6 November 2021

Paket dari Google Maps.

Sejak pandemi, praktis saya nggak pergi-pergi. Kalaupun keluar rumah, paling ke kantor atau belanja. Selain jadinya merasa nggak punya bahan untuk ngeblog, saya juga jadinya sempat berhenti berkontribusi ke Google Maps. Mungkin ada yang bertanya-tanya, kontribusi macam apa yang bisa diberikan ke Google Maps? Jawabnya, banyak!

Google Maps yang sekarang banyak dilihat orang untuk tahu jalan mana yang nggak macet, lokasi tempat makan ngehits, dan tempat wisata favorit, adalah hasil kontribusi dari banyak orang yang mengupload foto, mengirimkan informasi mengenai jalan yang ditutup, dan memberikan review tempat-tempat umum. Dan para kontributor ini nggak dibayar, lho. Mereka adalah sukarelawan yang memang ingin membagikan informasi terbaru melalui Google Maps. Para sukarelawan ini disebut juga sebagai Local Guides.

Kenapa saya bisa jadi seorang Local Guide? Sebetulnya, itu gara-gara penasaran. Beberapa tahun yang lalu, kantor saya pindah ke sebuah gedung perkantoran yang relatif baru. Nah, kurir dari banyak perusahaan rekanan bertanya-tanya lokasi barunya ini. Waktu saya mau share location, eh, gedung baru ini lokasinya nggak pas. Selisihnya nggak tanggung-tanggung, belasan kilometer! Saya terus bilang ke orang divisi IT dan orang divisi GA, kalau kurir perusahaan rekanan banyak yang nyasar karena gedung kita lokasinya di GoogleMaps salah jauh. Sekalian saya minta mereka untuk buat pin kantor baru di peta biar orang nggak salah kalau mau datang. Nah, ternyata nggak ada yang tahu caranya buat pin lokasi baru di dalam Google Maps. Orang divisi GA lalu datang ke kantor pengurus gedung dan minta tolong diubah lokasi gedungnya di Google Maps. Beberapa hari kemudian, lokasi kantor kami muncul di dalam Google Maps, tapi untuk lokasi gedung berubahnya baru beberapa lama kemudian.

Beres dong? Iya. Tapi saya jadi penasaran tentang cara menambahkan lokasi di Google Maps. Browsing kesana kemari, sampailah saya di penjelasan tentang Local Guides. Jadilah saya mendaftar untuk jadi Local Guide. Saya jadinya coba-coba untuk mereview tempat, upload foto makanan, dan juga kemudian menambahkan serta mengedit lokasi di Google Maps. Di waktu banjir, saya juga ikutan mengirim informasi jalan tutup yang saya lihat gara-gara banjir. Dan setelah beberapa tahun, lama kelamaan jadi kebiasaan buat foto-foto makanan dan posting di Google Maps.

Setiap kali kita posting foto, menulis review, atau menjawab pertanyaan, kita akan dapat poin. Semakin banyak poin kita, maka level kita akan semakin tinggi. Poinnya nggak bisa diuangkan ya, cuma buat lucu-lucuan aja kayaknya. Tapi cukup merangsang minat untuk berkontribusi di Google Maps. (Saya pikir-pikir, harusnya pas pindahan kantor dulu, saya langsung daftar jadi Local Guides dan pasang pin kantor baru di Maps yah. Lumayan nambah poin. Sayangnya waktu itu belum tahu.)

Di tahun 2020 saya sudah jadi Local Guide level 7. Lumayan, lah. Sekalian jalan-jalan, sekalian berkontribusi di Google Maps. Tapi waktu mulai pandemi, berhentilah saya posting apapun di Google Maps. Nggak ada bahan, soalnya. Blog aja isinya cuma soal naik busway semasa pandemi. Hahaha!

Makanya waktu di pertengahan bulan Juli 2021 saya dapat email bahwa saya berhak memperoleh Local Guides pin secara gratis, saya sebenarnya cukup kaget. Lha posting foto paling cuma sebulan sekali, bahkan bisa kelewatan. Tentunya saya tidak menolah penawaran itu, dan saya kemudian mengisi kuesioner yang meminta saya menjelaskan alamat lengkap untuk pengiriman pin. Udah, itu saja. Selanjutnya saya disuruh menunggu dengan sabar, karena pengiriman menggunakan pos biasa dan bisa sampai dalam jangka waktu sampai enam minggu dari pengiriman. Okelah.

Di akhir bulan September, tiba-tiba muncul tukang pos yang info kalau ada kekurangan biaya bea cukai barang kiriman sebesar tiga ribu rupiah. Berhubung saya nggak pesan barang apapun dari luar negeri, langsung saya tahu bahwa kiriman yang dimaksud pasti pin Local Guides. Setelah bayar di tempat, paket tipis itupun berpindah tangan ke saya.

Isi paketnya, adalah pin lucu berbentuk orang yang membawa kamera dan hape. Ada kartu ucapan terima kasih juga. Paketnya dikirim dari Inggris (Great Britain), tapi operator pengirimannya adalah Pos Jerman (Deutsche Post). Menarik juga. Harga barang yang diakui adalah GBP 1.00 alias sekitar 19 ribu rupiah.

Apakah setelah dapat pin Local Guides lalu jadi lebih rajin berkontribusi ke Google Maps? Enggak juga, sih. Lha masih pandemi juga. Nggak bisa kemana-mana. Cuma kalau pas beli makanan di tempat baru aja baru foto makanannya. Paling-paling pasang foto halte busway biar orang tahu lokasi musholla, misalnya. Nggak maksa untuk nambah poin atau naik level juga. Soalnya menurut saya pribadi, kalau mau cari tahu tentang lokasi wisata atau tempat makan, review di blog tetap lebih akurat dan detil. Biasanya saya cek tempat makan di Google Maps untuk lihat foto-foto makanan dan keterangan buka/tutupnya saja. Makanya biasanya juga dua hal itu saja yang saya update.

Akhir kata, saya berterima kasih kepada Google Maps yang mau mengirimkan pin lucu ke saya secara gratis. Lumayan, menambah koleksi.

Selanjutnya
Artikel ini sudah yang terbaru.
Sebelumnya
Posting Lama

2 Komentar:

  1. Menarik juga pengalaman mbak Dyah, jadi lokal guide karena kantor pindah ya mbak.

    Berarti jadi guide lokal ngga ada bayaran nya ya mbak, paling dikasih hadiah Pin saja. 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... Itulah bisnis masa kini yang bisa sukses: memberi fasilitas gratis dan membuat orang mau kerja gratisan.

      Hapus