8 Desember 2018

Kampong Glam, Singapore, sebenarnya termasuk area favorit banyak turis dari Indonesia. Selain di area ini banyak hotel yang harganya relatif murah, di sini banyak makanan halal dan dekat dengan Masjid Sultan yang terkenal itu. Namun tidak hanya hotel murah dan makanan yang halal, area ini juga menawarkan hiburan modern seperti kafe dan juga wisata kebudayaan. Selain itu, area ini juga dekat banget dengan areal belanja murah di sekitar Jalan Bugis. Oh ya, kalau menginap di sini, jalan kaki ke Gardens by the Bay cuma setengah jam lho, itupun kalau mau muter sedikit bisa melewati patung Merlion yang populer itu. Dijamin setengah jam nggak bakalan terasa.
Kampong Glam sebenarnya adalah salah satu areal pemukiman tertua di Singapura. Dulunya ini adalah area pelabuhan yang letaknya persisi di tepi pantai. Sekarang sih, dengan adanya reklamasi, letaknya sudah jauh dari laut. Di tahun 1822, Sir Thomas Raffles mengatur bahwa area ini diperuntukkan untuk kaum Melayu, Arab, dan Bugis. Jadi tak heran kalau area ini adalah area yang paling banyak menyediakan makanan halal.
Masjid Sultan difoto dari Bussorah Street.
Sebagai salah satu area glam (glamorous) di Singapura, tempat ini memiliki banyak tempat yang patut dikunjungi, yaitu:
Masjid Sultan (Sultan Mosque)
Bangunan yang menjadi monumen nasional ini adalah salah satu bangunan paling populer di Kampong Glam. Masjid ini mulai didirikan di tahun 1824 oleh Sultan Hussain Shah, namun sudah beberapa kali direnovasi ulang. Orang tidak mungkin nyasar kalau mau ke sini karena kubahnya yang berwarna keemasan sudah bisa terlihat dari jauh. Masjid ini merupakan area turisme, jadi banyak juga pengunjung non muslim yang datang hanya untuk melihat-lihat dan foto-foto.
Bussorah Street (Kampong Kaji)
Jalan ini adalah jalan yang menghubungkan antara Beach Road dan Masjid Sultan. Kalau pembaca mencari foto-foto Masjid Sultan yang keren di internet, mayoritas foto-foto itu diambil dari Bussorah Steet. Jalan in dipenuhi dengan tempat makan, terutama makanan Timur Tengah, seperti restoran Turki dan Lebanon, lengkap dengan shisa-nya. Di sini ada beberapa penjual parfum dan pernak-pernik.
Kampong Glam Cafe
Rumah makan di pojokan Bussorah Street ini istimewa karena makanannya relatif murah, halal, dan buka sampai jam 2 malam. Kalau kita keluyuran sampai malam terus kelaparan, masih bisa cari makan di sini. Makanan yang disajikan adalah makanan melayu seperti nasi lemak atau mi rebus. Citarasa makanannya cocok banget untuk lidah orang Indonesia. Oh ya, sampai jam 2 malampun tempat ini penuh lho. Kayaknya nggak pernah sepi.
Haji Lane yang populer di kalangan muda.
Arab Street
Jalan ini populer sebagai tempat berjualan kain dan busana muslim. Di sini juga ada yang jualan karpet, sajadah, dan barang-barang khas Timur Tengah. Bangunannya terlihat retro dan cocok buat tempat foto-foto. Di sini ada beberapa hotel yang harganya relatif murah, dengan fasilitas yang bagus. Jujur saja, kecuali yang memang minat belanja, turis Indonesia nggak banyak menyusuri jalan ini. Ya nggak salah sih, karena barang-barang Timur Tengah di Indonesia juga banyak.
Haji Lane
Nah ... jalan yang menyandang nama Haji ini dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda yang populer. Di sini ada banyak kafe, butik, tempat jualan pernak-pernik lucu, dan bahkan tempat tatoo. Jus buah? Kopi? Bir? Semua ada di sini. Tempat ini dikenal sebagai tempat yang sangat instagrammable karena dindingnya dipenuhi dengan mural. Nggak ada turis yang lewat sini yang tahan nggak foto-foto.
Istana Kampong Gelam (Malay Heritage Center)
Di sinilah dulunya Sultan Hussein Shah membangun istananya. Dulunya istana ini luas banget, dua kali lipat dari area sekarang. Gedung yang sekarang berdiri di area istana ini adalah gedung yang dibangun oleh anak dari Sultan Hussein Shah, yaitu Sutan Ali Iskandar Shah. Di sini terdapat Malay Heritage Center yang merupakan museum mengenai perkembangan kebudayaan Melayu di Singapura. Buat yang mau tahu siapa yang disebut sebagai orang Melayu di Singapura  dan bagaimana perkembangan budayanya, bisa dilihat di museum ini.
Malay Heritage Center, dengan Gedung Kuningnya.
Singapore Zam-Zam
Ini nama rumah makan yang terkenal banget di sekitaran Kampong Glam. Letaknya cuma selemparan batu dari Masjid Sultan. Sajian favorit di sini adalah murtabak, yang mana di Indonesia namanya ya martabak. Martabak di sini disajikan dengan kuah kari. Tidak cuma menyediakan daging sapi dan ayam, mereka juga menyediakan murtabak dengan daging rusa. Harganya sih ya lumayan mahal. Tapi ada harga ada rasa, kok. Kalau makan di sini, jangan heran terdengar bahasa Indonesia dari segala penjuru, karena turis Indonesia banyak yang makan di sini.
Belanja di Bugis
Ini sebenarnya sudah di luar area Kampong Glam, tapi karena dekat banget dan super populer. Bolehlah dimasukkan ke dalam daftar. Tinggal jalan kaki 10 menit dari Kampong Glam, kita bisa tiba di area Bugis. Mau belanja di Bugis Village, Bugis+, atau di Bugis Junction, boleh-boleh saja. Buat yang mau cari oleh-oleh murah, Bugis Village sangat direkomendasikan.

Gimana? Lengkap banget kan, Kampong Glam di Singapura. Enaknya lagi, semua area yang disebutkan di atas bisa dikunjungi dalam sehari. Tunggu apa lagi?

14 Komentar:

  1. Singapura, banyak juga ya tempat wisata di kampong glamnya... bisa diakses dalam 1 hari pula. sangat menyenangkan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Negaranya memang kecil sih. Wajar kalau kemana-mana dekat.

      Hapus
  2. Wah terima kasih rekomendasi tempatnya kak.. bahkan saya Singapore aja belum pernah ke sana. Hahaha.. doooh ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti akan ada kesempatannya. Sabar saja.

      Hapus
  3. Sehari mengunjungi semua tempat itu? wow, asik juga..

    BalasHapus
  4. Singapore Zam-zam itu yang jual martabak keling itu ya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Tempatnya ramai banget. Dan banyak orang Indonesia yang makan di situ.

      Hapus
  5. Kampung Glam ini menawan ya, Kak ... seharian bisa digunakan untuk mengeksplor sekampung ini ... nice info :)

    BalasHapus