1 Juni 2019

Wisata ke Malaysia? Mampirlah ke George Town. George Town di Pulau Penang adalah kota kedua terbesar di Malaysia, dan pusat kota tuanya adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota ini memiliki peninggalan sejarah yang banyak dan menarik untuk dikunjungi.
Salah satu sudut di George Town, Penang.
Menurut sejarah di Wikipedia, George Town pada awalnya dibangun di tahun 1786 sebagai pos perdagangan bagi British East India Company. Sebagai kota dagang, berbagai kebudayaan bercampur-baur di sini. Tidak heran, bentuk arsitektur dan kebudayaan kota ini merupakan campuran dari berbagai kebudayaan di Asia dan Eropa. Salah satu hasilnya adalah budaya Peranakan yang masih terlihat jelas di dalam tradisi kuliner dan arsitekturnya.
Hingga sekarang, George Town adalah perpaduan antara tradisi dan dunia modern. Kota tuanya terawat dan bagian yang lebih modern terus berkembang. Itulah sebabnya, saat saya dan keluarga berwisata ke Penang di bulan April 2019 yang lalu, kami memutuskan untuk mengunjungi area kota tuanya, dan juga sempat melipir ke bagian modernnya, yaitu bangunan tertinggi di Penang.
Sebetulnya, jalan kaki keliling area pusat kota tuanya (yang luasnya sekitar 2,6 km2) sudah cukup memuaskan hati dan mata. Betapa tidak, kemana mata memandang, bangunan-bangunan dari abad ke-18, street art yang instagrammable, dan warung makan yang menggoda bertebaran di mana-mana. Hanya saja, sudah pasti dong ada tujuan wisata utama yang perlu dijadikan highlight.
Berikut adalah lima tempat wisata di George Town yang, menurut saya, patut dikunjungi:
Mercu Suar di Fort Cornwallis.
Fort Cornwallis
Mari dimulai dari bangunan yang didirikan di awal pendirian kota George Town di tahun 1786. Benteng terbesar di Malaysia ini tadinya didirikan untuk melindungi Penang dari bajak laut. Namun, sepanjang bangunan ini digunakan, fungsinya sebenarnya lebih banyak bersifat administratif (misalnya sebagai tempat tinggal) dibandingkan sebagai pusat pengelolaan perang.
Di bagian dalam benteng ini terdapat taman, amphitheater, dan restoran. Terdapat juga bangunan tua seperti gudang penyimpanan senjata (yang sudah kosong, tentunya) dan juga meriam dari jaman dahulu yang terpasang menghadap ke arah lautan.
Menurut saya, bagian yang paling menarik dari benteng ini adalah mercu suarnya. Mercu suar ini terbuat dari besi, bukan bangunan batu. Menurut informasi, mercu suar di benteng ini adalah mercu suar kedua tertua di Malaysia.
Pemandangan dermaga dari Chew Jetty.
Chew Jetty
Chew Jetty adalah salah satu dari kampung tepi laut tertua di George Town. Penghuni area ini adalah keluarga pelaut dari klan Chew yang datang dari China ke Penang di pertengahan abad ke-19. Di George Town terdapat beberapa Clan Jetty, yaitu dermaga dengan perkampungan yang dihuni oleh klan tertentu. Di antara semua Clan Jetty, Chew Jetty adalah perkampungan yang paling ramah turis dan satu-satunya yang masih memegang tradisi tahunan berupa pemujaan kepada dewa kuilnya dan Jade Emperor. Total rumah di area ini adalah 75 unit.
Di Chew Jetty, turis bisa melihat rumah-rumah para penghuni Jetty sekaligus menikmati pemandangan laut. Di ujung dermaga terdapat sebuah kuil yang hingga kini masih aktif digunakan. Beberapa penghuni perkampungan menjual souvenir dan makanan.
Menurut saya, yang paling menyenangkan dari kunjungan ke Chew Jetty adalah berdiri memandangi kapal yang mondar-mandir di laut. Oh ya, dari sini kita bisa melihat kota di semenanjung Malaya di seberang laut.
Kamar tidur Baba Nyonya jaman dahulu di Pinang Peranakan Mansion.
Pinang Peranakan Mansion
Museum ini menyimpan berbagai barang khas budaya Peranakan di Penang. Bangunannya didirikan di tahun 1890-an dan dulunya merupakan rumah seorang pengusaha China kaya bernama Chung Keng Quee di abad ke-19. Gedung museum ini unik karena berwarna hijau muda yang menyolok. Museum ini termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sebagaimana umumnya rumah orang kaya di jaman itu, arsitektur dan perabotan asli rumah ini adalah campuran antara budaya China dan Eropa. Barang-barang koleksinya mencapai 1000 lebih, yang mana semuanya menggambarkan kemewahan kaum Baba dan Nyonya jaman dahulu. Selain perabotan mewah, pembatas ruangan dari kayu dengan ukiran indah dan kaca patri yang cantik, di sini juga terdapat perabot rumah tangga dari kristal, vas dan peralatan makan keramik dengan corak khas Peranakan, hiasan ruangan antik, dan juga lukisan-lukisan jaman dulu.
Yang menarik dari museum ini adalah koleksinya yang sangat lengkap, disertai dengan penjelasan yang cukup. Untuk yang memang tertarik dengan budaya Peranakan di Penang, tidak ada salahnya untuk mampir kemari dan mempelajari salah satu aspek sejarah dari daerah Penang.
Tempat shooting film Crazy Rich Asians di Cheong Fatt Tze Mansion.
Cheong Fatt Tze Mansion
Bangunan ini dulunya juga rumah seorang taipan kaya yang bernama Cheong Fatt Tze yang mulai dibangun di sekitar tahun 1880-an. Saat ini, bangunan ini dijadikan hotel. Agar penghuni hotel tidak terganggu, maka pengunjung yang tidak menginap hanya dapat masuk ke area tertentu di hotel di waktu-waktu tertentu saja, yaitu saat ada guided tours. Tour ini selalu ada setiap hari. Namun jika sedang ada kegiatan, misalnya resepsi pernikahan, shooting film atau fotografi, dan lain-lain, maka guided tours akan dibatalkan.
Bangunan yang juga disebut sebagai Blue Mansion ini istimewa karena dindingnya dicat berwarna biru. Situs Warisan Dunia UNESCO ini termasuk situs yang terawat dengan baik sehingga di tahun 2000 mendapatkan penghargaan Most Excellent Heritage Conservation Award. Saat ini, hotel ini menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh turis, terutama karena ruangan terbuka di bagian tengahnya dijadikan salah satu tempat shooting film Crazy Rich Asians.
Buat yang ingin melihat-lihat barang-barang antik mungkin tidak akan menemukan banyak hal yang bisa dilihat. Tapi jika tujuannya adalah mengagumi arsitektur peranakan, tempat ini layak dikunjungi. Karena kita hanya bisa masuk saat ada guided tours, jadi kita bisa mendengarkan penjelasan tentang konsep harmoni dalam bangunan menurut tradisi China, sekaligus melihat detil bangunan yang nuansanya Eropa. Oh ya, Tjong A Fie, yang membangun rumah yang sekarang menjadi Museum Peranakan di Medan, adalah saudara dan rekanan bisnis dari Cheong Fatt Tze.
Rainbow Skywalk di The Top, di lantai 68 Komtar Tower.
The Top
Yang ini adalah atraksi modern. The Top adalah indoor theme park yang terletak di Komtar Tower. Komtar Tower adalah bangunan tertinggi di Penang, yang terdiri dari 68 lantai. Letaknya tidak terlalu jauh dari areal kota tua dan sebenarnya masih bisa dicapai dengan berjalan kaki.
Ada 18 atraksi yang disuguhkan di The Top, tapi yang paling populer tentunya adalah Rainbow Skywalk. Rainbow Skywalk adalah lengkungan berupa jembatan yang terbuat dari kaca di tepian puncak gedung, dimana pengunjung bisa berjalan di atas kaca tersebut dan melihat ke bawah sejauh 248,7 meter. Di sini pengunjung juga bisa melihat panorama kota George Town dari atas.
Selain Rainbow Skywalk, ada juga The Gravityz (area khusus dimana kita bisa berjalan atau duduk di tepian gedung di ketinggian), wahana zombie, wahana untuk anak-anak, ruang pameran, dan juga tempat makan. Pokoknya, seru banget kalau berkunjung ke The Top.

Selain kelima obyek wisata yang sudah disebutkan, masih banyak lagi tempat yang nggak kalah seru di George Town. Jadi, tidak perlu khawatir. Nggak bakalan menyesal berkunjung ke George Town di Penang, Malaysia.

16 Komentar:

  1. Waduh kapan ya saya bisa keluar negri traveling hehe
    Bagus suasana george town sama chew fety wah pas pantai nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... suasananya bagus. Sepertinya pemerintahnya memang sengaja mengembangkan kotanya sebagai tujuan wisata.

      Hapus
  2. wah menarik banget nih wisata di george town penang ini, terutama yang di the top. amat mengundang adrenalin pastinya untuk berdiri dan melihat langsung ke bawah dari ketinggian hampir 250 meter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ... dan ada tulisannya: yang sakit jantung dan fobia ketinggian dilarang naik.

      Hapus
  3. wah menarik ni, belum pernah ke penang dan ini masuk list bucket aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, Kak. George Town emang oke untuk wisata.

      Hapus
  4. Jadi kepengen ikutan nih, keren...

    BalasHapus
  5. Penang itu banyak juga ya tempat wisatanya saya cuman taunya Penang sebagai tempat berobat orang indo saja karena pelayanan rsnya di sana emang top banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Saya juga baru tahu pas di sana, ternyata tempat wisatanya banyak.

      Hapus
  6. Tertarik sama yang di The Top. Mau atuh kalo diajak ke sana wokwokowkkowkow

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halah.. mengajak diri sendiri saja...

      Hapus
  7. dari semua tempat yang disebutkan, belum pernah kesana sama sekali pas lagi di Penang.. Next time wajib kesana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya malah penasaran. Dulu mas Handy ke Penang, ke mana aja?

      Hapus
    2. waktu itu temani ortu check-up, jadi di hari terakhir cuman ke bukit bendera, ke lok si, sama gurney hawker centre..

      Hapus
    3. Saya malahan nggak pernah ke tempat-tempat itu. Kapan-kapan kali ya...

      Hapus