1 Mei 2020

Update 20 Agustus 2020 : Saat ini sudah ada mesin penjual otomatis yang baru yang bisa mengisi kartu JakLingko BNI, Mandiri, dan BRI. Mesinnya warnanya biru dan sudah dipasang di beberapa halte BRT.
Update 28 Agustus 2020  : Penjelasan mengenai mesin baru ada di sini.

Mesin Penjual Otomatis Kartu JakLingko dari BNI.
Di artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang cara membeli kartu Jak Lingko (yang dari BNI) di mesin penjual otomatis. Sekarang saya cerita tentang cara top up kartu ini.
Top up kartu JakLingko (yang dari BNI) dapat dilakukan di mesin penjual otomatis yang sama. Kalau untuk kartu JakLingko yang dari Bank DKI, saya kurang tahu (karena tidak punya). Berikut yang saya lakukan saat melakukan top up kartu JakLingko dari BNI:

Sentuh tombol “Topup Saldo”

Karena saya hendak melakukan top up, maka saya menyentuh tombol untuk top up saldo. Mesin penjual otomatis ini layarnya touch screen, jadi tinggal tekan saja tombol yang dibutuhkan.

Muncul perintah untuk menaruh kartu pada Card Reader

Sesuai petunjuk di layar, saya diminta untuk menaruh kartu pada Card Reader. Sama seperti kalau kita top up KMT untuk Commuter Line, maka kita harus menaruh kartu pada tempat untuk membaca kartu kita. Jangan mengambil kartu dari Card Reader sampai keseluruhan proses ini selesai, ya. Jangan sampai kita sudah memasukkan uang ke dalam mesin tapi pembayarannya nggak tercatat di kartu.

Memilih jumlah nominal untuk isi ulang

Setelah kita meletakkan kartu pada Card Reader, akan muncul pilihan nominal top up kartu. Pilihan jumlah top up terbatas, yaitu Rp 100.000,-, Rp 50.000,-, Rp 20.000,-, dan Rp 10.000,-. Saya memilih mengisi ulang Rp 10.000,- saja.

Memasukkan uang ke dalam tempat memasukkan uang

Sama seperti waktu saya membeli kartu JakLingko, saya memasukkan uang pada tempat memasukkan uang. Mesin ini hanya menerima uang kertas yang masih bagus ya. Bagus artinya tidak lusuh, tertekuk, atau sobek. Jumlah uang yang dimasukkan harus pas, karena mesin ini tidak bisa memberikan uang kembalian. Kalau akan memasukkan beberapa lembar uang (misalnya melakukan top up Rp 20.000,- dengan menggunakan dua lembar sepuluh ribuan) maka kedua lembar uang ini harus dimasukkan satu per satu.

Muncul konfirmasi ulang pembayaran

Setelah uang diterima mesin, akan muncul konfirmasi ulang pembayaran pada layar. Pada dasarnya, dari jumlah yang kita pilih, kita akan dipotong biaya Rp 1.500,- untuk biaya administrasi. Nggak beda dengan top up di loket Halte Busway (halte BRT) dimana kita juga harus membayar biaya administrasi Rp 2.000,-
Setelah lembar konfirmasi muncul di layar, tekan tombol “konfirmasi”.

Ambil kartu dari Card Reader

Setelah kita melakukan konfirmasi, maka di layar akan muncul gambar animasi tangan menarik kartu. Itu artinya kita bisa mengambil kartu dari Card Reader. Ambil kartu dan simpan dengan baik.

Mengambil struk bukti transaksi

Setelah kartu kita ambil, di layar akan muncul tulisan “Pembayaran Berhasil”.Di bawahnya akan tertera saldo yang ada di dalam kartu kita. Struk bukti transaksi akan muncul di bagian bawah mesin. Jangan lupa diambil. Kalau tidak diperlukan, bisa dibuang di tempat sampah terdekat.

Nah, itulah pengalaman saya mengisi ulang (top up) kartu JakLingko yang dari BNI. Ada yang punya pengalaman lain dengan mesin penjual otomatis kartu JakLingko?

12 Komentar:

  1. Cara top up nya juga cukup mudah, apalagi dengan bisa top up di mesin otomatis, jadi nggak malu-maluin kalo top up Rp. 10.000 aja. 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, soalnya kan sekali jalan juga cuma Rp 3.500,-. Kalau harus top up seratus ribu, sia-sia banget yah sisanya.

      Hapus
  2. dengan kondisi orang-orang pada cashless mungkin kalau ada fitur top up via bank lebih praktis yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... tapi kayaknya ini perlakuannya sama kayak TapCash, deh. Jadi penasaran mau nyoba top up di ATM BNI.

      Hapus
  3. Wah ak belum buat si ka, dan baru tau kalau ada program seperti ini dari BNI yah.. baru tau banget dari sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... memang program ini kalah populer dengan JakLingko punya Bank DKI.

      Hapus
  4. Mungkin ngga,ya .. misalnya nih transaksi pembayaran udah selesai, eeh . tetiba layarnya muncul tulisan 'pembayaran belum berhasil. Ulangi lagi dong' 🤔😄 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak... kalau ada, pasti joke buat konten YouTube.

      Hapus
  5. Saya baru tahu ada kartu seperti ini mbak, eh ini kartu khusus warga DKI atau gimana mbak Dyah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan kartu khusus warga DKI. Ini kartu untuk alat bayar transportasi di Jakarta. Siapa saja boleh punya, kok.

      Hapus
  6. sebelum pandemik corona aku suka top up dari vending machine ini yg ada di halte busway. Ealah, gak lama rusak, jadi mesti topup sama petugasnya... sebel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu masalah organisasi di Indonesia. Bisa membangun tapi tidak bisa merawat. Susah, dong. Padahal dengan adanya vending machine ini, petugas bisa lebih fokus menangani tugas yang lebih penting seperti menjawab pertanyaan orang yang nyasar atau mengatur penumpang supaya tidak rebutan.

      Hapus