22 September 2018

Kebanyakan orang tahu cara naik bus Transjakarta ke Kota Tua Jakarta: naik bus Transjakarta apapun jurusan Kota. Dari situ, tinggal jalan kaki sedikit. Terus, sampai deh, di area Kota Tua. Tapi sebetulnya, ada satu lagi halte busway yang cukup dekat dengan area Kota Tua. Halte yang dimaksud adalah halte busway Museum Fatahillah.
Halte Busway Museum Fatahillah.
Halte yang biasanya sepi ini terletak di Jl. Kunir, dimana kantor pos Kota dan kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat menghadap ke jalan ini. Kalau dari kacamata masyarakat umum, Jl. Kunir ini letaknya “di belakang” area Kota Tua.
Walaupun kurang terkenal dibandingkan tetangganya, halte busway Kota, namun halte Museum Fatahillah memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya lebih mirip bangunan tua, yaitu dengan tembok dan atap yang melengkung. Beda sekali dengan halte busway lainnya yang umumnya bentuknya modern dan minimalis. Halte ini cukup cantik untuk difoto karena menyatu dengan nuansa “tempo doeloe” di sekitarnya.
Halte Museum Fatahillah hanya melayani satu koridor, yaitu Koridor 12, jurusan Pluit – Tanjung Priok. Koridor yang juga melayani penumpang yang menuju ke sekitar Mangga Dua, Sunter, dan kantor walikota Jakarta Utara ini memang tidak melewati jalur “padat” seperti koridor yang lewat Jl. Jend. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. HR Rasuna Said, Jl. Gatot Subroto, atau sekitaran Tanah Abang dan Grogol. Akan tetapi, karena jumlah armadanya tidak terlalu banyak, bus-bus di jalur ini mungkin juga padat di hari kerja.
Keterangan di atas pintu halte busway Museum Fatahillah.
Buat yang penasaran dengan halte busway Museum Fatahillah, bisa naik bus Koridor 12 dari Pluit atau Tanjung Priok (Catatan tambahan per 23/09/2018: Jl. Kunir adalah jalan satu arah, jadi yang lewat halte Museum Fatahillah hanyalah bus yang menuju ke Tanjung Priok, bukan arah sebaliknya. Berdasarkan data terkini, ternyata Koridor 12 sekarang hanya melayani rute Penjaringan - Tanjung Priok, jadi sudah tidak dimulai dari Pluit lagi. Namun untuk ke halte busway Museum Fatahillah dari halte busway Pluit, masih bisa naik Transjakarta dengan melalui koridor 12B jurusan Pluit - Senen.). Kalau jalurnya kurang cocok dengan lokasi rumah, ya tinggal datang ke area Kota Tua lewat moda transportasi atau koridor busway lain, terus jalan ke arah kantor pos. Nah, di sebelah kantor pos, terdapat jalan tembusan ke Jl. Kunir. Tinggal ikuti saja jalannya. Cukup tengok ke kiri dan ke kanan, tidak mungkin tidak melihat bangunan melengkung di tengah jalan yang merupakan halte busway ini.
Lumayan kan, ada alternatif lain untuk pergi ke area Kota Tua Jakarta.

28 Komentar:

  1. Kak, benar ngga bagian bawah halte busway ini yang banyak pedagangnya, kuliner dan pernak-pernik lainnya ?.
    Kalau ngga salah, ruangan bawah bagian tengahnya terbuka.
    Kalau bener iya, aku pernah nyoba masuk ke halte ini, kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, bukan...
      Yang banyak pedagangnya itu yang halte busway Kota. Itu halte utama yang lumayan besar. Kalau yang di artikel ini, cuma halte kecil yang melayani satu koridor saja. Di halte Museum Fatahillah, tidak ada bagian bawah tanahnya.

      Hapus
  2. Bolak balik jkt. Pernah domisili jg malah gk kesampaian ke sana.

    Perlu diagendakan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau berkunjung ke Jakarta, boleh lah main ke Kota Tua. Lumayan bisa melihat sisa-sisa kejayaan Batavia.

      Hapus
  3. Ternyata saya udh lama nggak main ke Jakarta...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Jakarta ditinggal 1 tahun saja sudah banyak berubah, lho.

      Hapus
    2. Jadi kalo saya liburan ke Jakarta bisa tersesat nih hiks...

      Hapus
  4. Aduh mbak dyah makasi ya infonya. Aku ada rencana nih ke jakarta. Biar nanti aku singgah ke kota tua naik halte itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Risma, saya update jalur busway yang lewat halte Museum Fatahillah ya. Ternyata sekarang Koridor 12 mulainya dari Penjaringan. Sedangkan kalau mau ambil bus dari Pluit, naiknya koridor 12B jurusan Pluit - Senen. Untuk lengkapnya, cek website Transjakarta ya.

      Hapus
  5. Wah, lain kali coba ah naik busway. Selama ini lebih nyaman naik kereta dari rumah dan bawa anak bayi :D Terima kasih infonya, Mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kalau naik kereta, nggak kena macet, sih. Tapi naik busway ada sensasinya sendiri. Hahaha!

      Hapus
  6. menarik untuk dicoba, dulu pernahnya naik kereta hehe

    BalasHapus
  7. Seru ya jalan jalannya ke arah kota. haltenya juga beda disain ya. aku belum coba. tapi kalau sampai depan stasiun kota sih udah pernah. tapi kalau naik tj senengnya ke glodok soalnya bisa jajan rujak shanghai sama permen-permen hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... ternyata sukanya ke Glodok. Sama, kak. Saya juga suka ke Gloria. Tapi saya biasanya ke Kopi Es Tak Kie. Kopinya lumayan enak tuh.

      Hapus
  8. Baru liat halte bagus kek gini.
    3 tahun aku hidup di kota padang belum pernah liat halte yg kek gini 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... main lah, ke Jakarta.

      Hapus
    2. Waduh mbak, padang-jakarta gak 5 langkah loh hihi

      Hapus
    3. Belum ada waktu dan dana mbak 😁😁😁

      Hapus
    4. Ahaha... kebalikannya, saya cuma pernah ke Padang sekali seumur hidup. Itupun dulu banget.

      Hapus
  9. Dulu saya turun mana ya... lupa :D

    BalasHapus
  10. kokoh halte bus-nya.
    thank you for sharing

    BalasHapus
  11. kapan-kapan temenin ke sini yuk yang mau hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah... tinggal naik busway aja, lho.

      Hapus