26 November 2018


Artikel ini dibuat sebagai bagian dari BPN 30 Day Blog Challenge
Ke Solo lagi? Boleh dong. Jangan bosan-bosan berkunjung ke Solo. Selain ada tempat-tempat wisata yang menarik, kota Solo juga memiliki tempat makan yang oke banget. Sebagai orang yang cukup sering bolak-balik ke Solo, saya sudah punya lima tempat makan favorit di kota ini.
Selat Solo Mbak Lies
Selat Solo Mbak Lies sudah berdiri sejak tahun 1987. Letaknya di Kelurahan Serengan, di Jl. Yudhistira. Tapi warungnya masih masuk ke gang sempit. Ini rumah makan kesukaan saya waktu masih kecil. Rumah makan ini memang unik. Dindingnya dihiasi dengan berbagai macam keramik. Bahkan, saya sering takut antre bayar ke kasir karena takut menyengol boneka dan sepatu keramik ala Belanda yang ditata di dekat situ.
Pajangan di Warung Selat Solo Mbak Lies.
Tempat ini sebetulnya instagrammable banget, dengan berbagai hiasan dinding dan guci-guci yang warna-warni. Tapi menurut saya, susah berfoto-foto di sini, soalnya penuh banget. Mau makan di sini saja bisa antre setengah jam sebelum dapat tempat duduk. Makan saja bisa sambil ditunggui ibu-ibu dengan muka galak yang memelototi isi piring kita. Paling cuma bisa foto-foto dari tempat duduk sebelum hidangan tiba.
Terus, kenapa makan di sini? Ada alasannya dong. Makanan di sini semuanya enak! Apalagi selat solonya. Makanan racikan pemiliknya langsung ini menjadi favorit hampir setiap warga Solo. Walaupun turis umumnya nggak berminat makan di sini karena antrenya panjang banget, buat yang berminat mencoba cita rasa otentik Kota Solo, datang ke Selat Solo Mbak Lies adalah wajib.
Soto Gading
Soto Gading adalah warung soto yang sudah ada sejak tahun 1974. Waktu saya masih tinggal di Solo, warung soto gading adalah salah satu tempat makan favorit keluarga. Bisa dikatakan, hampir setiap hari minggu pagi kami makan di sini. Soto gading selalu saya kenang sebagai soto khas Solo asli, yaitu dengan kuah bening dan suwiran daging ayam. Biasanya saya makan soto di sini dengan tambahan sosis solo dan sate telur puyuh.
Warung Soto Gading yang sekarang namanya Soto Gading 1 ini, posisinya persis di pinggir Jl Brigjen Sudiarto. Posisinya dekat dengan gerbang keluar alun-alun selatan Keraton Surakarta. Hingga saat ini, tempatnya masih terasa seperti warung makan tahun 80-an. Bagian yang menyajikan makanan ada di depan, sementara tempat duduk pengunjung ada di bagian dalam. Tempat duduk yang tersedia adalah meja panjang dengan bangku, dimana rombongan yang berbeda-beda bisa duduk bersama menikmati sajian soto.
Tempat makan ini selalu ramai, dan tidak jarang orang mengantre hingga 10 menit sebelum bisa duduk. Meskipun demikian, layanan yang diberikan selalu cepat. Mangkok bersih selalu tersedia, dan makanan dapat cepat diantar sesuai pesanan (misalnya tidak pakai bawang goreng, tidak pakai micin, dll.). Ruang makannya sederhana, terbuka, agak panas dan tidak pakai AC, namun bersih.
Warung Yu Rebi
Warung ini dikenal orang karena menjual sate jerohan dan sate kere. Dari banyak tempat yang menjual sate kere, tempat ini adalah tempat yang cukup sering saya kunjungi karena tempatnya bersih dan strategis. Warung Yu Rebi letaknya persis di belakang Stadion Sriwedari, sederetan dengan penjual buku-buku bekas. Tempat parkirnya juga mudah, karena di belakang deretan warung ini terdapat lahan kosong.
Sate jerohan dan sate kere di Warung Yu Rebi.
Sate kere dengan bahan dasar sate gembus. Saya sendiri pernah menuliskan tentang sate kere di sini. Rasanya jelas enak, apalagi kalau diberi kecap dan ditaburi potongan cabe dan potongan bawang merah. Umumnya orang tidak hanya makan sate kere, namun juga sekalian memesan sate jerohan seperti hati, ampela, usus, dan lain-lain.
Warung yang sederhana ini menyediakan beberapa meja dengan bangku panjang. Ada kipas anginnya yang lumayan membantu mengusir hawa panas. Untungnya tempat bakaran sate agak jauh dari tempat duduk, jadi tidak membuat badan cepat berkeringat.
Warung Nasi Liwet Mbak Giyem Solo Baru
Solo Baru adalah perumahan yang sudah ada sejak awal tahun 80-an. Solo Baru saat ini sudah menjadi salah satu destinasi kuliner warga Kota Solo. Salah satu tempat makan yang ramai dikunjungi adalah Warung Nasi Liwet Mbak Giyem.
Warung Mbak Giyem adalah warung lesehan di trotoar depan kantor developer PT Pondok Solo Permai. Karena letaknya di trotoar, sudah pasti warung ini hanya buka di malam hari, ketika sudah tidak ada aktivitas kantor. Pengunjung duduk di atas tikar, dibawah tenda atau beratapkan pinggiran ruko. Kalau hujan, maka pembeli akan berebutan mencari tempat yang kering.
Tim penjualan menyiapkan nasi liwet di atas meja panjang, dimana berbagai lauk dan bumbu nasi liwet di dalam panci berjajar. Para pembeli antre (kadang berebutan) memesan makanan di meja panjang ini. Umumnya pembeli menunggui pesanan mereka dibuatkan, supaya tidak diserobot orang lain. Walau nampaknya sederhana, antre untuk dapat tempat duduk di sini juga perjuangan lho. Setengah jam antre adalah hal biasa di sini.
Angkringan Omah Lawas
Jaman saya masih kecil, yang namanya angkringan ya pasti lesehan di tepi jalan. Yang makan pun kaum kebanyakan, yang makan sambil minum kopi dan mengobrol nggak jelas. Tapi di jaman kaum millenial ini, angkringan sudah menjadi warung elit yang tempatnya instagrammable. Salah satu angkringan favorit saya di Solo adalah Omah Lawas.
Deretan lauk di angkringan Omah Lawas.
Angkringan Omah Lawas terletak di Jl. Dr. Supomo, daerah Banjarsari, tidak jauh dari Stasiun Solo Balapan. Tempat makan ini menempati sebuah rumah dengan nuansa jaman Belanda. Halamannya luas, ada bangunan induk dan ada beberapa bangunan kecil. Cocok untuk jadi rumah Meneer jaman dulu. Tempat makannya juga luas, jadi jangan khawatir kehabisan tempat di sini. Ada bagian lesehan, dimana disediakan tikar dan mejanya, dan ada juga bagian tempat makan biasa dengan meja dan kursi biasa. Tidak ada AC. Tapi karena langit-langitnya tinggi dan pekarangannya luas, hawanya tidak terlalu panas.
Pembeli harus antre di bagian depan, untuk mengambil nasi bungkus dan lauk yang akan dipanaskan lagi. Pilihan lauknya banyak, dari sate cumi, sosis bakar, sampai tahu goreng. Setelah kita membayar, makanan akan dipanaskan dan diantar ke tempat duduk. Buat yang mau foto-foto dengan nuansa jaman dulu, boleh coba berkunjung kemari.
Nah, itulah lima tempat makan favorit saya di Kota Solo. Yuk, wisata kuliner di Kota Solo.

19 Komentar:

  1. Yang soto gading itu, Kak, saya pikir isinya apa qiqiqi ;) enak-enak semua semua nyaaaaa pengen cobain juga semuanyaaa dan jadi lapar ditambah di luar hujan sedang turun deras :p bakal berakhir denga semangkuk mi kuah panas ini :( pengganti soto :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi percayalah, tidak ada yang bisa mengalahkan semangkuk indomie di saat hujan. Hehehe.

      Hapus
  2. Di medan juga ada angkringam solo, paling demen kalo makan ankringan harganya bersahabat banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... lha hitungannya per potong lauk. Kalau ambilnya sedikit, ya jadinya bisa murah.

      Hapus
  3. Pernah ke Solo dan bingung mau makan apa. Beli nasi liwet tapi kok nggak cocok di lidah. Harusnya baca review dulu, biar bisa menikmati wisata kulinernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, makanan Solo biasanya manis. Kalau nggak cocok dengan makanan manis, harus cari makanan pedas. Biasanya, yang semua orang suka, ya soto dan sate.

      Hapus
  4. Semoga suatu saat saya bisa berkunjung ke Kota Solo dan mencicipi masakan khas-nya.

    BalasHapus
  5. makanan di solo selalu bikin kangen dan bikin ngiler

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget! Ini cuma 5 dari banyak tempat makan yang OK di Solo.

      Hapus
  6. Selat Solo Mbak Lies itu, warungnya apik banget...dan sate-sate nya bikin perut meliuk-liuk, lapeeer...

    Thank you for sharing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Dari kecil saya selalu suka dengan pernak-pernik yang dipajang di temboknya.

      Hapus
  7. wow, mantap nih referensinya. bisa dipake buat saya kalo ke solo. terimakasih ya :)

    BalasHapus
  8. Wah, angkringan Omah Lawas sepetinya enak nih buat mamam2 syantik di Solo. Aku kayaknya belum pernah makan ala angkringan gitu yang buanyaaak koleksi makanannya hehehe. Kalau malam minggu kayaknya penuh ya tempatnya nyaman sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Kalau weekend tempat ini selalu penuh.

      Hapus
  9. wahh jadi kangen solo lihat makanan2 ini :)

    BalasHapus