23 November 2019

Jalan-jalan itu butuh biaya. Ya, kecuali kalau kita punya sponsor yang murah hati, yang namanya wisata itu pasti membuat kita merogoh kocek. Nah, untuk itu perlu ada pengaturan keuangan yang baik supaya kita tetap bisa jalan tanpa membuat biaya sehari-hari berantakan. Umumnya, kita bisa menabung dari jauh-jauh hari. Tapi pada kasus tertentu, kalau kesempatannya mendadak, kita perlu penyelesaian yang lain. Pada saat itulah kita perlu pinjaman KTA atau kredit tanpa anggunan.
Mau jalan-jalan ke mana?
Contohnya, tiba-tiba ada promo tiket murah ke London. Seru, dong ya? Yang seperti ini nih, tiket promo bisa habis dalam hitungan jam. Tapi terus visanya bagaimana? Padahal untuk mengajukan visa ke Inggris, kita harus ada catatan tabungan yang stabil selama beberapa bulan. Belum lagi pengeluaran lain untuk perlengkapan yang dibawa. Waduh. Tapi apa iya, kesempatan yang jarang ini lalu kita lewatkan?
Nah, berikut tipsnya mengatur keuangan saat mempersiapkan perjalanan.
Rajin menabung
Ini mutlak ya. Kalau memang sukanya jalan-jalan, ya harus membiasakan diri untuk menabung untuk keperluan jalan-jalan. Buat prioritas penggunaan uang secara rutin. Jadi, kalau ada kesempatan tiket murah seperti ilustrasi di atas, uangnya ada.
Mencatat prioritas kebutuhan uang sejak sebelum berangkat
Tiket sudah dibeli, nih. Tapi jalan-jalan kan nggak hanya perlu tiket PP. Catat semua perkiraan kebutuhan. Hotel, tiket masuk tempat wisata, biaya makan, pembelian barang-barang baru (misalnya jaket musim dingin atau baju renang), dan persyaratan visa. Kalau pergi ke negara tertentu, kita juga wajib vaksinasi terhadap beberapa jenis penyakit. Nah, prioritas juga dapat disusun berdasarkan urutan waktu pengeluaran.
Jangan lupa cek kebutuhan lain di luar jalan-jalan yang saat itu juga harus dipenuhi. Misalnya: bayar kos-kosan, makan sehari-hari, bayar pulsa, dan lain-lain. Kalau uangnya cukup sih, nggak masalah. Kalau uang di tabungan cukup buat pengajuan visa, tapi kalau dipakai buat pengeluaran lain kok takutnya kurang untuk pengajuan visa ... Gimana dong?
Memanfaatkan pinjaman KTA
Kalau uang di tabungan jumlahnya pas banget untuk diendapkan selama tiga bulan buat pengajuan visa, kita bisa memanfaatkan pinjaman KTA untuk membantu kelancaran pengeluaran harian kita. Nah, catatan tambahan nih ya. Kalau kita hendak memanfaatkan kredit, pastikan memang pinjaman ini hanya untuk membantu memenuhi sebagian dari kebutuhan keuangan kita dan sifatnya untuk keperluan yang “terpaksa”. Bukan untuk membiayai perjalanan kita secara keseluruhan lho ya.
Selama jangka waktu pinjaman, atur pengeluaran supaya masih bisa mencicil pembayaran kredit. Perlakukan pinjaman seperti menabung mundur, seolah-olah tabungannya ada dulu baru menyisihkan uang untuk mencicil. Begitu visa sudah di tangan, uang yang ada bisa dipakai untuk beli keperluan kita sebelum berangkat. Ingat ya, pulang dari jalan-jalan, tagihan kartu kredit untuk hotel dan belanja sudah menanti.

Mencatat pengeluaran
Sejak masih dalam persiapan perjalanan, semua pengeluaran harus dicatat. Termasuk pengeluaran untuk membeli baju, beli koper, dan lain-lain. Membayar cicilan pinjaman, termasuk KTA dan kartu kredit, juga harus dimasukkan ke dalam catatan. Jadi kita selalu ingat biaya yang sudah kita keluarkan, dan untuk selanjutnya bisa memperkirakan biaya yang masih harus dikeluarkan. Catatan juga membantu kita lebih konsisten untuk membayar cicilan.
Konsisten dengan perencanaan awal
Di tengah jalan mungkin kita melihat tas yang bagus, parka yang cantik, diskon perlengkapan travel, dan lain-lain. Tapi jangan kalap belanja, ya. Gunanya mencatat prioritas kebutuhan ya untuk mengurangi pembelian barang yang nggak perlu. Kita travelling bukan fashion show, jadi yang penting semuanya layak pakai. Nggak harus baru.
Nah, dengan strategi keuangan di atas, harapannya tidak ada masalah dalam pengeluaran rutin kita meskipun ada keperluan khusus untuk jalan-jalan, misalnya mengendapkan dana di bank untuk pembuatan visa. Yang penting semua sudah diperhitungkan sebelumnya.
Tips tambahan:
Memilih pinjaman KTA juga penting lho. Penyedia pinjaman ada banyak, tapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita. Untuk yang satu ini, nggak perlu pusing cari-cari brosur di bank atau browsing sana-sini. Cukup klik Cek Aja, website yang membantu kita memilih produk-produk keuangan. Di sini kita cukup memasukkan data kita, dan kita akan langsung mendapatkan pilihan jasa yang cocok sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita. Buat yang penasaran, bisa langsung intip websitenya di https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan/.

18 Komentar:

  1. Kalo untuk urusan pencatatan bulanan aku pakai aplikasi jadi gak meleset-meleset banget, nah kalo butuh banget baru deh ajukan KTA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... kalau "terpaksa" baru ajukan KTA. Pada dasarnya pinjam nggak boleh dijadikan kebiasaan.

      Hapus
  2. Wiwin | pratiwanggini.net24 November 2019 00.26

    Mengajukan pinjaman KTA musti perhitungan banget. Dan hanya dilakukan jika usaha-usaha lain sudah mentok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mbak. Dan tidak boleh diandalkan terus-terusan. Tapi memang bisa jadi alternatif.

      Hapus
  3. Bener banget, kebutuhan kan ga hanya tiket. Banyak yg jalan2 tergiur harga murah promo tiket, padahal diluar itu dana jg hrs disiapkan untuk hotel, makan, transport lokal selama wisat, dll. Dan itu bisa jauh lbh mahal dr tiket promonya. Jd setuju dr awal semua harus diprediksiin n dicatat dulu. Kecuali emank punya duit ga berseri kaya Nia Ramadani yg sekali jalan2 habis ratusan juga 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... iya. Kalau punya pohon duit sih, apapun juga bisa.

      Hapus
  4. Akhir bulan depan udah masuk musim liburan sekolah. Aku mulai nyusun budget liburan tipis2 buat keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Langkah nomer satu untuk persiapan jalan-jalan adalah menabung.

      Hapus
  5. Wiwin | pratiwanggini.net25 November 2019 10.13

    KTA sangat membantu dan cocok buat yang disiplin dalam pembayaran angsuran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang harus disiplin membayar angsuran.

      Hapus
  6. setuju banget, semuanya memang perlu dipersiapkan, Pinjaman KTA hanya sebagai bagian dari "terpaksa", kalau jangka waktunya masih panjang, mending menabung bisa jadi pilihan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget. Memang menabung itu kunci kesehatan kantong.

      Hapus
  7. Saya pake bisnis jual beli ut liburan mb.
    Jual beras ma perabotan buat beli tiket :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh Pak, itu hasilnya bisa lebih besar daripada penghasilan utama.

      Hapus
  8. liburan nyaman, kantong juga aman ya gak was was :D

    BalasHapus
  9. Gw selalu nabung dulu sebelum piknik. Gak mau kalo abis pulang piknik malah mikir gimana bayar utang. Pusing yang ada ntar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu perbuatan yang mulia, wahai anakku. Pinjaman itu kan untuk hal-hal yang sifatnya "terpaksa". Kita tidak pernah tahu, tiba-tiba ada kebutuhan.

      Hapus