17 Maret 2018

Gerbang masuk Taman Sriwedari.

Sebagai orang yang pernah tinggal cukup lama di Kota Solo, nama Taman Sriwedari adalah salah satu nama yang cukup akrab di telinga. Bukan apa-apa, di di Taman Sriwedari inilah rakyat Solo mendapatkan hiburan dari jaman dahulu kala. Taman Sriwedari didirikan di era Pakubowono X, jadi sebelum Indonesia merdeka. Taman yang pernah menjadi tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional Pertama tahun 1948. Taman Sriwedari pernah menjadi berbagai tempat hiburan rakyat, antara lain kebun binatang (tapi di sekitar tahun 1980-an, dipindahkan ke daerah Jurug), Gedung Wayang Orang (masih ada), Stadiun Sriwedari, dan Taman Hiburan Rakyat Sriwedari.
Nah, di akhir tahun 2017 yang lalu, Taman Hiburan Rakyat Sriwedari ditutup karena hak guna tanahnya tidak diperpanjang lagi oleh Pemerintah Kota Solo. Setelah sekitar 32 tahun menjadi tempat hiburan anak-anak dan orang dewasa, tempat ini harus berhenti beroperasi di bulan Desember 2017. Sebelum tempat ini tutup, karena kebetulan di bulan September 2017 lalu saya berkesempatan untuk datang ke Solo, saya memutuskan untuk mengunjungi Taman Hiburan Rakyat ini untuk terakhir kalinya. Oh ya, Taman Hiburan Rakyat Sriwedari adalah bagian dari Taman Sriwedari, ya. Kalau Taman Sriwedarinya sih masih ada sampai sekarang.
THR Sriwedari, yang tutup di bulan Desember 2017.
Jujur saja, saya sebetulnya tidak ingat pernah masuk ke Taman Hiburan Rakyatnya. Tapi menurut orang tua saya, jaman saya masih SD saya pernah dibawa ke situ. Sayangnya tidak ada fotonya. Yang ada malahan foto saya di Kebun Binatang Sriwedari jaman masih kecil. (Ketahuan deh saya masuk angkatan jaman dulu banget. Hehehe!)
Waktu saya berkunjung ke Taman Hiburan Rakyatnya, saat itu mereka sedang bersiap-siap untuk konser Do Re Mi. Saya datang siang hari, jadi taman bermain ini menang sepi. Tapi kalau dilihat dari kondisi permainan di sini yang sepertinya kurang terawat, ya wajar sih kalau tempat ini sepi. Kalau saya bawa anak-anak, mungkin saya memilih bawa mereka ke mall saja. (Oops!)
Konsep Taman Hiburan Rakyat adalah taman bermain dengan mainan anak-anak seperti kereta-keretaan dan carousel. Selain itu, ada juga panggung terbuka, yang waktu saya datang sedang disiapkan untuk konser Do Re Mi. Seluruh permainan dicat dengan warna cerah, supaya terlihat menarik. Tapi karena tempatnya terlalu sempit, agak susah juga mencari posisi yang enak untuk memotret. (Memang bukan fotografer profesional, sih.)
Panggung terbuka di Taman Hiburan Rakyat Sriwedari.
Saya waktu diajak orang tua ke Kebun Binatang Sriwedari. Ini tahun 80-an ya.
Salah satu bagian dari THR Sriwedari (tahun 2017).
Karena memang tidak ada terlalu banyak yang bisa dikunjungi, saya jadinya hanya sebentar berkunjung ke Taman Hiburan Rakyat ini. Saya lalu jalan-jalan keliling Taman Sriwedari, melewati Gedung Wayang Orang dan bagian belakang taman yang nampak kurang terawat. Gedung Wayang Orang adalah gedung pertemuan yang bisa disulap menjadi tempat kegiatan sosial. Tapi kalau untuk pesta kawinan, pamornya sekarang kalah jauh dengan Grha Wisata Niaga yang posisinya persis di sebelah Taman Sriwedari.
Mau jadi apa sekarang lahan yang dulunya Taman Hiburan Rakyat Sriwedari? Kabarnya pemerintah hendak menjadikannya lahan hijau dan membangun masjid raya di situ. Yah, mari kita lihat bagaimana Pemerintah Kota Solo meningkatkan daya fungsi Taman Sriwedari. Sementara itu, masyarakat Solo tidak banyak kehilangan hiburan, karena mereka masih bisa memilih untuk membawa keluarga mereka ke XXI, CGV, atau Cinemaxx.

5 Komentar:

  1. Sebenarnya disayangkan ya taman Sriwedari ini ditutup.
    Seandainya diaktifkan lagi dan dipermak lebih kekinian untuk menampilkan kesenian Jawa khususnya ... pasti akan membantu melestarikan kebudayaan dan dikunjungi generasi muda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, jaman berubah. Jaman sekarang anak-anak kecil lebih suka main video games dibandingkan naik kereta-keretaan.

      Hapus
  2. Saya mulai kuliah di Solo itu tahun 2011, dan sampai sekarang belum pernah masuk ke THR Sriwedari... Ya Allah, lebih parah daripada kamu ini mbak. Hehehe...
    Dulu sempet baca di internet, katanya area THR ini bakal dipindah ke nJurug mbak. Jadi satu sama kebun binatang disana. Masih isu tapi sih. Sampai sekarang juga belum ada kabarnya lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ternyata ada juga yang nggak pernah ke THR Sriwedari. Kabar terakhir sih, memang tutup selamanya. Nggak jadi pindah ke Jurug karena biaya sewa di sana dianggap mahal.

      Hapus
  3. Jadi ingat zaman kecil.. Selalu seneng kalau diajak bapak naik wahana permainan yg ada di THR Sriwedari..

    BalasHapus