8 Juni 2019

Warga Jakarta tentunya sudah sering mendengar nama Pasar Ular. Pasar Ular dikenal sebagai tempat berjualan barang-barang bermerk dengan harga murah, terutama pakaian, celana jeans, tas, sepatu, dan aksesoris. Pasar Ular yang dikenal orang saat ini terletak di daerah Plumpang, Koja, Jakarta Utara.
Bus Transjakarta adalah salah satu andalan warga yang mau berbelanja di Pasar Ular.
Dulunya, di tahun 50-an, orang berjualan di dekat jalan masuk pelabuhan. Saat itu, banyak barang yang langsung dijual dari kapal, sehingga memang tidak menutup kemungkinan adanya pasar gelap di sana. Lama-kelamaan, pasar barang selundupan berkurang dan digantikan dengan barang bekas atau barang imitasi. Saat ada pembangunan terminal peti kemas pelabuhan, pasar pun digeser ke daerah Permai, yang masih tidak jauh dari daerah pelabuhan. Kemudian dibangun pasar yang lebih besar di sekitaran Plumpang, dan sebagian besar penjual berpindah ke sana. Pasar yang baru inilah yang menjadi Pasar Ular Plumpang.
Hingga saat ini, Pasar Ular di daerah Permai masih berdiri, namun tidak seramai Pasar Ular Plumpang. Walau jaraknya hanya sekitar 2 km dari Pasar Ular Plumpang, namun lebih sedikit masyarakat Jakarta yang mengetahui keberadaan Pasar Ular Permai ini.
Buat yang mau belanja, jangan salah tempat ya. Ada dua Pasar Ular.

Pasar Ular Plumpang

Barang-barang yang dijual di Pasar Ular Plumpang umumnya celana jeans, sepatu, dan tas bermerk. Supaya tidak mudah tertipu dengan barang imitasi, jangan lupa cek dan ricek sebelum membeli.
Kendaraan Umum: Bagaimana caranya ke Pasar Ular? Gampang. Kan ada Transjakarta. Jalur Transjakarta yang melewati kedua pasar ular ini adalah Koridor 10 (PGC – Tanjung Priok) dan Koridor 12 (Tanjung Priok – Penjaringan). Kalau mau ke Pasar Ular Plumpang, turunnya di halte busway Plumpang Pertamina.

Pasar Ular Permai

Pasar Ular Permai lebih banyak menjual barang pecah belah, keramik, lampu dan bunga kristal, serta hiasan keramik luar negeri. Kalau pulang dari jalan-jalan di Eropa dan “lupa” beli oleh-oleh pajangan keramik unik untuk mertua, bisa mampir di sini untuk membeli “oleh-oleh khas Eropa”.
Kendaraan Umum: Koridor 10 (PGC – Tanjung Priok) dan Koridor 12 (Tanjung Priok – Penjaringan) juga melewati Pasar Ular Permai. Kalau mau turun di Pasar Ular Permai, turunnya di halte busway Permai Koja.

Naik Transjakarta ke Pasar Ular
Pengalaman saya naik bus Transjakarta adalah ke Pasar Ular Permai. Saya naik bus Transjakarta dari Blok M.
  • Dari Blok M langsung ambil Koridor 6M (Blok M – Stasiun Manggarai), turun di halte busway Gatot Subroto LIPI.
  • Dari halte busway Gatot Subroto LIPI, ambil Koridor 9A (Pluit – PGC) dan turun di halte busway BKN.
  • Dari halte busway BKN, ambil bus Transjakarta koridor 10 (PGC – Tanjung Priok) dan turun di halte busway Permai Koja. Begitu keluar dari halte busway, langsung saja turun jembatan penyeberangan, maka kita akan tiba di Pasar Ular Permai. Letaknya persis di pinggir jalan, jadi strategis banget.
Nah, kalau mau ke Pasar Ular Plumpang dari kota tua Jakarta juga bisa, lho.
  • Naik bus Transjakarta dari halte busway Kota. Karena halte ini besar, cari pintu pemberhentian bus Koridor 12 (Penjaringan – Tanjung Priok).
  • Ambil bus Koridor 12, turun di halte busway Plumpang Pertamina. Dari halte ini, tinggal jalan kaki ke Pasar Ular. Pasar Ular letaknya di sisi jalan Jl. Yos Sudarso yang sebelah timur, ya. Jadi harus lewat penghubung di bawah kolong jalan tol dulu baru keluar halte buswaynya. Terus, jalannya juga lumayan sih. Panas pula kalau siang. Jalan kaki sekitar 5 menit ke arah selatan atau ke arah persimpangan jalan tol. Nah, kita harus menyeberangi sungai Sunter dulu baru nanti kita melihat banyak kios-kios yang merupakan bagian dari kompleks Pasar Ular.
Ternyata gampang kan, ke Pasar Ular, baik yang di Permai maupun yang di Plumpang. Tinggal naik bus Transjakarta saja. Yuk, naik kendaraan umum.

18 Komentar:

  1. bagus nih mbk berbagi informasi terkait rute perjalanan, bsa membantu orang yang menjadi pendatang baru di daerah ibukota.

    BalasHapus
  2. wah ternyata ada ya pasar seperti ini, eh di Medan juga ada namanya pajak ular (kalau di medan, pajak = pasar) ,menjual barang second hingga rongsokan, tapi kebanyakan kw sih, makanya harganya miring sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin istilah "ular" memang dekat dengan barang bekas atau KW ya.

      Hapus
  3. Wahhhh semoga saya tidak tersesat karna luasnnya jakarta inii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak, lah ... ada GoogleMaps ini.

      Hapus
  4. Beberapa kali transit jakarta ma keluarga, jalan2nya pake Transjakarta. Murah meriah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Kemana-mana Rp 3.500,-.

      Hapus
    2. bisa dipopulerkan tuh wisata by transjakarta yah. Eh sempat dulu juga ada kenalan ke Jakarta ya kita ajak2 keliling naik transjakarta heheeh

      Hapus
    3. Memang, lho. Transportasi publik Jakarta sudah jadi obyek wisata. Sekarang kalau ada saudara datang dari jauh, minta nyobain MRT.

      Hapus
  5. Loh pasar ular ini seperti pasar pada umumnya ya? Kirain pasar tempat jual beli ular atau binatan gitu hahaha, padahal sering lewat, cuma ga pernah mampir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak ... ngeri bener kalau ada pasar yang jualan ular beneran.

      Hapus
  6. Sekelebat ku baca judulnya tiba-tiba ingin nyeletuk 'Cakeeeep", eh ternyata bukan pantun ya, ehehehe.

    -Fajarwalker.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... walau bukan pantun, tetep cakep kan...

      Hapus
  7. dr dulu selalu penasaran knp namanya pasar ular..pasti ada kisah dibaliknya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jelas bukan karena jualan ular...

      Hapus
  8. Anak anak belum pernah naik Transjakarta niy, kalau ada kesempatan WAJIB BANGET ngajakin 😘

    BalasHapus