13 Oktober 2018

Mau jalan-jalan malam hari di Siem Reap, Kamboja? Tenang saja. Siem Reap adalah kota yang hidup dari industri turisme. Ada hiburan untuk setiap jenis orang, termasuk yang cuma suka nongkrong cantik di kafe. Buat yang suka nongkrong malam-malam, ada satu jalan yang sudah terkenal menjadi jantung kehidupan kota Siem Reap di malam hari. Turis yang datang ke Siem Reap tidak mungkin melewatkan jalan-jalan di Pub Street.
Nama resminya adalah Street 8. Tapi untuk turis dan penduduk lokal, disebutnya sebagai Pub Street. Sesuai dengan namanya, di jalan ini ada banyak pub (bar). Selain bar, di jalan ini juga berjajar restoran dan klab malam. Kalau browsing di internet, akan ada banyak nama-nama tempat makan dan tempat nongkrong yang dipromosikan, tapi tidak ada yang mengalahkan restoran The Red Piano.
Pub Street. The Red Piano terlihat di sebelah kiri. 
Restoran The Red Piano sudah ada sejak lebih dari 18 tahun yang lalu. Waktu itu, Street 8 masih sepi dan yang lalu lalang di sini adalah backpacker yang cenderung pelit mengeluarkan uang. Restoran yang dimiliki oleh orang Belgia ini tadinya hanya satu dari sedikit rumah makan kelas “turis” di Siem Reap. Pelanggannya adalah sedikit kaum expat yang ada di sekitar situ.
Bisnis tidak berkembang sampai di akhir tahun 2000, ketika kompleks Angkor Wat menjadi tempat shooting film Tomb Raider. Kru film (yang kebanyakan diimpor dari Amerika), termasuk artis Angelina Jolie, rajin nongkrong di restoran The Red Piano. Mungkin karena yang punya juga pendatang, jadi para kru merasa lebih enak berada di situ. Lalu, dibuatlah minuman khusus untuk kru film ini, yang kemudian menjadi favorit Angelina Jolie. Dengan meledaknya film Tomb Raider, nama Siem Reap menjadi semakin terkenal di bisnis wisata, dan restoran The Red Piano menjadi terkenal juga.
Saat ini Pub Street sudah dipenuhi oleh rumah makan kelas “turis” yang harga makanannya bisa mencapai USD 28 per porsi (bisa dibagi 2-3 orang). Jelas bukan jatah warga setempat. Dan yang paling sering menjadi tempat foto-foto adalah bagian depan dari restoran The Red Piano. Bukan apa-apa, restoran ini membanggakan diri sebagai bagian dari sejarah film Tomb Raider.
Nah, berhubung sudah terlanjur di Siem Reap, sayang dong kalau kami sekeluarga tidak berkunjung ke Pub Street. Jadi kami bertiga jalan ke Pub Street dan memutuskan untuk masuk ke The Red Piano untuk ... mencoba minuman favorit Angelina Jolie, Tomb Raider Coctail. Minuman ini sebetulnya adalah campuran dari Cointreau (minuman beralkohol asal Perancis), tonic water, dan jeruk nipis. Rasanya masam dan terasa kering di tenggorokan. Jujur saja sih, saya tidak terlalu suka. Oh ya, harga USD 3,75 per gelas.
Begini, nih, suasana di Pub Street.
Buat yang mau belanja, di Pub Street juga terdapat pasar malam (Night Market). Night Market memang menarget turis, jadi barang-barang yang dijual adalah dompet, tas, baju, hiasan, dan lain-lain yang biasa jadi oleh-oleh. Harga barang di sini bisa dikatakan sama dengan harga di pasar malam lain. (Di Siem Reap terdapat beberapa pasar malam untuk turis.) Oh ya, Pub Street juga dekat dengan pasar tradisionalnya (Old Market), tapi Old Market bukanya pagi dan siang saja. Kalau mau belanja oleh-oleh di Night Market, jangan lupa menawar. Waktu kami di sana, kami bisa dapat harga 25% dari harga awal. Kalau kami lebih memaksa, mungkin dapat lebih murah. Tapi kok ya nggak tega ya ...
Kalau di Pub Street cuma mau jalan-jalan dan lihat-lihat saja, juga boleh kok. Waktu kami duduk-duduk di Red Piano, beberapa kali kami melihat rombongan turis, dengan tour guide yang bawa bendera, berjalan sambil foto-foto. Nggak cuma jalan-jalan juga boleh. Kalau mau clubbing, ya memang di sini tempatnya. Tapi saya sih bukan tipe orang yang suka ajep-ajep, jadi ya cuma duduk-duduk dan jalan-jalan saja.
Kalau mau datang ke Pub Street, disarankan setelah jam 5 sore. Soalnya, sebelum jam 5 sore kendaraan masih bisa lewat, jadi agak susah untuk jalan-jalan di sini. Di malam hari, jalan ini dipenuhi oleh manusia yang mau nongkrong atau jalan-jalan cantik. Nggak cuma turis, di sini juga ada banyak orang lokal jalan-jalan. (Termasuk mbak-mbak setempat yang genit ama turis ...  eh?) Oh ya, konon copet juga banyak lalu-lalang di jalan ini, jadi hati-hati kalau bawa dompet atau handphone.
Nah, Siem Reap nggak melulu candi kan. Ada juga tempat wisata lain, yang mungkin lebih menyenangkan untuk kaum backpacker dan wisatawan gap-year yang cuma ingin hura-hura di luar negeri. Buat saya, semua tempat wisata merupakan kesempatan untuk mempelajari budaya dan kebiasaan yang berbeda, meskipun mungkin kurang cocok dengan kepribadian saya. (Selera orang boleh beda-beda, kan?) Yah, namanya juga hidup di dunia, nggak heran kalau kita bertemu dengan hal baru dan hal yang berbeda. (Jadi semangat untuk jalan-jalan lagi.)

22 Komentar:

  1. Jadi penasaran dan pengen juga minum Tomb Raider Coctail hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha ... rasanya agak masam.

      Hapus
    2. Kirain rasanya mirip Angelina Jolie #Eh haahahah :D

      Hapus
    3. Waduh... nggak pernah nyobain. Ahahaha ....

      Hapus
  2. Mumpung di Siem Reap emang perlu itu melihat sisi lain dari kota itu yg ternyata nggak melulu hanya tentang candi namun ada gemerlap kehidupan malamnya.
    Itupun pernah saya lakukan ketika kuliah di Hobart,...sama hanya sebatas mengenal budaya lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, apalagi Mas Aris kuliah di sana. Pasti bisa lihat berbagai aspek kehidupan di sana ya. Iya, mengenali membuat lebih memahami, walau belum tentu mengikuti.

      Hapus
  3. Wah ... foto2 yang di-share yang begitu banyak, tapi jadi terbawa suasana. haha

    BalasHapus
  4. Itulah hebatnya ketenaran nama sebuah film ya, kak ..., nama lokasi shooting juga tempat nongkinya seleb dunia mendadak jadi famous.

    Semoga pemerintah Indonesia membuka kran kemudahan perijinan shooting perfilman Hollywood, biar lokasi wisata makin terkenal.

    BalasHapus
  5. Berkat sebuah flim, jadi terkenal dan menjadi destinasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... coba di Indonesia bisa gitu juga. Boleh banget, kan.

      Hapus
  6. The red piano ibaratnya ketiban durian runtuh karena film tomb raider ya.. masyarakat setempat pun pada akhirnya ikut merasakan peningkatan kemakmuran.. :)

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... kesuksesan bisnis juga ada faktor luck.

      Hapus
  7. mahal banget ya si coctail :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah... kan minumannya Angelina Jolie.

      Hapus
  8. Film meman bisa menjadi sarana promosi tempat wisata. Dan tomb raider suksek membuat wisata siam Rep tekenal termasuk pub. hmmm jadi pensaran pingin cobain coctail ala agelina jolie, berharap setelah minum bisa seksi kayak dia, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh... minum jamu saja, Kak. Konon bikin badan singset.

      Hapus
  9. Gara gara film jadi terkenal restonya. Gelas yang dipake minum sama angelina jolie masih ada nggak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh... saya nggak tanya tuh. Udah diembat yang punya resto, kali. Hehehe...

      Hapus