6 Maret 2019


Tidak hanya menyimpan tempat bersejarah peninggalan Multatuli, Rangkasbitung ternyata juga memiliki gua Maria. Buat yang belum tahu, gua Maria adalah salah satu tempat ziarah lokal untuk umat beragama Katolik. Nah, waktu saya dan ibu saya mencoba kereta Commuter Line jurusan Rangkasbitung, kami sengaja mampir ke Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung.
Gua Maria Bukit Kanada.
Dari Stasiun Rangkasbitung, kita harus jalan kaki dulu ke jalan raya sebelum bisa mengambil angkot berwarna merah yang dapat mengantar kita ke gua maria tersebut. Yang perlu diketahui adalah, ada beberapa trayek yang angkotnya warnanya merah. Jadi jangan asal naik. Dan, jangan naik angkot yang lewat persis di depan stasiun kereta, karena angkot berwarna merah yang ini tidak menuju ke Gua Maria Bukit Kanada.
Paling enak adalah, dari stasiun, jalan kaki dulu ke arah pasar tradisional, dan kemudian menuju ke terminal angkot. Di situ tinggal tanya orang, angkot mana yang menuju ke Gua Maria Bukit Kanada. Semua orang tahu, jadi tinggal ikuti saja petunjuk mereka. (Yang memusingkan adalah jalan kaki menuju ke terminal angkotnya karena jalannya ramai banget. Mendingan tanya ke petugas atau orang lewat, terminal ada di mana. Biar nggak nyasar.)
Angkot yang jurusannya memang ke Gua Maria Bukit Kanada akan berhenti persis di depan gerbang masuk gua Maria. Tapi kalau dapat angkot yang jalurnya berbeda, penumpang akan diturunkan di Akper Yatna Yuana. Jangan khawatir, karena Gua Maria Bukit Kanada letaknya satu kompleks dengan Akper Yatna Yuana ini. Kalau diturunkan di pinggir jalan, tinggal masuk jalan kaki saja.
Taman kecil di depan gerbang masuk kompleks Gua Maria.
Kompleks Gua Maria Bukit Kanada tidak terlalu besar, namun asri dan bersih. Di gerbang masuk ada taman kecil yang cantik. Gua Marianya sendiri tidak terlalu besar, namun memiliki aula yang cukup untuk menampung cukup pengunjung. Untuk yang ingin berdoa lebih dekat, bisa masuk ke bagian samping dari gua Maria. Di dekat situ juga ada sumber air.
Persis di sebelah Gua Maria, ada kapel terbuka. Saya sebut terbuka karena lebih berupa pendopo dibandingkan gedung. Tempat ini biasa dipakai misa untuk rombongan yang berkunjung kemari. Sebetulnya selain kapel terbuka, di dekat situ, ada satu kapel yang tempatnya lebih kecil dan tertutup. Gedungnya seperti benteng kecil dan di pintu depan tertulis “Grotto Kebangkitan”. Sepertinya sih, kapel yang ini lebih diutamakan untuk misa atau ibadat yang terkait dengan paskah atau jalan salib. Tapi entah juga. Soalnya tidak ada petunjuknya. (Mungkin pembaca ada yang tahu?)
Kompleks ini punya taman yang hijau. Lumayan juga untuk istirahat habis perjalanan jauh. Tapi, karena ini tempat ibadat, tentunya tidak ada tempat jualan makanan di dalam, dan semua pengunjung wajib menjaga kebersihan lingkungan. Buat yang kelaparan, di area parkiran ada penjual bakso Wonogiri yang lumayan buat mengganjal perut. Tapi jangan harap ada makanan lain, ya. Soalnya penjual lain di sekitar situ jualannya sayur dan lauk-pauk khas Rangkasbitung.
Nah, kalau mau kembali ke Rangkasbitung bagaimana? Tenang saja. Di depan gerbang area gua Maria, biasanya ada angkot berwarna merah yang ngetem. Kalau tidak ada, ya terpaksa keluar area Akper Yatna Yuana terus menyeberang jalan raya, dan stop saja angkot yang lewat. Jangan lupa pastikan angkotnya menuju ke Stasiun Rangkasbitung.
Jadi, buat yang dari Jakarta ingin berziarah ke Gua Maria Bukit Kanada Rangkasbitung, namun tidak mau ikut grup doa, tidak perlu khawatir. Soalnya, gua Maria ini bisa dicapai dengan kendaraan umum. Dan dengan adanya jalur Commuter Line jurusan Rangkasbitung, semakin mudah kita mencapai berbagai tempat tujuan di Rangkasbitung.

14 Komentar:

  1. kenapa namanya harus ada "kanada"nya ya? :D

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda bertanya, baru saya turut penasaran. Setelah browsing, KaNaDa adalah singkatan dari Kampung Narimbang Dalam, yang merupakan tempat gua ini berada.

      Hapus
    2. ya ampun, saya kirain cuma pinjam nama doang, seperti pantai Carolina di Padang, walaupun UK singkatan dari Ulak Karang, ternyata Kanada itu acronym..

      Hapus
    3. Saya juga baru tahu. Hahaha...

      Hapus
  2. Menarik ya, Kak, di tamannya itu ada mural (gambar di tembok pagar) begitu (itu pagar kan Kak?). Dan muralnya itu yang bertema keagamaan. Awesome! Di sini banyak juga Gua Maria, ada yang di pinggir jalan Trans-Flores juga, Kak. Bagus-bagus dan banyak yang berhenti untuk berdoa singkat di sana (yang pas melintasi, bukan yang memang khusus berziarah), termasuk kawan saya. Hehehe. Waktu itu kami berhenti sekitar dua puluh menit menunggu dia berdoa dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua puluh menit itu lama. Kalau gue, pasti cuma doa Salam Maria 5 menit. Hahaha. Iya, itu mural keagamaan. Sekarang lagi ngetrend di gereja-gereja. He-eh, di Flores katanya ada banyak gua Maria. Pengin juga main ke sana.

      Hapus
  3. Saya baru tau mbak tempat ini, kelihatannya asri dan terawat, muralnya juga bagus...
    Itu patung bunda maria di pintu gua, yang di sebelahya ada kapel...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Di sebelah gua Maria-nya ada kapel. Terus masih ada satu kapel lain di jalan salibnya. Kompleksnya nggak terlalu luas, tapi dimanfaatkan secara maksimal.

      Hapus
  4. Saya kira guanya beneran gua mba jadi rupanya hanya istilah saja ya, btw lihat muralnya jadi ingat lomba mural di blog kak tuteh mungkin sama seperti istilah grafiti kali ya semacam lukisan di tembok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sekarang lagi ngetrend bikin mural di mana-mana. Ada lho, seniman khusus mural.

      Hapus
  5. Keren ya namanya Kanada hehe berasa lagi di luar negeri hehe.. tapi Mbak Dyah gua maria ini apa terbuka untuk semua orang atau hanya boleh untuk kaum nasrani yang datang? mural di dindingnya juga keren warna-warnanya sukaaaa:)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk umum kok. Tidak harus Nasrani. Kalau cuma mau jalan-jalan aja ya boleh.

      Hapus
  6. Aku kira di Kanada. Ternyata di Kanada jugašŸ¤£kenapa harus ada nama Kanadanya? Apakah yang bangun orang Kanada?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan ternyata... ka na da adalah Kampung Narimbang Dalam. Hahaha...

      Hapus