20 April 2019

Sebetulnya, kunjungan ke Museum Geologi Bandung ini sudah lama banget. Belum sempat menulisnya saja. Padahal, museum ini termasuk dari segelintir museum yang recommended banget untuk semua orang dan semua usia. Jadi, gara-gara jalan-jalan di sekitaran Gedung Sate, saya dan keluarga jadi melipir masuk ke dalam museum ini.
Museum Geologi Bandung.
Museum Geologi Bandung menyimpan berbagai artefak dan alat peraga yang terkait dengan temuan penggalian, termasuk fosil dan bebatuan, sejarah planet bumi, dan juga penjelasan yang terkait dengan proses-proses alami yang menyebabkan bencana alam. Menurut saya, museum ini termasuk museum yang cukup lengkap dalam mengulas bidangnya. Tidak salah, museum ini sering dijadikan rujukan bagi siswa dan mahasiswa yang mempelajari ilmu geologi ataupun ilmu lain yang terkait.
Tidak hanya koleksinya, gedung tempat museum ini berada juga menarik untuk diketahui. Gedung Museum Geologi Bandung ini didirikan di tahun 1928 dan diresmikan dengan nama Geologische Museum. Jadi, memang gedung ini dirancang khusus untuk menjadi museum. Di jaman Belanda, museum ini memang dimaksudkan untuk menyimpan hasil temuan batuan, mineral, dan fosil hasil penelitian dan pengalian. Sampai sekarang, museum ini telah menyimpan ratusan ribu barang koleksi, namun yang dipertunjukkan pada masyarakat hanya beberapa ribu saja.
Saya dan keluarga mengunjungi ruang-ruang dengan tema yang berbeda-beda di dalam museum ini. Ruang pertama yang kami kunjungi menjelaskan tentang perkembangan mahkluk hidup, dari yang paling primitif hingga yang masa kini. Terdapat panel-panel yang menjelaskan perkembangan jaman, dari pertama kali munculnya mahkluk hidup sederhana, sampai timbulnya reptil, mamalia, dan terakhir manusia. Tidak hanya panel penjelasan, di daerah ini pengunjung dapat melihat fosil tumbuhan, hewan purba, dan manusia purba. Saat saya berada di sana, terdapat satu kelompok anak TK yang sedang mengagumi replika fosil T-Rex.
Replika fosil T-Rex.
Di ruangan ini, juga terdapat panel yang menjelaskan sejarah pembentukan Danau Bandung. Dipamerkan juga artefak dan fosil yang ditemukan di sekitarn danau purba ini. Buat yang belum tahu, belasan ribu tahun yang lalu, daerah Bandung merupakan danau yang cukup besar.
Di ruangan lain, kami menonton film penjelasan mengenai tata surya, dan kemudian mendapatkan alat peraga elektronik yang memberikan penjelasan yang lebih detil mengenai masing-masing planet. Di sini terdapat panel-panel yang menjelaskan tentang pembentukan mineral di bumi. Ada juga panel-panel yang menjelaskan perubahan muka bumi, termasuk terjadinya erosi dan pergerakan lempeng tektonik.
Di sini, pengunjung juga dapat melihat contoh mineral dan bebatuan yang ditemukan ataupun ditambang di Indonesia. Di antara contoh bebatuan yang ada, yang paling menarik adalah contoh kristal ametis berukuran raksasa. Menurut saya, ruangan ini adalah yang paling tepat disebut sebagai pameran geologi. Soalnya, kebanyakan barang yang dipamerkan adalah bebatuan dan penjelasan yang diberikan memang tentang geologi.
Kristal ametis, salah satu koleksi Museum Geologi Bandung.
Di lantai dua terdapat ruang pamer mengenai sumber daya geologi dan juga proses bencana alam yang terkait dengan geologi. Di ruang pamer sumber daya geologi, terdapat penjelasan sumber daya yang ada di Indonesia, termasuk mineral yang ditambang, minyak, dan juga sumberdaya lain seperti air dan panas bumi. Menurut saya, ruang ini benar-benar menjelaskan ranah kerja Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Pengelolaan Museum Geologi Bandung ada di unit yang berada di bawah Kementrian ESDM.)
Yang benar-benar menarik, menurut saya, adalah ruang lain yang juga di lantai dua, yang menjelaskan tentang bencana alam yang terkait dengan geologi. Penjabaran tentang bencana letusan gunung berapi, termasuk sisa-sisa terjangan wedhus gembel di daerah Yogyakarta betul-betul mencekam. Belum lagi, penjelasan tentang longsor dan perubahan morfologi tanah secara mendadak (termasuk likuifaksi) yang membuat saya jadi merinding.
Menurut saya, penjelasan mengenai bencana alam yang logis dan sistematis seperti ini perlu disebarkan pada masyarakat, supaya kita waspada terhadap kemungkinan bencana ini. Jadi, masyarakat dan pemerintah sadar bahwa yang namanya pembangunan dan pengelolaan lahan perlu memperhatikan kondisi tanah dimana proyek itu akan dilakukan.
Menjelaskan.
Secara umum, saya mengacungi jempol untuk pengelolaan Museum Geologi Bandung. Penataan ruangannya bagus, penjelasannya mudah dipahami, dan alat peraganya lengkap. Memang, tidak seperti museum-museum yang baru direnovasi, tidak ada tempat-tempat yang enak dipakai untuk selfie atau foto-foto kekinian (kecuali di luar ruang koleksi dan di halaman gedung). Tapi menurut saya, tidak perlu menambahkan hal-hal non esensial itu jika memang yang menjadi kekuatan museum ini adalah kemampuannya untuk mengajarkan ilmu kepada masyarakat umum. Menurut saya, museum ini keren banget!
Untuk yang berminat mengunjungi Museum Geologi Bandung, bisa datang ke Jl. Diponegoro no 57, Bandung. Museum ini buka dari hari Sabtu hingga Kamis. Hari Jumat dan libur nasional, tutup. Harga tiket masuk untuk umum Rp 3.000,- Murah, kan.
Nah, tunggu apa lagi? Yuk, kita ke museum!

60 Komentar:

  1. Saya pernah beli peta geologi lembar semarang magelang di museum geologi, titip ponakan yang disana. Lumayan harganya Rp 100 ribu 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah baru tahu museum geologi jual peta geologi. (Nggak pernah butuh.)

      Hapus
    2. iya kak disana memang jualan peta, kebetulan ane butuh banget itu peta untuk penelitian, kalau nggak ada acara penelitian mungkin nggak mungkin ane beli itu peta hehehe beli karena terpaksa :D :D

      Hapus
    3. Ooo ... pantesan. Lha saya nggak pernah penelitian geologi, jadi nggak pernah denger ada yang namanya peta geologi.

      Hapus
  2. museum seperti ini sangat menarik sekali dikunjungi,sebab sangat menambah pengetahuan kita dan yang tak kalah penting harga tiketnya ngak bikin dompet Jebol, karena cuma 3 ribyu perorang.hehehe....murah coy...😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... murah karena tujuannya edukatif, bukan bisnis.

      Hapus
    2. coba dech, tempat2 wisata harga tiketnya kayak gini....pasti akan super ramai yach, 3 bulan kemudian mungkin bakal gulung tikar yach,,,hahahah.....

      Hapus
    3. Hahaha... bukan cuma gulung tikar, juga banyak kecelakaan karena nggak ada biaya maintenance-nya.

      Hapus
  3. ada juga replika T-Rex rasa ingin tahu masa lalu bumi kita ini he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah kenapa T-Rex ini populer sekali, ya. Mungkin karena film Jurassic Park.

      Hapus
  4. inget pernah ke museum ini jaman study tour sma dulu.
    taun jebot banget :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahaha ... sekarang pastinya sudah lebih keren.

      Hapus
  5. Sudah dua kali saya ke Museum Geologi Bandung...Dan banyak manfaat yang bisa saya petik disana...😄😄

    Terlebih dalamnya meski mewah tetapi konsepnya seperti sebuah tataan Mall..😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, penataan koleksinya oke banget. Menarik untuk dilihat. Tapi memang sepertinya ruangannya disetting remang-remang ya. Mungkin biar lebih syahdu ...

      Hapus
  6. Dulu suka lewat museum ini pas naik bis damri menuju dago, saya kira museumnya kecil ga taunys luas dan bertingkat ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... luas banget. Belum bagian kantor dan gudangnya, lho.

      Hapus
  7. seumur-umur baru 2x saya main ke museum itu, memang lengkap koleksi batuan dan fosil geologi disana, cocok banget untuk wisata study para pelajar sd, smp, sma, dan mahasiswa kampus ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... kerja di sana mungkin sampai pusing mengelola barang-barang koleksiannya ya. Karena banyak banget.

      Hapus
    2. bagus kak kalau bisa kerja disana suasana adem dan bisa kenal sama banyak orang, gak sampai panas-panasan banting tulang peras keringat seperti di sawah, hehehe :D

      Hapus
    3. Ahaha... ya bener, sih.

      Hapus
  8. Ada T-rex, anak-anak bisa berimajinasi tentang evolusi bumi dan penghuninya

    BalasHapus
  9. Selalu penasaran sama museum ini, tp sayang blm kesampaian hehe. Apalagi pas tau tiketnya semurah ini 😆

    BalasHapus
  10. Wah, ada krista ametisnya juga. Kompliiiit.

    BalasHapus
  11. Hihi..gantian aku belum pernah kesini. Tapi kayaknya masuk list nih kalau ke Bandung. Makasiii yaa dyah infonya:)

    BalasHapus
  12. Kan.. jadi pingin ke sini kan.. Kapan ya bisa ke sana.. Hmmm...

    BalasHapus
  13. Saking recommended nya, tiap ada kenalan baru datang ke Bandung trus minta jalan-jalan saya bawa kesini. Plus memang dekat juga. 🙌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow, mantap sekali! Rumahnya deket ama museum.

      Hapus
  14. Sebagai pecinta museum, saya tandain ini dulu :) Semoga pas liburan ke Bandung bisa mampir ke sini..

    BalasHapus
  15. Belum kesampaian main ke Bandung. Ini harus masuk list. Apalagi tiket masuknya murah. Nilai edukasinya banyak.

    BalasHapus
  16. Waah.. Aku mau ke museum ini belum jadi jadi euy.. Padahal sering lewat..😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... sekali-sekali mampir, lah.

      Hapus
  17. Waah..kristal ametist nya besar.. langsung fokus ke situ deh aku..haha.. Semoga bisa berkunjung ke sini juga kapan2..
    Oya, kenapa tidak dibuat komen bisa dg URL ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... ametisnya raksasa. Ahaha, saya selama ini pakai setting default sih. Sudah diganti biar bisa URL juga ya.

      Hapus
  18. Aku baru tahu tentang serunya Museum Geologi ini setelah pulang dari Bandung.
    Pertanda mesti balik ke Bandung lagi nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kak... biar ke Bandung lagi.

      Hapus
  19. Sudah sering banget membaca tentang museum geologi ini, tapi belum pernah sekalipun masuk. Pernah suatu ketika diniatkan banget tapi ada aja alasannya belum sampai ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti harus dimasukkan ke list dream destination dulu, Mbak. Hihihi.

      Hapus
  20. Museum Favoritku ini. Bagus banget. Abis dari sini nyebrang ada yogurt Cisangkuy Ada sate ayu, kue cubit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bener banget! Yogurt Cisangkuy tuh favorit saya.

      Hapus
  21. "Tidak oerlu menambahkan hal-hal yang non esensial". Suka banget dan setuju banget sama kalimat tersebut.


    Oh iya, ubtuk toiletnya sendiri bagaiamana ya? Karena saya tidak pernah menemukan toilet museum yang nyaman kecuali di Museum Bank Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toiletnya biasa aja sih. Yang jelas bersih.

      Hapus
  22. Pengen banget ketempat ini jadinya. berasa diluar negri ya museumnya

    BalasHapus
  23. Museumnya apik ya, aku baru sekali kesini pas ada kerjaan di Bandung, semoga bisa kesana ajak bocah-bocah ku..mereka pencinta museum

    BalasHapus
  24. Waktu pertama bawa anak ke museum geologi ini Fahmi awalnya takut. Gegara lihat kerangka besar di depan. Eh lama lama betah dan malah bawel nanya ini nanya itu. Ga mau pulang meski museum udah mau tutup. Hehehe

    BalasHapus
  25. museum pertama yg kukunjungi nih mbak, berpuluh tahun lalu, diajak bapakku ke sini sesuai bidang ilmunya
    belum kesampaian datang ke sana lagi,
    menurut survey bbrp tahun lalu museum ini museum paling favorit di Indonesia ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, museum ini populer karena koleksinya lengkap dan memang keren sih.

      Hapus
  26. Ini udah lama banget selalu pengen ke sini kala ada perjalanan ke Bandung. Tapi selalu saja gagal. Baca ulasan mba Dee ini malah makin segera ke sana saja.

    BalasHapus
  27. Mengedukasi bgt. Bgus bwa deadek biar bsa wisata smbil belajar

    BalasHapus