20 November 2018

Umumnya, wisatawan yang naik kereta Batara Kresna ke Wonogiri akan melanjutkan perjalanan ke Waduk Gajah Mungkur. Sesuai dengan postingan sebelumnya, memang ada pihak-pihak yang mempermudah kunjungan wisatawan ke waduk ini. Contohnya adalah sopir-sopir angkot yang bisa langsung mengantarkan wisatawan di pagi hari sekaligus membelikan tiket kereta pulangnya.
Waduk Gajah Mungkur. Banyak yang memancing di sini.
Saat saya berkunjung ke Wonogiri, saya pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk mengunjungi Waduk Gajah Mungkur. Terakhir saya jalan-jalan ke Waduk Gajah Mungkur adalah sekitar 20 tahun yang lalu. Waktu itu, kami sekeluarga hanya datang untuk makan siang ikan wader di tepi waduk terus pulang. Nggak ada yang namanya jalan-jalan, apalagi foto-foto.
Nah, kini di jaman instagram, saya dan ibu saya datang lagi kemari. Satu hal yang saya perhatikan adalah: sepertinya air di danau ini menyusut ya. Atau karena saya datang di bulan Agustus, di musim kemarau? Tapi yang jelas, hal ini tidak mengurangi para pedagang ikan wader yang berjualan di jalan masuk kawasan wisata dan yang berkeliling menjajakannya ke para pengunjung. Ikan wader adalah salah satu makanan khas di sini. Jangan sampai nggak nyobain kalau berkunjung ke Waduk Gajah Mungkur, ya.
Tadinya saya mau foto-foto dengan latar belakang tulisan Gajah Mungkur. Tapi kok ada banyak badut-badut di situ. Saya malahan khawatir jangan-jangan bakalan disuruh foto bareng dan disuruh bayar. Padahal kan kami nggak mau foto-foto dengan Mickey Mouse ataupun Dora the Explorer. Jadinya cuma ada foto dengan patung di depan tulisan. Hehehe ...
Ada perahu-perahu yang menanti pengunjung di sana.
Ada beberapa wahana di sekitaran danau. Ada gedung pertemuan, water boom, taman bermain anak, taman dengan spot selfie, dan juga kebun binatang mini. Berhubung cuma punya waktu satu setengah jam di sini, sebelum dijemput pak sopir angkot, kami memilih jalan-jalan ke kebun binatang mini saja. Toh, kami juga sempat melewati Taman Tombo Galau yang merupakan tempat selfie para remaja.
Sebagian koleksi kebun binatang mini adalah jenis unggas. Ada burung merak dan berbagai jenis ayam. Selain itu, ada juga hewan lain seperti gajah dan ular. Jujur saja, menurut saya hewan-hewan di sini terkesan kurang terawat. Kandangnya sih bersih. Tapi bulu-bulu hewannya agak kusam. Mungkin karena panas ya, jadi kesehatan mereka kurang maksimal. Merak misalnya, kan tinggalnya sebenarnya di hutan-hutan yang cenderung lembab. Ayam liar juga biasanya ada di hutan-hutan. Karena kebun binatang ini miskin pepohonan, memang jadinya suasananya kering dan panas. Cuma gajah saja yang saya lihat masih terlihat cantik. Mungkin karena kulit gajah tebal dan tahan berbagai macam cuaca.
Karena keterbatasan waktu, makanya saya tidak berani ikutan naik kapal. Di sini ada lho, jasa sewa kapal untuk jalan-jalan di danau. Bisa ramai-ramai (tunggu sampai jumlah orangnya masuk kuota), atau sewa pribadi (harga lebih mahal). Tapi kalau mau naik kapal, jangan lupa pakai sunblock ya.
Penjual ikan goreng dan wader goreng.
Buat yang cuma mau duduk-duduk di gazebo, bisa sambil ngemil makanan tradisional Wonogiri. Ada beberapa penjual pecel dan mie pentil di sekitaran kawasan wisata. Ada juga penjual bakso. Dan tentunya di mana-mana ada yang jualan ikan wader. Lumayan kan, duduk-duduk sambil mengenyangkan perut.
Kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur cocok untuk wisata keluarga. Ada wahana untuk anak-anak dan orang dewasa. Buat yang hobi memancing, tempat ini juga sering menjadi ajang kumpul-kumpul penggemar memancing. Buat yang belum pernah, bolehlah sekali-sekali mampir kemari.

14 Komentar:

  1. Mantap mba sist,indahh ya jdi pngen kesana ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, yuk. Dari Solo gampang kok, Mbak. Bisa naik kereta.

      Hapus
  2. Wah... Kayaknya luas banget ya danaunya. Kayak wisata Danau Selorejo di Jatim.
    Hemm, ikan wader itu yang kayak gimana ya? Saya baru dengar. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikan wader kecil-kecil, Mbak. Seperti teri, hanya sedikit lebih besar. Rasanya enak banget, apalagi kalau digoreng kering.

      Hapus
    2. Oooh. Mungkin saya cari di internet aja biar biar lebih jelas. Hihi. Terimakasih mbak..

      Hapus
    3. Ahaha... silakan, Mbak.

      Hapus
  3. Sayang sekali ya tidak naik kapal. kan pastinya lebih seru tu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktunya terbatas, soalnya siang sudah harus mengejar kereta balik ke Solo. Sayang, ya.

      Hapus
  4. O, sekarang dilengkapi kebun binatang mini, kak ... Bagus ya. Cuma sayangnya kurang perawatan maksimal.

    Terakhir aku ke waduk Gajah Mungkur saat masih SD 😁

    BalasHapus
  5. Hahaha... itu tahun berapa, tuh. Waduk Gajah Mungkur sudah banyak perubahannya. Sebetulnya menjadi semakin baik, sih. Hanya saja memang ada yang perlu lebih diperbaiki lagi.

    BalasHapus
  6. Jika hewan-hewan tidak cocok tinggal di kawasan ini, semoga pengelola wisata waduk melepas mereka ya. Maksudnya dipindahkan ke tempat hidup yang lebih layak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan hal-hal seperti ini.

      Hapus
  7. wah pastinya enak banget tuh disana bisa ngemil, pecel, mie, bakso, dan ikan wader :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dijamin pulang-pulang, nambah berat badan.

      Hapus