1 Februari 2020

Nggak afdol kalau jalan-jalan ke suatu kota tidak mencobai makanan khasnya. Demikian pula waktu kami jalan-jalan ke Surabaya, kami juga mencoba makanan lokal. Walau kadang-kadang bukan di tempat yang terkenal, namun paling tidak kami sempat menyicipi beberapa jajanan dan penganan khas Surabaya.
Yang saya suka dari acara makan-makan di Surabaya kali ini adalah, makanan yang dicicipi cukup beragam. Tidak hanya makanan berat, namun juga jajanan ringan seperti es krim. Nah, berikut catatan wisata kuliner kami selama di Surabaya.
Sate Klopo atau Sate Daging Kelapa
Sate khas Madura ini dijual juga di Surabaya. Kebetulan saat saya saya dan adik saya keluar dari Stasiun Pasarturi, kami menemukan gerobak penjual sate daging kelapa tepat di dekat tempat parkiran motor. Karena kami berdua sama-sama belum pernah makan, maka kami jadinya mampir dulu untuk mencicipinya. Makan seporsi berdua karena sebetulnya belum minat mengisi perut.
Sate daging kelapa adalah sate daging sapi yang ditaburi kelapa. Taburan kelapanya dibakar juga bersamaan dengan dagingnya. Bentuknya saja sudah unik, apalagi rasanya. Sate daging kelapa rasanya gurih dan sedap.
Waktu saya jalan kaki di sekitaran Surabaya ini, barulah saya menyadari bahwa ada juga beberapa rumah makan legendaris yang menjual sate klopo. Kalau suatu saat saya ke Surabaya lagi, saya ingin mencoba sate klopo di rumah makan yang lebih dikenal orang. Tapi untuk sementara, paling tidak saya sudah pernah mencicipi sate klopo.
Sate klopo siap bakar.
Soto Madura
Siapa yang tidak kenal soto Madura? Soto yang banyak dijumpai di hampir seluruh kota besar di Indonesia ini memang khas, terutama karena rasanya yang gurih dan bumbunya sangat terasa. Saya lebih suka makan soto madura dengan ditambah jeruk nipis dan sedikit kecap manis. Mantap banget!
Sudah pasti, soto Madura banyak dijual di kota Surabaya. Kami sekeluarga sempat makan pagi soto di Depot Soto Madura Gubeng Pojok Asli, yang beralamat di Jl. Kusuma Bangsa no. 30 Surabaya. Letaknya tidak terlalu jauh dari Grand City Mall Surabaya.
Soto Madura yang dijual di sini porsinya cukup besar (menurut saya) dan rasanya lumayan enak. Harganya sih cukup mahal, menurut saya. Selain menjual soto, di tempat ini ada juga penjual lekor, makanan Malaysia semacam otak-otak namun kering, yang terbuat dari ikan.
Sedang mempersiapkan soto ...
Rawon
Rawon adalah makanan khas Jawa Timur, yaitu masakan daging sapi dengan kuah yang dibumbui kluwak. Warnanya yang hitam itu khas dan unik. Rawon biasanya dimakan dengan taoge dan diberi kerupuk udang. Beberapa orang suka menambahkan telur asin. Sebagai orang yang menyukai makanan berkuah panas, rawon adalah salah satu makanan favorit saya. Apalagi kalau potongan dagingnya besar-besar dan empuk. Wah, itu oke banget!
Saya makan rawon di Warung Sedap Malam Rawon Kalkulator yang terletak di Taman Bungkul Surabaya. Warung rawon yang sudah tersohor ini memiliki area makan yang lumayan luas. Nampaknya warung ini sehari-harinya memang ramai. Rawon bisa dihidangkan dengan dicampurkan pada sepiring nasi, atau dengan nasi dipisah. Rasanya luar biasa enak. Sangat direkomendasikan untuk makan di rawon kalkulator ini.
Jangan lupa mampir di Rawon Kalkulator!
Tahu Campur
Tahu campur juga merupakan makanan khas Jawa Timur yang aslinya berasal dari Lamongan. Tahu campur adalah potongan tahu goreng, mie kuning, daging sapi, daun selada, dan taoge. Rasanya? Sudah pasti enak!
Saya makan tahu campur di Depot Legendaris Tahu Campur Cak Kahar. Letaknya di Jl. Embong Malang, persis di seberang hotel JW Mariott Surabaya. Warung yang bukanya hanya malam hari ini ternyata termasuk warung tahu campur yang terkenal. Pengunjung datang bergantian, dan banyak yang berasal dari luar kota. Padahal warung emperan di depan toko kecil Lora Modes ini nggak besar, lho. Hanya ada tiga meja panjang dan kursi-kursi plastik. Saya jalan kaki ke sini dari Tunjungan Plaza. Lumayan juga, sekitar 10 menit jalannya.
Tahu campur! Nyam!
Rujak Cingur
Rujak cingur adalah hidangan khas Jawa Timur yang mana beberapa jenis buah dan sayuran dicampur dengan potongan cingur, atau moncong sapi. Seingat saya, di dalam makanan ini ada potongan mangga muda, kedondong, bengkoang, kangkung, kacang panjang, tahu, tempe, dan tentunya cingur. Seluruh bahan itu disiram dengan bumbu campuran petis dan kacang. Bentuknya sih nggak meyakinkan: semuanya diaduk-aduk dengan bumbu yang berwarna kehitam-hitaman.
Kami makan rujak cingur di Rujak Cingur Genteng Durasim, yang beralamat di Jl. Genteng Durasim no 29, Surabaya. Warung makan yang legendaris ini menempati rumah yang sederhana di tengah sebuah jalan kecil di belakang Pasar Genteng Baru. Pasar Genteng Baru, yang di sekitarnya banyak toko oleh-oleh, sempat saya lewati waktu jalan kaki dari Stasiun Surabaya Pasar Turi menuju ke Stasiun Gubeng.
Warung rujak cingur di Genteng Durasim.
Es Krim Zangradi
Kalau sebelumnya kita membahas makanan tradisional, sekarang kita membahas kuliner lain yang tak kalah populer di Surabaya. Graha es krim Zangradi adalah salah satu tempat legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1930. Rumah makan ini didirikan oleh keluarga Italia Zangradi dan dikelola secara turun temurun. Namun di tahun 1960-an keluarga ini kembali ke negara asal mereka, Italia, dan rumah makan termasuk resep es krimnya dijual kepada orang Indonesia. Kini pengelola rumah makan ini menambahkan menu es krim dengan rasa-rasa yang lebih bervariasi seperti rasa kopyor dan rasa durian.
Graha es krim Zangradi letaknya di seberang gedung DPRD Kota Surabaya dan persis di sebelah Garden Palace Hotel Surabaya. Alamatnya di Jl. Yos Sudarso no. 15, Surabaya. Waktu kami datang ke rumah makan ini, sedang ada pembangunan jalan, jadi kendaraan yang datang kemari harus berputar agak jauh.
Es krim Zangradi memiliki cita rasa Eropa dengan rasa yang alami. Berbeda dengan es krim sekarang yang lebih creamy, es krim “jaman dulu” seperti ini lebih terasa butiran esnya. Akan tetapi, itulah yang menyebabkan rasanya lebih khas. Rasa es krim di sini mengingatkan saya pada es krim Ragusa yang ada di daerah Gambir, Jakarta. Bedanya, tempat es krim Zangradi jauh lebih nyaman untuk duduk-duduk dan mengobrol serta interiornya instagrammable. Sangat direkomendasikan untuk mencicipi Surabaya tempo dulu.
Tempat nongkrong di Graha Zangradi.
Es Krim Eskimo
Saya sudah mencari tahu di internet mengenai asal-usul es krim Eskimo, misalnya kapan pertama kami didirikan, dimana didirikan, atau pusatnya di mana, tapi sampai sekarang saya belum menemukan jawabannya. Kalau ada yang tahu, mohon diinformasikan lewat kolom komentar di bawah ya.
Yang jelas, es krim eskimo rasanya enak. Oh ya, es krim ini cepat leleh. Kami membeli es krim ini take away dan di kantong plastiknya kami mendapatkan dry ice untuk menjaga suhu es krim agar tetap dingin. Begitu es krimnya dijauhkan dari dry ice, langsung meleleh, saudara-saudara! Mungkin bahannya benar-benar susu dan tidak memakai bahan-bahan kimia campuran yang membantu es tahan lama di negeri tropis.
Saya suka rasa es krim Eskimo. Lembut banget dan rasanya mantap. Sambil makan es krim eskimo di Taman Surabaya, saya tiba-tiba teringat es krim yang rasanya mirip, yaitu es krim Maison Amalita di Bendungan Hilir, Jakarta. Oh ya, kami membeli es krim di toko grosirnya di Jl. Embong Tanjung no. 4, Surabaya, dekat banget dengan Taman Surabaya dan monumen Bambu Runcing. Toko ini tidak menyediakan tempat makan, jadi memang kalau beli es krim di sini harus take away atau pesan delivery.
Es krim Zangradi.

Wah, menulis artikel ini saya jadi ngiler sendiri. Hahaha! Yuk, makan-makan! Laper nih.

11 Komentar:

  1. Saya pernah ke Surabaya yang khas itu SOP kikil sapinya mantap banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya malah belum nyobain sop kikilnya. Boleh juga tuh dicatet, siapa tahu ada kesempatan ke Surabaya lagi.

      Hapus
  2. rawon sama tahu campur itu kesukaan aku banget.
    es krim eskimo belum pernah nyobain. kalo es krimnya maison pernah, soalnya deket kost-an. ihhihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha ... dulu saya juga tinggalnya nggak jauh dari es krim maison. Makanya tahu es krim itu.

      Hapus
  3. tempat makan rawon, rujak cingur, dan soto madura kita sama mba hehe. emang sih enakk di sanaa

    BalasHapus
  4. Gw selalu cari rawon setiap ke jawa timur

    BalasHapus