dan tetap selamat sampai tujuan! Saya ingin mengawali tahun baru ini dengan membahas salah satu area perbelanjaan yang sudah cukup lama berdiri di Jakarta. Yap, saya akan membahas tentang Passer Baroe, atau yang kini disebut dengan Pasar Baru.
Jalan utama di Pasar Baru, difoto dari gerbang depan.
Tidak seperti namanya, pasar ini sudah sangat berumur. Didirikan di tahun 1820, saat Jakarta namanya masih Batavia, pasar ini merupakan pusat mode di jamannya. Sampai saat ini, Pasar Baru merupakan tempat orang berjualan kain, pakaian, perlengkapan olah raga, dan juga perlengkapan berhias. Walau sudah kalah pamor dengan Tanah Abang, Mayestik, dan Pusat Grosir Cililitan, Pasar Baru tetap banyak dikunjungi orang.
Meskipun sekarang sudah bukan pusat mode masa kini, Pasar Baru tetap menjadi tempat yang menyenangkan untuk ... wisata kuliner. Ada beberapa tempat yang layak untuk dicatat sebagai tempat makan favorit. Berikut ulasan singkatnya:
1.       Bakmi Gang Kelinci
Banyak orang bilang, kurang lengkap jalan-jalan ke Pasar Baru kalau tidak mampir di Bakmi Gang Kelinci. Lokasinya di Gang Kelinci (Jl. Kelinci Raya), yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil. Kalau dari gerbang masuk Pasar Baru (yang diseberangnya Gedung Kesenian Jakarta), jalan lurus saja sampai bertemu dengan perempatan, yang kalau belok ke kiri kelihatan jalan raya dengan banyak toko baju/kain, tapi kalau belok ke kanan ketemunya gang sempit yang ramai dilewati mobil. Nah, gang sempit itulah Jalan Raya Kelinci, atau lebih dikenal sebagai Gang Kelinci.
Tuh, kelihatan kan, papan penunjuk rumah makan Bakmi Gang Kelinci?
Bakmi Gang Kelinci selalu ramai. Di waktu-waktu primetime (jam makan siang dan makan malam) bisa antre untuk makan di sini. Saya senang makan mie ayam di sini, apalagi kalau pakai pangsit goreng. (Tapi menurut saya pribadi, pangsit gorengnya kalah dengan pangsit gorengnya Bakmi GM.)
2.       Bakmi A Boen
Letaknya di belakangnya Bakmi Gang Kelinci. Kalau mau ke sini, orang harus masuk dulu ke gang sempit (hanya muat sepeda motor) di sebelah Bakmi Gang Kelinci, sebelum tiba di rumah makan yang “mblusuk” ini. Rumah makan ini memang lebih “eksklusif” karena posisinya lebih sulit dijangkau dan menu yang disediakan juga hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. Bukan apa-apa, di sini dijual bakmi babi, yaitu mie dengan taburan daging babi di atasnya. Kalau makan di sini, suasananya “djaman doeloe” sekali. Oh ya, biasanya di hari Minggu tempat ini ramai dan bisa antre.
3.       Pempek Palembang
Pempek Palembang Jl. Kelinci Raya tempatnya tepat di seberang Bakmi Gang Kelinci. Pempek di sini rasanya enak, bener-bener rasa Palembang. Ada es kacang merah yang lezat. Bentuknya ruko, dan jumlah mejanya tidak terlalu banyak. Kesannya sepi. Saya beberapa kali makan di sini, dan belum pernah kehabisan tempat. Tetapi, kalau diperhatikan, ada banyak orang yang datang membeli pempek untuk dibawa pulang.
4.       Bakmi Pangsit Ayam Soen Yoe
Rumah makan chinese food ini letaknya di Jl. Kelinci III (Gang Sutek). Posisinya di belakang toko Ecomoda. Gang ini sempit banget, lebih sempit dari gang menuju ke Bakmi A Boen.
Warung bakmi Soen Yoe yang tersembunyi.
Berdiri sejak  tahun 1954, rumah makan ini menawarkan suasana pecinan jaman dahulu. Menu favorit di sini mie pangsit ayam, tapi ada juga makanan lain. Untuk yang ingin makan makanan lain seperti ayam kuluyuk atau mohyang, bisa memesannya di sini. Oh ya, di sini dijual bakso babi.
5.       Toge Goreng Sin Hwa
Sebetulnya terakhir saya datang area Pasar Baru ini, tujuan utamanya adalah untuk menulis tentang hidangan tradisional Jakarta ini. Kalau tempat-tempat kuliner sebelumnya adalah rumah makan dengan bangunan permanen, maka yang satu ini lebih cocok disebut tenda. Tenda terpal warna biru di pinggir jalan Krekot Bunder 3, di seberangnya SMAN 20 Jakarta, Pasar Baru. Letaknya di belakangnya Metro Pasar Baru, jadi masuknya lewat Jl. Samanhudi. Walau “cuma” tenda terpal biru beratap seng, yang makan di sini banyak yang bermobil mewah dan kadang-kadang harus antre!
Nyam! Toge goreng!
Toge goreng sebenarnya tidak ada gorengannya. Toge goreng adalah rebusan tauge, mie kuning, dan potongan tahu yang disiram kuah tauco. Ditambah emping, dijamin bakal ketagihan makan makanan ini. Oh ya, warung minimalis ini hanya menjual satu macam hidangan, jadi tidak ada pilihan hidangan lain.
6.       Rumah Makan Medan Baru
Rumah makan Padang ini terletak di Jalan Krekot Bunder, persis di ujung pertigaan tempat belok ke arah Toge Goreng Sin Hwa. Masakan favorit di sini adalah gulai kepala ikan yang bumbunya sangat terasa. Ada menu burung punai goreng (tapi saya belum pernah makan.) Walau namanya Medan dan sebenarnya adalah rumah makan Padang, makanan di sini rasanya lebih Aceh dari masakan Padang biasa.

Sebetulnya, masih ada banyak lagi tempat-tempat makan yang layak dikunjungi di sekitaran Pasar Baru. Kalau jalan kaki ke arah Pecenongan, ada tenda seafood pinggir jalan yang ramai banget dan hanya buka malam hari. Ada juga Nasi Uduk Kota Intan (warung tenda juga) yang sambelnya enak banget (dan rame bangettt!). Tapi berhubung terakhir saya ke sana sudah beberapa tahun yang lalu, sepertinya kurang valid kalau menuliskannya di artikel ini.

Transportasi Menuju Pasar Baru


Sepertinya, lebih afdol kalau saya menuliskan beberapa alternatif untuk datang ke Pasar Baru:
Transjakarta
Cukup turun di halte busway Pasar Baru (K03-16) yang merupakan bagian dari koridor III (Kalideres – Pasar Baru). Jurusan PGC – Harmoni juga lewat di halte Pasar Baru. Dari halte busway, sudah terlihat gerbang depan Pasar Baru.
Mikrolet
M12 (Kota – Senen) lewat di Jl. Samanhudi. Bisa dikatakan, mikrolet ini lewat “belakangnya” Pasar Baru.
Bajaj
Jalan-jalan di belakang Metro Pasar Baru adalah area bajaj. Mungkin pembaca ada yang tinggal di daerah tertentu yang masih bisa memanggil bajaj untuk mengantar penumpang ke Pasar Baru.
Bus Wisata Bertingkat
Bus tingkat (yang sampai sekarang masih) gratis ini juga lewat di depan Pasar Baru. Haltenya ada di seberang Gedung Kesenian Jakarta di Jl. Pos.
Bus
Ada banyak bus yang lewat sini, jadi tidak semuanya saya bisa ingat. Yang jelas, ada bus Mayasari Bakti : AC63 (Pasar Baru – Bekasi) dan AC11 (Cikokol – Senen). Ada bus AJAP : AC106 (Cimone – Senen). Ada Metromini : P15 (Setiabudi – Senen). Ada bus Kopami Jaya : P12 (Kalideres – Senen).
Catatan: Dari Pasar Baru ke terminal Senen gampang, karena banyak kendaraan yang menuju ke Senen lewat Pasar Baru. Tapi, tidak semua kendaraan ini melewati Pasar Baru lagi ketika meninggalkan Senen, jadi harus hati-hati. Kalau memang mau ke Pasar Baru dari terminal Senen, sangat disarankan untuk naik angkot (mikrolet M12) saja.


Selamat berwisata kuliner di Pasar Baru!

0 Komentar:

Posting Komentar