19 Mei 2018


Salah satu makanan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Solo adalah sate kere. “Kere” artinya miskin. Jadi sate kere adalah satenya orang miskin. Alkisah, di jaman dahulu, hanya orang kaya yang bisa makan daging. Nah, untuk orang-orang yang tidak mampu makan sate daging, mereka berkreasi untuk menciptakan sate yang murah meriah. Lahirlah sate kere.
Sebenarnya, yang disebut sate kere adalah sate gembus. Sate gembus adalah sate yang bahan dasarnya adalah tempe gembus. Tempe gembus adalah hasil fermentasi dari sisa-sisa pembuatan tahu. Ampas pembuatan tahu dikumpulkan dan difermentasikan, dibentuk seperti tempe. Nah, tempe gembus yang dimasak seperti sate inilah yang menjadi cikal-bakal sate kere.
Sate kere yang paling kiri, lalu sebelahnya sate kikil, terus ada sate hati ...
(Serasa penjelasan foto keluarga. Hahaha!)
Menurut informasi yang ada, tempe gembus baru menjadi makanan warga Jawa Tengah, khususnya warga Surakarta, di sekitar jaman penjajahan Jepang, dimana makanan memang sulit didapat. Lama kelamaan muncul ide untuk memasak tempe gembus seperti sate. Seiring dengan berjalannya waktu, jerohan sapi juga menjadi bagian dari sate kere. Makanya, saat ini kalau orang makan sate kere di warung, biasanya tersedia juga sate paru, sate kikil, sate torpedo, dan lain-lain.
Sewaktu saya berkunjung ke Solo, saya tentunya tidak melewatkan kesempatan untuk mencicipi sate kere. Warung sate kere yang saya kunjungi adalah Warung Yu Rebi. Yu Rebi aslinya berjualan berbagai macam sate, termasuk sate kere. Di spanduk warungnya, tertulis: Warung Sate Jerohan Sapi Yu Rebi. Spanduk ini memang lebih mendekati kenyataan sih, karena sate kere (alias sate gembus) hanyalah bagian dari makanan yang ditawarkan di dalam warung tersebut.
Waktu saya di warung tersebut, saya tidak hanya mencoba sate gembus, namun juga mencoba sate-sate lainnya. Buat yang penasaran dengan sate torpedo, ehm .. boleh juga mencoba di sini. Ada juga sate ginjal. Minuman yang disajikan juga bervariasi, termasuk es beras kencur, es gula asem, dan es soda gembira.
Buat yang memang kebetulan berkunjung ke Solo, boleh coba mencicipi sate unik ini. Warung Sate Yu Rebi ada di belakang kompleks Sriwedari, tepatnya di Jl. Kebangkitan Nasional Kios no 1-2, Sriwedari, Solo. Kebetulan di bagian belakangnya ada tempat luas yang biasa dipakai untuk latihan menyetir mobil, jadi tidak repot untuk mencari tempat parkir. Yuk, icip-icip!

5 Komentar:

  1. wah, makasih infonya mbak dee.
    belum pernah coba sate kere, tp penasaran sama sate torpedo.
    itu sate kaya gimana mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... menurut saya, rasanya hampir sama dengan sate ampela, soalnya agak kenyal. Tapi lebih gurih. Harus nyoba sendiri sih. Susah dituliskan rasanya.

      Hapus
    2. haha iya mbak, jadi penasaran kan.
      makasih infonya mbak :)

      salam,
      ceritaliana.com

      Hapus
  2. ini enak haaaaaaaaaaaaa. salah bukaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ssst ... tinggal tutup lagi ...

      Hapus