11 Juli 2016


Tempat lain yang juga kami kunjungi adalah Goa Sunyaragi, Pusat Batik Trusmi, dan Pantai Kejawanan. Berbeda dengan ketiga kompleks keraton yang berdekatan, kedua tempat ini lokasinya lumayan jauh. Goa Sunyaragi letaknya di bagian selatan kota Cirebon, Pusat Batik Trusmi letaknya di bagian barat, dan Pantai Kejawanan di sebelah timur dari Kota Cirebon. Untuk perjalanan kali ini, kami banyak nyasar dan blusukan keliling Cirebon dalam arti yang sebenarnya.

Goa Sunyaragi

Goa Sunyaragi adalah buatan manusia yang dihiasi dengan banyak sekali batu karang. Bangunan ini memang terdiri dari lorong-lorong dan ceruk kecil yang menyerupai gua. Kabarnya tempat ini dulunya adalah taman air, dimana seluruh bangunan dikelilingi oleh danau dan beberapa bagian dari bangunan ini dihiasi oleh pancuran. Dulunya, tempat ini sempat merupakan tempat semedi para Sultan, sekaligus tempat pertahanan terhadap serangan Belanda. Goa Sunyaragi sendiri memang baru dibangun di masa penjajahan Belanda.
Gua Arga Jumut, salah satu bangunan utama Goa Sunyaragi.
Kompleks Goa Sunyaragi dibuat menyerupai gua alami, sehingga bangunannya dihiasi batu karang dan nampak seperti gua asli. Beberapa bagian yang dibuat dari bata dibiarkan berlumut, ada yang tanpa lapisan semen dan ada yang dicat putih tembok (tapi nanggung) sehingga menimbulkan kesan tidak terawat atau belum jadi. Tentunya, karena kolam dan pancuran yang seharusnya ada di situ sudah mengering, jadinya gua-gua ini dari jauh terlihat seperti onggokan batu karang yang berada di tengah-tengah lapangan rumput.
Areal Goa Sunyaragi cukup luas, dan lorong-lorong serta jalan setapak di sini cukup membingungkan. Walaupun tempatnya terbuka sehingga tidak akan nyasar, tapi karena jalan-jalan setapaknya sempit dan naik-turun gua-guaan, lumayan membuat kaki pegel juga. Kalau berminat berkunjung kemari, disarankan pakai sunblock lumayan tebal, soalnya areanya terbuka dan tempat berteduhnya tidak banyak.
Dari jauh seperti bangunan belum jadi.
Di sini sudah dibangun semacam stadiun tempat pertunjukkan, dan secara rutin diadakan pertunjukkan kesenian khas Cirebon. Kalau datang di akhir pekan dan pas beruntung, maka pengunjung bisa menyaksikan pertunjukkan kesenian dengan latar belakang Goa Sunyaragi.
Untuk masuk ke kompleks Goa Sunyaragi, pengunjung hanya bisa masuk dari pintu depan melalui Jl. Brigjen. H. Darsono. Ini adalah jalan raya kelas I dimana truk dan bus besar lewat. Disarankan untuk datang dari arah Jl. Pemuda (dari arah Lotte Mart) supaya lebih mudah masuk ke tempat parkiran.
Tiket masuk per orang Rp 10.000,-. Tidak wajib pakai tour guide lokal.

Pusat Batik Trusmi

Posisinya terletak di sebelah timur Cirebon, membuat kami harus memacu motor lumayan jauh untuk tiba di lokasi. Dari Gua Sunyaragi ke Pusat Batik Trusmi naik motor diperlukan waktu sekitar setengah jam. Itu sudah termasuk bermacet-macet ria di Jl. Raya Cirebon Bandung.
Tidak mungkin kelewatan.
Sebenarnya lokasi Pusat Batik Trusmi ini cukup mudah untuk dijangkau karena berada di pinggir jalan raya. Cuma macetnya itu lho ... Lagi pula, karena saya datang di akhir pekan, sudah wajarlah orang-orang berbondong-bondong kemari untuk berbelanja.
Trusmi sebenarnya adalah nama desa dimana ada banyak butik dan pengrajin batik. Di sepanjang jalan utama, Jl. Syekh Datul Kahfi, di Trusmi, terdapat banyak penjual batik. Yang di pinggir jalan besar kebanyakan berupa butik. Kalau mau cari yang harganya lebih murah, harus siap-siap keluar masuk gang untuk mencari pedagang yang lebih “rumahan”. Tapi untuk yang malas jalan, bisa langsung menuju ke Pusat Grosir BT Batik Trusmi. Nah, pusat grosir ini bentuknya seperti mall, dimana dijual bermacam-macam jenis batik, dari yang mahal hingga yang murah. Tidak perlu banyak menawar atau berpindah toko, cukup lirik ke kiri dan kanan mencari baju dan yang cocok. Koleksinya lumayan banyak.
Untuk yang berniat menuju Batik Trusmi dengan kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir nyasar, karena sejak dari 1 kilometer sebelum tempatnya, papan petunjuk sudah banyak. Tidak mungkin terlewatkan.

Pantai Kejawanan

Nah ... pantai ini letaknya cukup jauh, yaitu di sebelah timur Cirebon. Dari Batik Trusmi, kami naik motor melintase Grage Mall, melewati Alun-Alun Kejaksaan, dan terus mengikuti jalan utara untuk mencapai Pantai Kejawanan.
Suasana Pantai Kejawanan.
Sebenarnya maksud hati hendak memfoto sunset, akan tetapi saat kami tiba langit mendung dan matahari tiddak terlihat. Ya sudah, kami pun memfoto kapal-kapal yang berlabuh di situ. Pantai Kejawanan sebenarnya adalah pelabuhan Pelni. Hanya saja, ada satu bagian dimana masyarakat bisa berjalan dan masuk air atau bersantai di warung sambil menikmati makanan. Tempatnya relatif kecil, dan sebenarnya lebih berbentuk seperti dermaga yang gagal dibangun. Kalau tujuan kemari hanya untuk main air, tempat ini sebenarnya agak mengecewakan. Tapi kalau tujuannya adalah foto-foto dengan latar belakang pelabuhan, masih bisa lah ...
Tiket masuk ke areal pelabuhan Rp 1.000,- per motor. Di dalam ada biaya parkir lagi, Rp 2.000,-. Jalan kaki dari gebang depan ke area pantai lumayan jauh, bisa sampai 20-an menit.
Dari Pantai Kejawanan, kami pun kembali ke pusat kota Cirebon untuk makan malam dan menuju hotel. Baliknya kami tidak lewat jalan yang sama, kami mencoba jalan lewat Grage City Mall (yang baru), lewat RSUD Gunung Jati, baru kemudian lanjut ke arah Stasiun Cirebon Kejaksaan.
Kapal-kapal di pelabuhan.

Hotel Tempat Menginap

Karena kami memang pesannya mendadak, dan itu liburan panjang pula, maka sudah banyak hotel murah yang kamarnya habis. Dengan mempertimbangkan efisiensi, jarak dari stasiun kereta, dan harga, kami memilih Hotel Cordova (Telp: 0231 204677) sebagai tempat menginap kami. Memang hotel murah, jadi kami merasa cukup wajar kalau seluruh perlengkapan di sini sederhana. Saya sih kurang rekomen hotel ini. Kalau masih dapat kamar, mendingan coba Hotel Famili (Telp: 0231 207935) yang letaknya di seberang Hotel Cordova. Saya juga pernah menginap di situ dan relatif bagus untuk ukuran harga yang sama-sama murah. Oh ya, kedua hotel ini bisa dipesan dengan cara menelepon langsung ke hotel – atau langsung datang di hari H.
(Selesai.)

4 Komentar:

  1. wah.. bu dyah jalan-jalan terus ya?
    boleh ya bu kalau saya mampir ke jakarta diajakin jalan-jalan sama bu dyah hehehe.

    masih ingat saya, bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha ... kalau ke Jakarta ntar diajak muter-muter sambil jalan kaki deh! Inget nggak ya ... inget lah. XD

      Hapus
  2. wuih blog jalan2 ya kak
    asik ya jadi jalan2 terus hidupnya wkwkkw
    salam kenal

    http://ekienglandmuse.blogspot.com/

    BalasHapus