8 Desember 2018


Artikel ini dibuat sebagai bagian dari BPN 30 Day Blog Challenge
Untuk saya, lagu bisa membuat saya membayangkan negeri yang jauh dan asing..
Salah satu jenis playlist yang saya suka buat adalah playlist yang terdiri dari lagu-lagu dengan bahasa yang berbeda-beda, atau lagu-lagu yang penyanyinya berasal dari negara yang berbeda-beda. Harapannya, saya bisa jalan-jalan ke berbagai negara asal si penyanyi. Nah, berikut ini adalah salah satu playlist yang ada, yang terdiri dari lagu-lagu yang berasal dari negara yang berbeda-beda. In no particular order, ya.
Taxi Europa (2003) – Stephan Eicher feat. Max Gazzé & Herbert Grönemeyer
Stephan Eicher sudah menjadi penyanyi favorit saya sejak saya masih SMP dan sering menonton TV5Monde. Stephan Eicher adalah seorang penyanyi asal Swiss. Tidak heran, dia punya lagu dalam bahasa Inggris, bahasa Jerman Swiss, bahasa Jerman (standar), bahasa Perancis, dan juga bahasa Italia. Itu semua adalah bahasa yang umum dipakai di negara Swiss. Swiss terkenal sebagai negeri yang indah di pegunungan Eropa dengan kota-kota yang bernuansa abad pertengahan.
Taxi Europa adalah lagu yang menjadi soundtrack dari road-film dari Stephan Eicher dengan nama yang sama. Lagu ini menarik karena dalam satu lagu ini ada tiga bahasa sekaligus: bahasa Perancis, bahasa Jerman, dan bahasa Italia. Tipe musiknya easy-listening sehingga cocok untuk orang-orang dari bangsa dan selera yang berbeda-beda.
Небасхіл Еўропы (2010) – Alexander Rybak
Saya suka Alexander Rybak dari pertama kali mengenalnya saat dia menyanyikan soundtrack-nya How to Train Your Dragon 2 tahun 2014. Warga negara Norwegia ini lahir dan dibesarkan di keluarga yang berasal dari Belarus. Dia punya lagu dalam bahasa Inggris, bahasa Norwegia, bahasa Rusia, dan bahasa Belarus. Buat yang ingin tahu, Norwegia adalah negara tempat orang berwisata untuk melihat aurora, melihat matahari di malam hari, atau merasakan sensasi hari-hari tanpa matahari.
Небасхіл Еўропы (nebaskhil europy) adalah versi bahasa Belarus dari lagunya yang berjudul Europe’s Skies. Lagu ini nuansanya sangat Eropa, apalagi ditambah bunyi biola yang dimainkan oleh Alexander sendiri. Lagunya ini direkam dalam tiga versi, yaitu bahasa Inggris, bahasa Rusia, dan bahasa Belarus. Sebetulnya saya kenal duluan versi bahasa Rusianya, tapi jadinya memilih menyetel bahasa Belarusnya, soalnya ini adalah satu-satunya lagu dengan bahasa Belarus yang saya kenal.
Endless Game (2013) – /Arashi
Saya pertama kali tahu Arashi waktu mereka mengeluarkan lagu yang berjudul Truth, yang merupakan soundtrack dari dorama yang berjudul Maou. Arashi adalah boyband asal Jepang di bawah naungan Johnny & Associates. Berbeda dengan kedua penyanyi sebelumnya, yang ini cuma bisa satu bahasa, yaitu bahasa Jepang. Kalau ada kata-kata Inggris di lagunya, ya cuma tempelan. Jepang adalah salah satu tujuan wisata favorit orang Indonesia, apalagi setelah semakin banyak promo tiket pesawat ke Jepang.
Endless Game adalah soundtrack dari dorama yang berjudul Kazoku Game, yang mana pemain utamanya adalah anggota Arashi yang bernama Sakurai Sho. Gaya lagunya sih khasnya boyband Jepang, yaitu temponya sedang dan lebih menonjolkan gabungan vokal anggotanya. Lirik lagunya sendiri sebetulnya serius, karena (menurut saya) membuat pendengarnya berpikir mengenai menjalani hidup, apakah penuh kepura-puraan atau berani menghadapi kenyataan?
Идеальный мир (2017) – Сергей Лазарев/Sergey Lazarev
Saya sudah kenal penyanyi ini sejak tahun 2013, waktu saya ikut kursus bahasa Rusia. Bahkan saya juga suka ngepoin instagramnya dia. Sergey adalah penyanyi, pemain teater, penari, dan juga pemain film asal Rusia. Dia punya lagu dalam bahasa Inggris dan Rusia, tapi sepertinya sih hanya fasih berbicara dalam bahasa Rusia. Tempat wisata terkenal di Rusia antara lain adalah kota St. Petersburg.
Идеальный мир (idealnii mir) adalah lagu yang (menurut saya) mengajak pendengarnya untuk menghadapi dunia yang tidak ideal. Bagaimanapun juga, yang tidak ideal itulah yang ideal. Lagunya termasuk dalam genre pop dan cocok untuk didengarkan di waktu santai.
Chrysalide (2000) – Patrick Fiori
Saya pertama kali suka Patrick Fiori gara-gara melihat dia di acara TV di TV5Monde di awal masa-masa saya kerja. Suaranya bagus, dan ternyata dia adalah salah satu pemain original di opera Notre Dame de Paris yang terkenal itu. Versi film animasi dari kisah yang sama adalah The Huncback of Notre-Dame dari Walt Disney. Patrick Fiori adalah warga negara Perancis keturunan Armenia dan Corsica. Perancis terkenal dengan wisata di kota Paris, yang sering disebut sebagai salah satu pusat mode dan seni dunia.
Lagu Chrysalide (yang berarti kepongpong dalam bahasa Perancis) seingat saya adalah salah satu lagu yang paling sering dijadikan lagu acara kawinan di Perancis di tahun 2000-an. Kabarnya orang Perancis bilang lagu ini super romantis. Lagunya sih lembut dan memang cocok untuk menemani kita beristirahat.
Lisbon (1998) – Angra
Saya sudah tahu Angra dari album Holy Land. Hehehe ... ketahuan deh umurnya. Band asal Brazil ini merupakan band yang sangat populer di negaranya, sampai-sampai konon tidak ada warga negara Brazil yang tidak pernah mendengar nama Angra. Band musik beraliran progressive metal ini sudah gonta-ganti vokalis beberapa kali. Lagu Lisbon ini juga sudah dinyanyikan oleh semua vokalisnya, namun yang saya putar selalu yang original, yang dinyanyikan oleh vokalis Andre Matos. Brazil terkenal dengan wisata pantai dan hedonistik, misalnya di Copacabana atau Ipamena.
Lisbon adalah lagu karangan Andre Matos yang mengisahkan tentang kunjungan ke Lisbon, Portugis. Buat orang Brazil, Portugis memiliki makna khusus karena keterkaitan budaya. Bahasa orang Brazil pun sampai sekarang adalah bahasa Portugis. Lagu ini awalnya pelan, namun lama kelamaan temponya menjadi semakin cepat, khas lagu-lagu beraliran progressive.
Badna Nwalee El Jaw (2018) – Nancy Ajram
Saya tahu Nancy Ajram pertama kali karena dia dibahas di TV5Monde. Dan begitu menemukan video clip-nya di Youtube, saya langsung suka dengan penyanyi ini. Videonya biasanya lucu dan unik, dari dia tampil bloon sampai tampil seksi. Warga negara Lebanon ini termasuk penyanyi yang sangat terkenal di daerah Arab. Dia termasuk juri di acara TV Arab Idol. Lebanon tidak termasuk daerah wisata favorit karena berdekatan dengan daerah perang, padahal di sini ada banyak situs arkeologi yang menarik seperti kota Baalbek dan Byblos.
Lagu Badna Nwalee El Jaw ini isinya ceria, (menurut saya) mengajak orang untuk bergembira. Cocok untuk menghibur hati kalau sedang galau. Video clip-nya juga menarik dan mengajak kita untuk bersuka ria.
Όνειρό μου (2018) – Γιάννα Τερζή/Gianna Terzi
Gianna Terzi adalah peserta Eurovision tahun 2018 dari Yunani. Jujur saja sih, saya tidak pernah tahu tentang penyanyi ini sampai dia ikutan di acara Eurovision. Dia sendiri juga tidak terlalu sukses karena gagal masuk final. Tapi jujur saja ya, lagu yang menggunakan bahasa selain bahasa internasional (terutama bahasa Inggris dan bahasa Perancis) jarang lolos ke final, karena warga negara lain susah memahami isinya. Yunani adalah negara yang memiliki banyak tempat wisata terkenal, misalnya Santorini.
Kenapa lagu ini masuk ke dalam playlist? Sebetulnya, alasan utamanya adalah karena saya tidak punya lagu lain yang berbahasa Yunani. Όνειρό μου (Orino Mou) yang berarti ‘Mimpi Saya’ sebetulnya adalah lagu yang bernuansa nasionalis. (Menurut saya) intinya adalah, tokoh yang menyanyikan lagu ini tidak akan mengabaikan negaranya. Tapi lagunya menurut saya unik, jadi cocok untuk masuk ke daftar lagu suka-suka ini
DNA (2017) – BTS
Sepertinya sih grup ini tidak perlu diperkenalkan lagi. BTS adalah boyband asal Korea di bawah naungan Big Hit Entertainment. Sebetulnya saya masih terbilang baru-baru saja mulai mendengarkan lagu-lagu mereka, jadi saya nggak terlalu kenal seperti apa mereka ini. Tapi lagu-lagunya keren juga, nggak heran mereka banyak penggemarnya. Korea termasuk tujuan wisata favorit orang Indonesia, antara lain untuk jalan-jalan ke Nami Island.
Lagu yang bertemakan lagu cinta ini punya video clip yang oke. Ya jelas, lah, secara boyband ini punya koreografi yang rapi. Kayaknya kalau untuk lagu ini tidak perlu banyak diceritakan, karena masing-masing pembaca pasti sudah punya bayangan sendiri tentang maknanya.
Paradise (What About Us) (2013) – Within Temptation feat. Tarja Turunen
Vokalis dari Within Temptation, Sharon den Adel, dan Tarja Turunen, yang dulunya adalah vokalis dari Nightwish, adalah dua penyanyi favorit saya sejak masih kuliah. Sharon den Adel berasal dari Belanda, sementara Tarja Turunen berasal dari Finlandia. Dua-duanya masuk dalam jajaran penyanyi wanita beraliran musik metal terbaik di Eropa dan dunia. Selain menyanyi untuk musik metal, keduanya juga mampu menyanyikan lagu-lagu opera. Belanda disebut juga sebagai negara kincir angin, dan banyak orang berwisata ke sana untuk melihat pedesaan dan perkotaan dengan pemandangan bernuansa Eropa abad pertengahan.
Paradise (What About Us) ini (menurut saya) membahas tentang perubahan dunia dan bagaimana manusia harus bersikap. Kalau melihat video clip-nya sih, sepertinya lagu ini bermaksud untuk meningatkan tentang kerusakan alam akibat ulah manusia.
Itulah sepuluh lagu yang ada di playlist saya. (Artikelnya panjang banget ya. Tadinya saya bingung mau nulis apa; ternyata bisa sampai 1300-an kata.) Apa lagu yang ada di playlistmu?

2 Komentar:

  1. Keren-keren mbak pilihan lagunya. Saya tahunya cuma BTS aja, tapi juga enggak pernah dengerin lagu-lagu. Cuma tahu karena lagi booming banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ...BTS lagi booming ya, sekarang.

      Hapus