9 Maret 2019

Tahu daerah Kemang, Jakarta Selatan? Tahu nggak kalau kawasan ini sekarang dilewati oleh feeder Transjakarta? Buat yang sudah sering lewat Jl. Kemang Raya, tentunya sudah sering melihat bus feeder koridor 6N yang melayani jurusan Ragunan – Blok M. Jumlahnya lumayan banyak, jadi waktu tunggunya tidak terlalu lama.
Transjakarta koridor 6N adalah bus yang memungkinkan kita untuk pergi ke sekitaran Kemang dengan Transjakarta. Lumayan kan, secara daerah ini sebenarnya tidak banyak dilewati kendaraan umum. Paling tidak sekarang kita bisa mendatangi beberapa tempat makan di Jl. Kemang Raya tanpa khawatir dengan moda transportasinya.
Bus feeder Koridor 6N di halte Ragunan. Bayar di bus, ya.
Ujung dari koridor 6N adalah platform 2 halte busway Terminal Blok M dan halte Ragunan. (Edit 26 Juni 2019: Bus koridor 6N berhentinya di pintu E dari platform 2 ini ya.) Karena jalur bus feeder ini agak unik, jadi harus hati-hati kalau mau naik bus ini. Buat harus yang transit di Terminal Blok M dari arah Sudirman, jangan lupa info ke petugas sebelum turun bus, supaya bisa turun di tempat keberangkatan (jadi tidak perlu bayar lagi waktu pindah ke platform 2). Kalau naik bus feeder yang juga turun di platform 2 sih, nggak ada masalah. Nah, buat yang mau naik dari halte Ragunan, jangan masuk ke halte busway-nya! Bus feeder 6N parkirnya agak jauh dari halte utama, dan kita langsung masuk ke busnya serta bayar di dalam bus. Jangan masuk halte ya, ntar terpaksa bayar dobel.
Bus feeder Transjakarta koridor 6N tidak hanya membawa kita ke Kemang, namun juga bisa mengantarkan kita ke Kemang Village mall, yang letaknya nggak bersahabat banget buat pengguna kendaraan umum itu. Tahu kan, mall yang letaknya di tepi Jl. P. Antasari, yang letaknya lumayan masuk dan kayaknya susah banget kalau ke sana nggak bawa mobil? Entah bagaimana, selalu ada waktunya dimana reunian teman kampus atau kumpul-kumpul teman komunitas diadakan di sini. Nah, ternyata kita bisa naik busway ke mall ini. Tapi, nggak lewat Jl. P. Antasari, melainkan lewat belakang, yaitu lewat Jl. Kemang Raya.
Berikut pengalaman saya naik bus Transjakarta ke Kemang Village mall, lewat Jl. Kemang Raya, dari Grand Indonesia. (Ini ceritanya pindah dari reunian satu ke reunian lain, hehehe ...)
  • Dari Grand Indonesia, naik bus Transjakarta Koridor 1 ke arah Blok M dari halte busway Tosari. Turun di halte busway Terminal Blok M.
  • Sebelum masuk ke halte busway Terminal Blok M, bilang dulu ke petugas kalau mau ke platform 2. Jadi turunnya di tempat keberangkatan. Dari situ tinggal pindah ke platform 2.
  • Di Platform 2, ambil bus koridor 6N jurusan Blok M – Ragunan.
  • Turun di depan LPPI (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia).
Kalau mau ke Kemang Village, turun di depan sini, nih.
Persis di depan gerbang LPPI, ada gang kecil yang (saya yakin) banyak dilewati mobil. Itu adalah jalan belakang menuju ke Kemang Village mall. Tinggal jalan kaki saja di situ, paling sekitar 3 menit, kita akan tiba di bagian belakang mall. Tinggal ikuti saja jalannya untuk naik ke atas, ke gedungnya.
Bus feeder koridor 6N tidak cuma bisa mengantar kita ke Kemang Village, namun juga ke tempat-tempat yang asyik lain di Kemang seperti Warung Pasta Kemang dan dia.lo.gue, dan juga ke tempat lain yang lebih serius seperti LPPI dan Habibie Center.
Semakin gampang kan, kemana-mana di Jakarta naik Transjakarta.

34 Komentar:

  1. Asik juga dengan transjakarta ya mbak, lebih gampang ke mana-mana

    BalasHapus
  2. Kemana-mana sudah tidak pusing lg mba 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Rp 3.500,- sudah bisa ke mana-mana.

      Hapus
    2. Sampai sekarang tarif naik busway transJakarta masih 3,5K juga, kak ?.
      Wow banget ya ...
      Terakhir aku naik busway sekitar 3 tahun lalu seingatku ya segitu-gitu aja tarifnya.

      Malah mahalan tarif angkot dikotaku sekarang tinggal.

      Hapus
    3. Masih... sepanjang Transjakarta beroperasi, harganya nggak pernah naik.

      Hapus
    4. Enaknyaaaa ya ..
      Dari dulu ngga naik-naik tarifnya daan masih sama seperti dulu,cuma ngeluarin doku 3,5K udah bisa keliling-keliling Jakarta duduk ngadem.

      *Yah, kalo dapat tempat duduk* :D

      Hapus
    5. Dan karena sekarang tiket busway lebih murah dari angkot dan kopaja, semakin susah dapat tempat duduk.

      Hapus
  3. Sudah lama tak naik Transjakarta, terakhir naik kayaknya lima taun kemarin... pengin ke Jakarta lagi dan naik moda transportasi yang sebetulnya sering bikin prihatin kalo jam sibuk ini hehe

    Meski pake feeder, kayaknya asik kalo TJ bisa akses jalan-jalan yang tidak dilalui rute utama, kayak ke Kemang Village ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Dan sekarang semakin banyak area yang dicover oleh Feeder Transjakarta.

      Hapus
  4. Wah, belom pernah punya pengalaman ke Kemang Village naik Trans Jakarta, biasanya naik ojeg hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... memang bus lebih lama sih. Belum lagi nunggunya.

      Hapus
  5. Pernah dulu ke kemang sekali untuk melamar kerja disalah satu sekolah disana, lihat tata kota di Kemang ini seperti di Bandung ya mirip banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Kemang adalah daerah pengembangan baru yang terus banyak ditempati oleh ekspatriat. Makanya nuansanya seperti Bandung. Seperti pola kota-taman di Eropa kan...

      Hapus
  6. Ah, keren banget. Transjakarta memudahkan para pengguna transportasi umum ya Kak.
    Semoga sih semakin banyak yang lebih suka pakai Transjakarta biar Jakarta berkurang macetnya.
    Kan enak...
    Kayak di negara-negara besar yang masyarakatnya lebih suka pakai transportasi umum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Harapannya pengelolaan kendaraan umum di Jakarta nggak kalah dengan negara maju.

      Hapus
  7. aku ketika di jakarta lebih nyaman naik KRL. Tapi selalu bingung kalau mau ke kemang. khan jauh dari KRL. Tapi dari info ini jadi tahu kalau kemang dilalui jalur feeder transjakarta. makasih infonya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemang memang jauh dari stasiun. Tapi kalau memaksakan, dari stasiun Kebayoran Baru terus naik ojek juga bisa sih.

      Hapus
  8. Aku udah coba udah coba mantap mbak.. pokoe tinggal tidur nyaman banget ini. enakkkk

    BalasHapus
  9. Melebarkan jangkauan, memudahkan masyarakat. Mantap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Makanya saya mendukung banget Transjakarta.

      Hapus
  10. sepertinya asyik mbak,
    sayangnya ditempat saya belum ada bus nyakam kayak transjakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... Transjakarta dikembangkan di Jakarta supaya semakin banyak orang pakai kendaraan umum. Kalah nggak, bisa tambah macet nih kota.

      Hapus
    2. hehehe,,,, ditempat saya juga sering macet mbak, apalagi klo ada pohon tumbang di tengah jalan, atau tebing longsor, skali macet bisa 1- 2 hari malahan,

      Hapus
  11. Aku juga sering gunain transjakarta klo lagi malas naik kenderaan pribadi

    BalasHapus
  12. saya sering naik si Tj ini dari terminal Blok M atau halte Al-Azhar yang deket sama kantor. murah meriah bisa kemana-mana. hihihi
    cuma kadang kezel karena kadang didorong-dorong kalo masuk bus. orang kita belum terbiasa antre dengan tertib. padahal antre adalah salah satu cara menghindari kedzaliman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... soal antre, kita masih harus belajar banyak.

      Hapus
  13. Bookmark nih! wajib hihihi :D
    Bermanfaat banget buat orang2 dari luar Jakarta.
    Suami saya dulu pernah wawancara kerja di Jakarta dan dia bingung plus nyasar hahaha

    Pas ke Jakarta kemaren baru sadar mengapa sampai nyasar, lah orang jalurnya banyak, salah sedikit ya bablas hahahah

    Dengan adanya transportasi umum, dan banyaknya info2 kayak gini, bikin memudahkan orang2 saat ke Jakarta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... yang orang Jakarta aja bisa nyasar pas naik busway. Sama aja kok.

      Hapus