24 Oktober 2017

Pulang kantor macet? Sudah biasa. Apalagi kalau kerja di tengah kota dan tinggal di pinggir kota. Luar biasa macetnya. Commuter Line sudah menjadi alternatif yang banyak disukai orang, tapi memang butuh perjuangan untuk bisa masuk gerbong dan sampai di rumah dengan selamat. Buat orang yang cukup sering bergerak ke arah Ragunan dari sekitaran Sudirman, kemacetan memang sudah menjadi tantangan tersendiri untuk saya.
Jakarta yang macet. Pemandangan sehari-hari.
Itulah sebabnya, waktu di hari Sabtu (21 Oktober 2017) saya mendapat kabar dari laman Facebook PT Transportasi Jakarta bahwa akan ada rekayasa rute Transjakarta di jam-jam macet, saya sempat harap-harap cemas. Dengan perubahan ini, jalur perjalanan saya bertambah panjang atau bertambah cepat? Untungnya, jalur perjalanan saya sesuai dengan perubahan ini.
Gara-gara pembangunan di beberapa titik jalan di sekitaran Jakarta, memang di sana-sini muncul keluhan terhadap kemacetan Jakarta. Kita semua tahu bahwa kemacetan saat pembangunan ini akan terbayar ketika pembangunannya selesai. (Yang saya alami sendiri adalah pembangunan flyover di perempatan Tanjung Barat. Sebelum pembangunan flyover macet, saat pembangunan macet banget. Setelah pembangunan, lalu lintasnya padat tapi mendingan.) Tapi, kesal di hati karena sekarang harus menikmati jalanan super macet, masih wajar kan.
Nah, menjawab tantangan dari Bapak Wakil Gubernur kita beberapa hari yang lalu, pihak manajemen Transjakarta membuat rekayasa rute Transjakarta untuk membuat perjalanan ke tujuan (maksudnya halte terakhir, ya) dengan sesedikit mungkin terkena macet. Nah, rekayasa rutenya ada lima, yaitu:
L2: Pulogadung - Harmoni
L4: PGC - Dukuh Atas 2 dan Dukuh Atas 2 - PGC
L6A: Monas - Ragunan & Ragunan - Monas
L7: Kp Rambutan - Kp Melayu
L10: PGC - Tanjung Priok & Tanjung Priok - PGC
Diambil dari laman Facebook milik PT Transportasi Jakarta.
Saya belum mencoba seluruh rute, karena jam-jamnya terbatas. Saya kan nggak bisa keliling Jakarta tanpa cuti, maklum, buruh. Jadi, yang bisa saya coba, ya yang pas kebetulan saya bisa saja.
Alkisah beberapa hari ini saya memang kebagian bertugas di sekitaran Jl. Jend. Sudirman dan malamnya ada janjian di sekitaran Mampang atau Pejaten Village. Jadi rute yang paling cocok untuk saya coba ya sudah pasti L6A. Penasaran saya dengan inovasi Transjakarta ini. Betulkah berhasil menghindari kemacetan?
Hari Senin, tanggal 23 Oktober 2017, saya sengaja pulang sekitar jam 6 sore agar sempat naik Koridor L6A. (Di pengumuman PT Transportasi Jakarta, namanya Koridor L6A, tapi di Trafi dan di petunjuk bus, tulisannya hanya L6.) Saya naik dari Halte Busway Gelora Bung Karno. Saya dapat bus Transjakarta sekitar jam 7-an. Bus penuh banget. Hampir saya tidak masuk. Tapi, karena mbak-mbak di dekat saya ngotot mau masuk, jadinya saya “membantu” beliau supaya bisa masuk ke dalam. Lumayan, jadinya sempat mencoba hasil rekayasa Koridor L6A di hari pertama beroperasi.
Waktu saya di dalam bus yang super penuh itu, saya mendengar beberapa orang yang membahas tentang Koridor baru ini.
“Katanya ini jalur baru yah? Gue penasaran, makanya bela-belain naik bus ini.”
“Eh, ini cuma sore aja ya? Elu tumben naik busway.”
“(Koridor ini) sementara atau selamanya ya?”
“Tadinya gue mau datang pagi ke Jakarta buat nyobain jalur baru. Eh, ternyata sempatnya sore. Untung juga karena ternyata Koridor barunya cuma beroperasi sore.”
“Eh iya, gue juga penasaran aja sih, lewat mana aja busnya.”
Ada juga yang bertanya ke mas-mas petugas, “Mas, ini baru hari pertama ya?”
Mas-mas petugas, sambil tengok-tengok ke luar pintu, menjawab, “Iya Mbak. Jalur ini baru beroperasi siang tadi. Nanti lewat Koridor 13 terus masuk Mampang lewat TransTV.”
Ada ibu-ibu yang mau ke Blok M dan salah masuk bus. “Lho, ini tidak ke Blok M? Saya turun di Bunderan Senayan saja bisa?”
Orang-orang di sekitarnya segera berusaha menerangkan bahwa bus ini langsung belok, masuk ke Jl. Pattimura dan tidak akan lewat halte busway Bundaran Senayan. Seorang bapak-bapak lalu menginformasikan agar si ibu turun di halte Mampang terus ambil bus untuk kembali ke sekitaran Sudirman.
Tapi, ibu-ibu ini nampaknya sudah tahu jalur-jalur Transjakarta. Soalnya, waktu di halte busway Tirtayasa (halte yang letaknya dekat Blok M, tapi di jalan layang Koridor 13), beliau memilih untuk turun. Mungkin dia tujuannya di sekitaran Blok M.
Di hari Senin itu, saya memang turun di halte busway Mampang Prapatan. Dari halte busway Gelora Bung Karno sampai dengan halte busway Mampang Prapatan, perjalanan hanya memakan waktu 15 menit. Canggih kan ...
Bus Transjakarta Koridor L6A di halte Mampang Prapatan.
Nah, karena saya masih penasaran dengan kecepatan bus Transjakarta Koridor L6A ini, maka saya memutuskan untuk mencoba lagi bus Transjakarta Koridor L6A ini. Hari ini, Selasa tanggal 24 Oktober 2017, saya mencoba menggunakan Koridor L6A. Naiknya juga dari halte busway Gelora Bung Karno. Saya dapat bus di jam 18:53. Yang mana, sekitar 5 menit sebelumnya, ada juga bus dengan Koridor yang sama lewat. Mungkin karena sebelumnya juga ada bus yang jalurnya sama, bus yang saya naiki ini lengang. Saya dapat tempat duduk, dan masih ada beberapa kursi yang kosong. Wow. Jalurnya masih sama seperti hari sebelumnya.
Saya turun di halte busway Pejaten Phillips di jam 19:27. Artinya, dari sekitaran Gelora Bung Karno ke Pejaten Village cuma butuh waktu 34 menit! Kalau diperhitungkan dengan perkiraan waktu tempuh dari halte busway Monumen Nasional ke halte busway Gelora Bung Karno, dan dari halte busway Pejaten Phillips ke halte busway Ragunan, maka kemungkinan besar waktu tempuh dari Monas ke Ragunan melalui Koridor L6A kurang lebih hanya satu jam! Lumayan banget, mengingat biasanya bus Transjakarta yang lewat perempatan Kuningan – Mampang bisa terjebak dalam kemacetan selama sekitar setengah jam. Sayang rute ini hanya beroperasi dari jam 15:00 sampai dengan jam 19:00. Jadi memang hanya di waktu macet saja.
Nah, dengan demikian semakin yakinlah saya bahwa Koridor L6A bisa membantu saya sampai ke tujuan (di sekitaran Mampang dan Pejaten) dengan cepat. Semoga saja rekayasa rute yang lainnya juga membantu penumpang untuk menghindari kemacetan. Ada yang mau cerita?

0 Komentar:

Posting Komentar