7 April 2015

Stasiun Cirebon Kejaksaan, tampak depan.

Pada dasarnya, saya lebih suka jalan-jalan dengan budget sendiri dibandingkan menyelam sambil minum air saat perjalanan dinas kantor. Apa daya, kunjungan saya ke Cirebon tanggal 11 Maret yang lalu adalah tugas kantor sehari (tidak menginap). Akibatnya, saya tidak bisa banyak berkeliling di kota udang ini.
Kereta Api Cirebon Ekspress yang saya naiki berhenti di Stasiun Cirebon Kejaksaan, atau lebih dikenal sebagai Stasiun Cirebon, yang merupakan stasiun utama Kota Cirebon. Kereta yang berhenti di sini kebanyakan adalah kereta kelas eksekutif dan bisnis. Kereta ekonomi umumnya berhenti di Stasiun Prujakan.
Peron Stasiun Cirebon.
Sebagai salah satu pusat pemberhentian utama di jalur utara, Stasiun Cirebon bisa dikatakan cukup lengkap. Dari beberapa minimart, restoran, ATM center, sampai Starbucks juga ada di situ. Kamar kecil yang tersedia juga cukup bersih. Untuk yang tidak punya waktu untuk keliling kota namun berminat untuk mencari oleh-oleh khas Cirebon, bisa berjalan-jalan di depan stasiun, dimana berderet rumah makan dan tempat jualan oleh-oleh. Dari empal gentong sampai kerupuk melarat khas Cirebon semuanya tersedia di sini. Untuk yang datang ke Cirebon dalam rangka tugas kantor dan waktunya mepet, seperti saya, toko-toko ini membantu saya membeli oleh-oleh untuk mereka yang ada di Jakarta.
Semangkuk empal gentong. Hmm ...
Stasiun Cirebon sendiri termasuk benda cagar budaya yang didirikan di jaman Belanda, tepatnya di tahun 1911. Menurut Wikipedia, terakhir gedung ini direnovasi di tahun 2011. Interior gedingnya memang menarik, masih mempertahankan nuansa Belanda tempo dulu. Temboknya dicat warna putih dan abu-abu sehingga menambah terang bagian dalam gedung kuno ini. Tempat penjualan tiketnya masih berbentuk seperti loket tiket kuno. Hanya saja, dengan adanya mesin print tiket mandiri di tengah lobi, pembelian melalui loket sudah semakin berkurang.
Lobi stasiun, dengan mesin print tiket mandiri di tengahnya.
Untuk penumpang kereta yang datang dari arah Jakarta, penanda tibanya kereta di Cirebon adalah menara air di ujung stasiun yang bertuliskan Cirebon +4M. Artinya, Stasiun Cirebon terletak  meter di atas permukaan laut. Cirebon memang kota pantai, jadi jangan heran kalau dari pagi hingga malam cuacanya panas!

3 Komentar:

  1. stasiun cirebon ini masih terawat yaa seiring perkembangan zaman ,ini di buka untuk umum yaa smpai sekarang?

    Paket Wisata Lombok
    Mutiara Lombok

    BalasHapus
  2. stasiun cirebon sangat bagus ya kalo dijadikan objek fotografi khususnya fotografi arsitektur bangunan kuno (bikinan belanda), apalagi kalo bikin fotography hitam putih pasti makin keren hasilnya.
    Terimakasih untuk artikel yang sangat bermanfaat ini, kami bertambah pengetahuan setelah membaca artikel ini, para pembicara internet marketing selalu menyarankan untuk kita terus menulis artikel bermanfaat seperti ini, salam dari mutiara untuk membawa kesuksesan pearl necklace price dari Indonesia dan sukses selalu untuk Anda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya ...

      Hapus