29 Februari 2020

Kompleks piramida di Giza, Mesir.
Pada umumnya, setiap kali orang mendengar kata “piramida”, orang langsung teringat pada bangunan piramida di Mesir. Tidak salah, karena bangunan berbentuk piramida yang paling terkenal di dunia adalah piramida yang ada di daerah Giza, Mesir. Tapi sebetulnya, piramida adalah suatu bentuk struktur dimana bentuknya semakin ke atas semakin kecil, dan sisi-sisi yang berdiri berbentuk segitiga. Piramida tidak hanya ada di Mesir. Bangunan kuno peningalan bangsa Aztec atau Maya di Amerika Selatan dan juga beberapa candi di Indonesia juga berbentuk piramida.
Walaupun sebenarnya ada banyak bangunan piramida di dunia, tetap saja ketenaran piramida di Mesir tidak dapat dipungkiri. Itulah sebabnya waktu akhir tahun lalu saya berkunjung untuk ke Mesir, saya tidak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi piramida yang terletak di Giza, Mesir, tersebut. Berhubung saya ikutan tour yang waktunya terbatas, saya hanya bisa mendekati Piramida Khufu saja. Piramida yang lain cukup melihat dari jauh saja. (Sayang, ya.)
Piramida Khufu diperkirakan didirikan sekitar tahun 2560 SM dan merupakan bangunan makam yang dibangun untuk menghormati firaun dinasti keempat Mesir, yang bernama Khufu. Piramida Khufu merupakan bagian dari sebuah komplek piramida yang terdiri dari dua piramida yang cukup besar, tiga piramida yang lebih kecil, dan deretan makam para pejabat di jaman itu. Mengenai teknik pembangunannya, masih menjadi perdebatan para ahli arkheologi.
Piramida juga bisa terlihat dari tengah kota Giza.
Walaupun jika kita melihat foto-foto piramida, kita akan merasa bahwa piramida berdiri di atas padang pasir yang lembut. Padahal, bangunan yang kokoh berdiri di atas tanah yang kokoh juga. Nah, hal yang sama juga berlaku pada piramida. Piramida dibangun di atas lapisan karang yang besar. Walau sekarang di sekitar piramid ada banyak pasir dan batu, namun kalau kita perhatikan, kadang tersembul lapisan batu karang. Kemungkinan dulunya daerah ini adalah lapisan batu karang yang sangat luas sehingga bisa menopang bangunan yang besar-besar. Hal ini mengingatkan saya pada kompleks Candi Ijo di Jogja yang juga didirikan di atas lapisan batu yang membentuk bukit.
Batu-batu yang menyusun Piramida Khufu adalah batu granit yang ukurannya cukup besar, tingginya saja sepinggang orang dewasa. Beratnya sekitar 2,5 ton per balok batu. Nggak kebayang bagaimana orang-orang jaman dulu bisa menyusun batu-batu ini hingga menjadi salah satu keajaiban dunia. Sebetulnya dulunya bagian luar dari piramida dilapisi oleh batu gamping sehingga warnanya putih dan nampak bercahaya karena pantulan sinar matahari. Akan tetapi lapisan gamping ini sudah banyak rontok dan yang tersisa hanya yang ada di puncak piramid.
Tanah di sekitarnya adalah lapisan batu karang.
Batu penyusun piramida (kiri), dibandingkan dengan orang.
Menurut tour guide kami, dulunya ada sungai di dekat piramid yang menjadi jalur pengiriman batu-batu ini dari jauh. Sekarang sungainya sudah tidak ada lagi. Batu-batu yang menyusun piramida ini dipercaya berasal dari daerah Aswan yang letaknya sekitar 900 km di selatan kota Kairo.Batu-batu ini dibawa dengan kapal-kapal dan bisa diturunkan di lokasi pembangunan karena ada sungai yang lewat di dekatnya.
Berhubung waktunya tidak banyak, kami tidak masuk ke dalam piramida. Akan tetapi, kami tetap mendapatkan kesempatan untuk menaiki bebatuan di tepi piramida sampai ke depan pintu masuknya. Pintu masuk piramida tidak sejajar dengan permukaan tanah, melainkan sedikit di atas. Mungkin untuk menghindari perampok kuburan.
Dari Piramida Khufu, kami diarahkan untuk kembali ke bus dan dibawa menuju ke tempat untuk melihat panorama kompleks piramida. Lumayan untuk foto-foto di sana. Buat tour berkelompok, yang pesertanya macam-macam, mampir ke tempat dimana kita bisa foto-foto dengan obyek populer memang penting. Tapi kalau saya pribadi sih, menjelajahi kompleks piramida dan mengamati detil bangunannya adalah hal yang semestinya lebih menyenangkan. (Mungkin ini artinya saya harus balik ke sana lagi solo backpacking untuk fokus menjelajahi piramida. Hehehe ...)
Foto-foto dengan latar belakang kompleks piramida.
Foto bareng patung Sphinx dan piramida.
Setelah semua puas foto-foto, kami mampir sebentar di dekat patung Sphinx. Sphinx adalah mahkluk mitologi berbadan singa dan berkepala manusia yang dipercaya sebagai penjaga, termasuk penjaga makam. Patung sphinx yang ada di Giza ini diukir dari batu karang di situ. Tinggi patung ini sekitar 20 meter dan panjangnya 73 meter. Salah satu patung terkuno di Mesir, patung ini diperkirakan dibuat pada tahun 2500 sebelum masehi. Berdasarkan penelitian, dipercaya bahwa dulunya patung ini dicat, bukan sekedar batu seperti sekarang ini.
Sepanjang saya berada di Giza, saya tak henti-hentinya mengagumi bangunan-bangunan yang masih bertahan selama ribuan tahun ini. Saya yakin ada banyak bangunan yang dibangun di masa itu, namun yang bertahan hingga sekarang tinggal sedikit. Mungkin saja, bahan yang padat (misalnya batu) dan ukuran yang besar yang membuat bangunan-bangunan populer tersebut tetap dapat dinikmati hingga saat ini. Tapi mungkin juga padang pasir yang kering dan menimbun sebagian kompleks ini yang melindunginya dari ulah tangan usil. Saya menjadi teringat dengan candi-candi kuno di Indonesia yang juga bisa kembali dinikmati setelah berabad-abad tertimbun tanah. Entah siapa yang hebat, yang menciptakan atau yang melakukan ekskavasi dan preservasi.
Berhubung ke sininya ikutan tour, saya nggak bisa bercerita banyak tentang transportasi di sekitaran Kairo. Tapi buat yang mau menambahkan informasi, boleh kasih komentar di bawah ya ...
Pelataran di dekat piramida Khufu. Di kejauhan terlihat kota Giza.

10 Komentar:

  1. sampe sekarang masih terkagum2 sama piramida di mesir.. masih ngga habis pikir kok bisa orang ribuan tahun SM bisa membangun bangunan megah raksasa kek gitu.. pgn rasanya mimpi kembali ke masa itu dan melihat proses pembangunannya ahaha..

    next time kalau ke sana lagi ngga usah pake tour mbak, biar bisa menggali lebih dalam hehe..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... maunya sih. Kapan² jalan sendiri kesananya. Saya masih penasaran dengan isinya piramida.

      Hapus
  2. wah lg di mesir nih mba skg? hati hati di jalan mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah sudah balik dengan selamat.

      Hapus
  3. Ditunggu update nya mba setelah jalan jalan dari mesirr

    BalasHapus
  4. Ya ampun udah sampe sana aja mbak. Doakan ya, semoga q bisa segera melihat keindahan piramida Mesir secara langsung

    BalasHapus
  5. Kalo liat piramida jadi teringat film2 indian jones, kebayang dalamnya yang besar dan penuh ruang2 rahasia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang keinget adalah Indiana Jones sih nggak apa-apa. Kalau keingetnya The Mummy ... kok serem ya.

      Hapus