14 Desember 2019

Di dalam bus Transjakarta koridor 5M.
Di bulan November 2019 yang lalu, ada rute baru bus Transjakarta, yaitu Tanah Abang – Kampung Melayu lewat Cikini. Koridor 5M, begitu namanya, yang dari Tanah Abang ke arah Kampung Melayu akan melewati juga Taman Ismail Marzuki (TIM). Jangan tertukar dengan koridor 5F (Tanah Abang – Melayu) yang tidak lewat Cikini, ya. Koridor 5F lewatnya Jl. KH Mas Mansyur ke arah Kota Kasablanka.
Menarik juga, karena akhirnya ada jalur bus Transjakarta yang lewat di depan TIM selain koridor 6H (Senen – Lebak Bulus). Selain itu, titik berangkatnya adalah Tanah Abang yang sangat ramai itu. Berhubung saya penasaran, saya memutuskan untuk mencoba naik bus Transjakarta koridor 5M.
Lewat mana?
Karena beberapa jalan yang dilewati koridor 5M ini satu arah, maka ada beberapa tempat yang hanya dilewati satu arah. Ada yang hanya dilewati saat menuju ke Kampung Melayu, dan ada yang hanya dilewati saat menuju ke Tanah Abang. Untuk jelasnya, bisa dilihat jalur berikut ini.
Diambil dari website resmi Transjakarta.
Nah, berikut beberapa tempat yang umum dicari netizen yang dilewati oleh koridor 5M jurusan Tanah Abang – Kampung Melayu via Cikini (ke arah Kampung Melayu):
  • Tugu Tani (berhenti di depan gereja Anglikan)
  • Taman Ismail Marzuki
  • Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  • Rumah Sakit Premier Jatinegara
Sedangkan beberapa tempat yang umum dicari di internet yang dilewati oleh koridor 5M jurusan Kampung Melayu – Tanah Abang via Cikini (ke arah Tanah Abang) adalah:
  • RS Hermina Jatinegara
  • Tugu Proklamasi
  • RS Jakarta Eye Center (JEC) Menteng
  • RSIA Bunda Menteng
  • Balai Kota
Ingat ya, dilewati di satu arah bukan berarti bus dengan arah kebalikannya juga melewati tempat yang sama. Dan karena bus Transjakarta koridor 5M adalah bus MetroTrans, yaitu bus besar berwarna oranye yang pintunya rendah, maka bus ini tidak bisa menaikturunkan penumpang di halte busway. Bus-bus ini hanya berhenti di halte feeder busway di pinggir jalan. Dari bus koridor 5M, penumpang tidak bisa transit ke bus lain. Kalau ganti bus, ya bayar lagi.
Bus yang berwarna oranye koridor 5M sedang menunggu penumpang di dekat flyover Cideng.
Bagaimana pembayarannya?
Ngomong-ngomong soal pembayaran, bus Transjakarta koridor 5M menggunakan kartu pembayaran elektronik. Kartu ditap di dekat pintu masuk di depan. Kalau nggak punya kartu pembayaran elektronik? Kemarin sih bapak petugasnya masih bersedia menerima uang tunai. Tapi kemungkinan dalam waktu dekat bus ini hanya akan menerima pembayaran elektronik.
Di mana bisa mengambil bus koridor 5M?
Tempat ambil busnya juga perlu diingat-ingat, karena lumayan unik. Bus Transjakarta yang berangkat dari Tanah Abang bisa memulai dari tempat yang berbeda-beda. Contohnya, bus Koridor 5F (Tanah Abang – Kampung Melayu lewat Kasablanka) hanya bisa diambil dari depan Masjid Al Ma’mur (seberang pintu barat Blok B). Bus koridor 1R (Tanah Abang – Senen) hanya bisa diambil di depan stasiun Tanah Abang (halte Jak Lingko).
Nah, bus koridor 5M (Tanah Abang – Kampung Melayu via Cikini) seringnya hanya bisa diambil di dekat flyover Cideng (perempatan ke arah Kebon Sirih). Hanya kadang-kadang saja (tapi jarang sekali) ada bus koridor 5M yang memulai perjalanannya dari stasiun Tanah Abang. Ketiga tempat pemberhentian bus Transjakarta ini jaraknya lumayan jauh, namun terhubung oleh bus Tanah Abang Explorer (koridor GR2) yang gratisan tapi lama karena selalu terjebak macet.
Sedangkan di terminal Kampung Melayu, bus koridor 5M menunggu penumpang pinggir Jl Jatinegara Timur, sebelum jalur bus masuk ke halte busway di kolong flyover. Bus-bus Transjakarta reguler akan melewati bus ini dan mengambil penumpang di halte busway. Kalau ada yang iseng jalan-jalan di terminal Kampung Melayu, akan tahu bahwa bus dengan koridor berbeda bisa menunggu penumpang di tempat yang berbeda (apalagi untuk MetroTrans dan MiniTrans).
Dan saya diturunkan di situ, saudara-saudara. Pemberhentian terakhir di Kampung Melayu. Kalau mau naik bus, tidak bisa di sini. Harus ke sisi lain dari terminal.
Jadi, sekarang saya tahu ada jalur bus Transjakarta baru yang bisa mengantar kita ke tempat-tempat seperti TIM, Tugu Proklamasi, dan Balai Kota. Semakin lama, semakin banyak jalur-jalur baru bus Transjakarta. Semakin mudah jalan-jalan di Jakarta dengan bus Transjakarta.

25 Komentar:

  1. Wah... Makin enak dong, makin banyak rute transjakarta yang tersedia, jadi makin mudah buat kemana-mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanya saya kemana-mana naik bus Transjakarta.

      Hapus
  2. Semakin banyak pilihan transportasi bagi pengguna, seharusnya ini menjadi pemantik bagi pihak-pihak yang terkait untuk berinovasi. Di Jakarta memang harus banyak transportasi umum seperti ini. Aku malah belum pernah naik di Jakarta heheeee

    BalasHapus
  3. Senangnya naik bus Transjakarta, kalo saya disini masih naik angkot dan berdesak-desakan kak. Semoga makin maju Jakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bus Transjakarta juga berdesak-desakan lho.

      Hapus
    2. Lho kirain kayak kereta, ada tempat duduk nya masing-masing

      Hapus
    3. Enggak, Pak. Bus Transjakarta juga menerima penumpang berdiri.

      Hapus
    4. Owh gitu ya, tidak tahu soalnya belum pernah naik trans Jakarta.

      Hapus
  4. Sangat memudahkan pengguna yang menggunakan perkhidmatan awam. Stationnya stopnya juga banyak cuma laluan pergi baliknya tidak sama. Pastikan tidak tersilap tempat turunnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali. Kalau tidak tahu, bisa harus ikut bus putar balik ikut rutenya.

      Hapus
  5. Wah, inovasi baru yang kayak beginian mah, jadi bisa ya dari Tanah Abang pakai Bus transjakarta ini ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, Kak. Tapi macetnya itu PR juga sih.

      Hapus
  6. Jakarta sekarang lebih kondusif ya Mba Dyah, kalo bisnya nyaman dan rute ok naik bis jadi pilihan laa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, murah pula. Sekali naik Rp 3.500,-

      Hapus
  7. Kek saya yang suka keder ke mana-mana, harus pantengin blog ini deh. Infonya komplit. Maklum, ke Jakarta jarang-jarang, sekalinya main, ada aja yang berubah. Gimana ngga keder coba. :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jakarta tiap bulan pasti ada perubahan. Bukti perubahan jaman.

      Hapus
  8. Wah koridor baru.

    Tapi macet nggak ya kalo ke Tanah Abang naik busway. Kayaknya masih enakan naik comnuterline deh.

    BalasHapus
  9. rute busway nambah terus yah.
    Klo sebelumnya ke tanah abang lewat rute mana ke kp. Melayu mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya lewat Karet dan Kasablanka, Pak. Jalannya lurus... sampai Kampung Melayu.

      Hapus
  10. berkali-kali kalau singgah di ibukota, hanya mengandalkan KRL dan go*ek untuk commute. , belum begitu kenal dengan rute busnya. makasih mbak..informatif sekali..

    BalasHapus