20 Januari 2015


Nama walking trail kali ini adalah Menteng City Parks, atau Taman-Taman Kota di Menteng. Kenapa? Karena alur jalan kaki/sepedaan ini memang disusun sehingga orang bisa mengunjungi taman-taman kota di area Menteng. Penjelasan panjang tentang perjalanan melalui Walking Trail ini sudah dituliskan di posting sebelumnya. Postingan kali ini cukup membahas ringkasan Jakarta Walking Trail: Menteng City Parks ini.

Penjelasan:

 

0 – Halte Busway Tosari

Ini adalah salah satu halte busway di Koridor 1. Halte ini tempat kita turun kalau kita mau ke mall Grand Indonesia ataupun mau ke Stasiun kereta Sudirman. Bagi yang hendak menuju Jl. Blora untuk naik travel ke Bandung, bisa juga turun di halte ini.

 

1 – Halte Busway Latuharhari dan Taman Viaduct Latuharhari

Halte ujung Koridor 6 ini memang terletak di Jl. Latuharhari, di dekat kanal banjir. Taman indah di dekatnya adalah Taman Viaduct Latuharhari. Di dekat sini ada tempat kediaman Duta Besar Thailand. Daerah sini rawan kecelakaan, jadi harus hati-hati berjalan di area ini.
Oh ya, khusus di sini, jalur untuk pejalan kaki dan untuk pengendara sepeda berpisah sebentar. Soalnya pejalan kaki akan menyeberang Jl. HOS Cokroaminoto yang pembatas jalannya lumayan tinggi. Yang bersepeda bisa melewati Jl. Latuharhari lalu berbelok ke Jl. Cimahi. Kedua jalur ini nanti akan bertemu di Masjid Agung Sunda Kelapa.

 

2 – Masjid Agung Sunda Kelapa/Rumah Sehat Baznas MASK

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat bersembahyang, namun juga menjadi pusat kegiatan sosial bagi masyarakat sekitarnya. Di kompleks ini ada Rumah Sehat Baznah MASK, ruang serbaguna yang bisa dipakai untuk resepsi, dan juga sekolahan.

 

3 – Patung Pangeran Diponegoro

Patung yang baru dibangun di tahun 2005 ini menggambarkan Pangeran Diponegoro yang sedang bersiap menghujamkan tombak. Dulunya, di sini berdiri patung R.A. Kartini. Kini patung R.A. Kartini tersebut dipindahkan ke lapangan Monas.

 

4 – Taman Suropati

Taman Suropati merupakan salah satu taman kota yang paling ramai dikunjungi. Selain karena tempatnya yang strategis, kondisinya juga nyaman dan bersih. Di sekitar Taman Suropati ada rumah-rumah dan bangunan penting, seperti Kantor BAPPENAS, Gereja GPIB Paulus, Kediaman Duta Besar Amerika, Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, dan juga rumah-rumah pejabat lainnya.

 

5 – Taman Situ Lembang

Taman yang letaknya di tengah perumahan penduduk ini sering dijadikan tempat memancing. Situ Lembang adalah nama danau kecil yang ada di tengah taman. Di situ-situ ini terdapat banyak teratai yang berwarna-warni.

 

6 – Taman Kodok

Dulunya, Taman Kodok lebih mirip hutan mini yang rimbun. Baru beberapa tahun belakangan, taman ini dirombak menjadi lebih indah dan tertata. Bagian tengahnya terbuka; konon kabarnya dijadikan tempat pertunjukan air mancur menari. Sayangnya saya tidak pernah melihat pertunjukan pancuran ini. Taman Kodok dinamai demikian karena memiliki banyak patung kodok.

 

7 – Taman Menteng

Dulunya, di sini berdiri stadion pertandingan bola sekaligus pusat latihan Persija. Tetapi, di tahun 2007, stadion ini dirombak dan diganti dengan taman terbuka, yang sekarang dikenal sebagai Taman Menteng. Taman Menteng sering menjadi tempat pertunjukan seni gratis, termasuk pernah ada pertunjukan seni yang disponsori oleh Kedutaan Perancis dan Kedutaan Jerman. Di sini ada rumah kaca yang kadang-kadang difungsikan sebagai galeri seni.

 

8 – Monumen Selamat Datang/Bundaran HI

Patung yang menggambarkan sepasang muda mudi yang mengangkat tangan menyambut tamu ini merupakan salah satu icon Kota Jakarta. Hampir setiap akhir pekan, area ini dipenuhi oleh warga Jakarta yang ingin duduk-duduk atau foto-foto dengan latar belakang patung ini.


Keterangan Tambahan :



Total jarak yang ditempuh : +/- 4,5 km
Waktu tempuh (jalan santai) dengan istirahat sebentar untuk minum : +/- 2 jam
Kondisi jalan : Sebagian besar jalur yang digunakan rindang dan tidak terlalu banyak kendaraan yang lewat. Beberapa daerah yang dilalui relatif sepi karena merupakan bagian dari perumahan penduduk.
Penjual makanan : Hanya ada di sekitaran Jl. Jend. Sudirman, dekat Masjid Agung Sunda Kelapa, dan Taman Menteng. Di tempat lain hanya ada pedagang mie ayam (kalau Anda beruntung) dan penjual minuman keliling.
Penjelasan jalur sepeda (update 24-Jan-2015) : Dari halte busway Latuharhari, jalur sepeda dipisah dari jalur pejalan kaki. Alasannya, jalur pejalan kaki harus menyeberangi Jl. HOS Cokroaminoto (yang pembatas jalannya tinggi), dan berjalan kaki melawan arus di Jl. Dr Kusuma Atmaja. (Jl. Dr Kusuma Atmaja ini satu arah, merupakan jalan tikus untuk mobil yang mau ke Kuningan dari sekitaran Menteng.) Kalau sepeda pasti susah lewat sini, jadi saya belokkan lewat Jl. Latuharhari lalu Jl. Cimahi. Kalau jalan kaki sendiri, saya tidak terlalu rekomendasi lewat jalur ini karena sepi. (Penulis pernah jalan kaki sore hari di Jl. Cimahi dan semua satpam serta pegawai rumah-rumah di sini memandangi dengan heran, karena memang jarang orang jalan kaki lewat sini. Mungkin malahan dikira mau maling!)

0 Komentar:

Posting Komentar