24 November 2018

Walau hanya punya 4 jam di Wonogiri, tetap bisa memilih makanan enak. (Foto dari Raatkerani)
Naik kereta Batara Kresna ke Wonogiri. Oke. Terus, bisa ngapain aja di Wonogiri? Banyak sih. Tapi yang pasti mengundang nafsu (makan) adalah: wisata kuliner. Nah, sebagai wisatawan yang waktunya terbatas, yaitu hanya maksimal 4 jam disekitaran Wonogiri, tentunya tidak banyak pilihan makanan yang bisa dicoba. (Kenapa maksimal 4 jam, karena kereta datang paling pagi datang jam 7:45 dan kereta terakhir kembali ke Solo jam 12:00.) Tapi sebagai penggemar makanan, tidak ada salahnya mencatat pilihan makanan yang bisa dijangkau dalam jangka waktu 4 jam tersebut.
Pada dasarnya, karena keterbatasan waktu, pilihan tempat makan adalah di dekat Stasiun Kereta Api, dekat Pasar Kota Wonogiri (yang letaknya cuma di seberang stasiun), atau di komplek Waduk Gajah Mungkur (yang bisa dikunjungi dengan angkot sekali jalan).
Bakso Wonogiri
Di Wonogiri, tidak ada bakso Wonogiri ya. Semuanya ya namanya bakso. Untuk yang ingin makan bakso yang sudah beken, bisa makan bakso Titoti yang jaraknya sekitar 10 menit jalan kaki dari stasiun. Tapi nggak buka pagi ya. Alamatnya di Jl. P. Sudirman no. 220, Giritirto, Wonogiri. Kalau nyasar, bisa tanya sembarang orang di sekitaran pasar. Tapi kalau ingin makan yang cepat saja, sembarang warung bakso di Pasar Kota Wonogiri juga menyediakan bakso yang enak, kok.
Wader Goreng
Wader adalah sejenis ikan kecil yang banyak hidup di Waduk Gajah Mungkur. Wader goreng adalah makanan yang wajib dimakan oleh pengunjung Waduk Gajah Mungkur. Ikannya asli diambil dari waduk. Nah, di sekitaran kawasan wisata ada banyak penjual ikan wader keliling. Boleh dipilih.
Tapi penjual ikan wader goreng yang paling enak ada di perbatasan kota Wonogiri sebelum tiba di kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur. Namanya Warung Makan Bu Tri (Pak Pon). Letaknya persis di dekat jembatan. (kalau di GoogleMaps, letaknya dekat “Kedung Areng Wonogiri”.) Kalau naik angkot, bilang saja mau turun di Warung Lesehan Pak Pon. Mereka pasti tahu letaknya. Sangat direkomendasikan untuk beli ikan wader goreng di sini untuk oleh-oleh.
Wader goreng, khas Waduk Gajah Mungkur. (Foto dari Raatkerani)
Pecel dengan Mie Pentil
Kalau yang biasa jalan-jalan di sekitaran Fatahillah, mungkin tahu ibu-ibu yang berjualan pecel dengan mie jawa. Pecel dan mie adalah makanan yang umum dipadukan. Nah, kalau di Wonogiri, mienya khas, yaitu mie pentil. (Bacanya “e” seperti pada ember, ya. Hati-hati!) Mie pentil terbuat dari tepung tapioka. Rasanya kenyal.
Di kawasan wisata Waduk Gajah Mungkur ada beberapa penjual pecel mie pentil. Tinggal dipilih. Tapi yang konon terkenal adalah penjual pecel yang ada di Pasar Kota Wonogiri, namanya Bu Sainem. Sayangnya, waktu saya jalan-jalan di sekitaran pasar, saya tidak menemukan tempatnya. Mungkin di antara pembaca ada yang tahu tempatnya?
Nasi Tiwul
Nasi tiwul adalah makanan yang terbuat dari singkong yang ditumbuk. Kadang kala dimakan dengan dicampur nasi. Lauknya bisa macam-macam. Adik saya waktu main ke Wonogiri makan nasi tiwul dengan lauk pecel.
Di dekat stasiun (keluar stasiun belok ke arah kiri, yaitu ke arah tempat masuk terminal), ada warung kecil yang berjualan nasi tiwul. Tapi kalau mau yang tempatnya lebih enak, ada rumah makan di depan Pasar Wonogiri (seberang jalan raya) yang berjualan nasi tiwul, namanya Warung Makan Mbak Pur. Warung ini sayangnya buka siang hari, jadi bukan untuk sarapan.
Mie pentil Wonogiri. (Foto dari Raatkerani)
Saran saya, kalau naik kereta ke Wonogiri, pagi-pagi langsung ke Waduk Gajah Mungkur naik angkot dari depan stasiun. Jangan lupa titip uang ke sopir angkot untuk membelikan tiket pulang dan menjemput lagi di waktu yang sudah disepakati. Jangan janjian terlalu siang supaya bisa makan siang di dekat stasiun.
Nah, di areal wisata waduk, bolehlah jalan-jalan sambil ngemil ikan wader goreng, dan mengganjal perut dengan pecel mie pentil. Pulangnya, turun di seberang pasar supaya bisa makan nasi tiwul di Warung Makan Mbak Pur. Atau, kalau maunya makan bakso, ya turun di Bakso Titoti. Usahakan jam 11:30 sudah jalan ke stasiun supaya masih bisa dapat tempat duduk. Kalau hari libur, kereta bisa penuh dengan wisatawan. Bagaimana, sudah siap makan?

12 Komentar:

  1. Saya siap saya siap. Laper nih liat pecel dengan mie pentilnya. Ngifler pen cicip

    BalasHapus
  2. Waktu aku sekeluarga ke Gua Pindul kan melewati Wonogiri tuh. Sepanjang jalan baksooo semua tapi sayang kok ga mampir dan coba ya? Mungkin kaena udah lelah. Aku penggemar bakso loh. Kalai tiwul aku ga begitu doyan hehehe :D

    BalasHapus
  3. Kayaknya enak nih kalo kulineran disini, pengen jugaaaa

    BalasHapus
  4. saya suka nasi tiwul...weunaak...hehehe
    thank you for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  5. perut langsung lapar lihat nasi tiwul, favoritku banget tuh mbak

    BalasHapus
  6. Waktu itu d.Wonogiri saya sama teman seringnya kalau gak mie ayam ya bakso.
    jadi pengen coba yang lainnya lagi nanti kalau kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada banyak makanan di Wonogiri. Mie pentil tuh yang khas.

      Hapus