1 Juni 2016

Museum Gedung Perundingan Linggarjati
Seperti yang tertulis di buku sejarah di sekolah, Gedung Perundingan Linggarjati adalah tempat dilakukannya perundingan untuk membahas tentang kedaulatan negara (yang saat itu masih) baru yang bernama Republik Indonesia dan hubungannya dengan negara Belanda. Sebagai salah satu perundingan yang menjadi tonggak sejarah menuju pengakuan kedaulatan Republik Indonesia di mata internasional, alangkah baiknya jika masyarakat luas mengenal lebih dekat mengenai seluk-beluk perundingan ini dan juga dampaknya terhadap politik negara Indonesia.
Menurut catatan di booklet yang dijual di museum, gedung museum ini dulunya adalah hotel. Saat menjadi tempat perundingan, hotel ini namanya adalah Hotel Merdeka. Di masa penjajahan Jepang, hotel ini namanya adalah Hokay Ryokan. Waktu masih masa penjajahan Belanda, namanya adalah Hotel Rustoord. Hotel jaman dulu, kamarnya tidak banyak, namun mewah. Gedung ini hanya punya lima kamar tidur, tapi ukurannya luas banget. Mungkin karena dahulu kala, cuma orang kaya raya yang bisa jalan-jalan jauh dari tempat tinggalnya dan tinggal di hotel.
Kamar tidur hotel jaman dulu. Pasti dianggap mewah banget, yah?
Di museum ini, digantung foto-foto yang diambil pada saat perjanjian Linggarjati berlangsung. Ada juga diorama proses perjanjian tersebut. Meja pertemuan dan tempat tidur jaman dulu juga ada di masing-masing kamar. Melihat interior rumah jaman dulu memang menarik. Masing-masing kamar tidur punya kamar mandi sendiri-sendiri yang luas banget. Jaman sekarang, kamar kos di Jakarta ukurannya sama dengan luasnya kamar mandi di situ. Karena hotel ini memang dibangun sebagai tempat peristirahatan, halamannya luas dan banyak pohonnya. Saat ini, halaman hotel ini menjadi  taman yang dipakai piknik oleh para wisatawan.
Melihat foto-fotonya Pak Sutan Sjahrir, pemimpin delegasi Indonesia di perundingan Linggarjati, saya jadi ingat penjelasan tentang beliau di Museum Joang 45, Menteng, Jakarta. Sebagai salah satu orang yang cukup berani dan frontal di antara rekan-rekannya sesama pemuda Menteng 31, tidak heran karirnya Pak Sjahrir di dunia politik melejit dengan cepat – dan jatuh dengan cepat juga. Di dunia politik, kawan dan lawan bedanya hanya setipis kertas.
Diorama perjanjian Linggarjati.

Transportasi Menuju Museum

Museum Gedung Perundingan Linggarjati beralamat di Jl. Gedung Perundingan Linggarjati, Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Untuk yang mau ke museum ini naik kendaraan umum, bisa naik Elf, dari Cirebon (Terminal atau Stasiun Kereta Api) maupun dari Kuningan. Biasanya harga naik Elf Rp 5.000,-. Nanti turun di Cilimus. Cukup bilang ke sopirnya, mau ke Museum Linggarjati. Para sopir itu sudah tahu harus turun di sebelah mana. Nanti dari situ nyambung angkot atau ojek untuk masuk ke dalam.
Untuk yang ingin datang menggunakan kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir karena tempat parkir museum cukup luas. Di dekat tempat parkir ada kios-kios yang berjualan cinderamata. Oh ya, tiket masuk museum harganya Rp 2.500,- per orang. 
(Bersambung)

Taman di luar museum, bisa untuk piknik keluarga.

1 Komentar:

  1. Wah kalo kesini sih aku udah pernah... yang indah itu pas foto didepan musium yang banyak bunga warna2nya itu lho..

    BalasHapus